Kekalahan di Final Tak Menghapus Makna Perjalanan Luar Biasa Timnas Futsal Indonesia

Gia Yuda Pradana | 8 Februari 2026 05:08
Kekalahan di Final Tak Menghapus Makna Perjalanan Luar Biasa Timnas Futsal Indonesia
Skuad Timnas Futsal Indonesia usai menang atas Jepang, Kamis (06/02/2026). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Timnas Futsal Indonesia menutup Piala Asia Futsal 2026 dengan status runner-up setelah kalah dari Iran melalui drama adu penalti. Partai final berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026) malam WIB, dalam tensi tinggi hingga menit terakhir.

Kekalahan itu tidak menghapus makna perjalanan luar biasa skuad asuhan Hector Souto sepanjang turnamen. Prestasi ini menjadi tonggak baru dalam sejarah futsal nasional di level Asia.

Advertisement

Dari fase gugur hingga final, perjuangan para pemain menghadirkan optimisme baru bagi perkembangan futsal Tanah Air. Dukungan publik tuan rumah menjadi energi tambahan dalam setiap laga krusial yang dijalani.

1 dari 2 halaman

Rekor Bersejarah Menuju Final

Rekor Bersejarah Menuju Final

Selebrasi gol pemain Timnas Futsal Indonesia pada duel lawan Vietnam di AFC Futsal Cup 2026 (c) Bagaskara Lazuardi

Sejarah pertama tercipta pada babak perempat final ketika Indonesia menumbangkan Vietnam. Kemenangan itu mengantar mereka ke semifinal Piala Asia untuk kali pertama sepanjang partisipasi.

Laga semifinal menghadirkan tantangan lebih besar karena lawan yang dihadapi adalah Jepang, peraih empat gelar juara Asia. Pertandingan berjalan ketat hingga perpanjangan waktu sebelum Indonesia memastikan tiket ke final.

Konsistensi permainan menjadi kunci dalam dua laga hidup-mati tersebut. Organisasi bertahan yang rapat berpadu dengan keberanian menyerang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.

Final melawan Iran kembali menunjukkan karakter pantang menyerah. Juara Asia 13 kali itu dipaksa bekerja ekstra selama 40 menit waktu normal dan tambahan waktu.

Akan tetapi, adu penalti menjadi penentu hasil akhir. Iran keluar sebagai pemenang setelah eksekutor mereka tampil lebih efektif di titik putih.

Israr Megantara dan rekan-rekan tetap mendapat apresiasi atas perjuangan tanpa kompromi. Mereka sukses membawa Indonesia menembus batas yang sebelumnya belum pernah dicapai.

2 dari 2 halaman

Kebanggaan dan Tantangan ke Depan

Kebanggaan dan Tantangan ke Depan

Selebrasi pemain Timnas Futsal Indonesia vs Iran di final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu (7/2/2026). (c) Bola.net/Abdul Aziz

Pelatih Hector Souto tetap mengungkapkan rasa bangga meski gelar juara lepas dari genggaman. “Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat untuk para pemain kami. Kami telah bekerja sangat keras,” ujar Souto dalam konferensi pers seusai laga.

Ucapan itu menggambarkan nilai proses yang dijalani sepanjang turnamen. Perjalanan hingga final menjadi bukti kemajuan signifikan dalam kualitas tim.

Iran datang ke Indonesia sebagai juara bertahan dengan catatan pertahanan impresif. Pada fase grup, mereka hanya kebobolan tiga gol dari tiga pertandingan.

Malaysia menjadi tim pertama yang mampu menjebol gawang Iran meski akhirnya kalah 1-4. Dua gol lainnya tercipta saat Iran mengalahkan Afghanistan 5-2 di laga terakhir Grup D.

Arab Saudi menjadi satu-satunya tim yang gagal mencetak gol ke gawang Iran pada fase grup. Statistik itu memperlihatkan betapa sulitnya menembus pertahanan sang raksasa Asia.

Perjalanan Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026 menjadi fondasi penting menuju kompetisi berikutnya. Runner-up Asia ini bukan akhir, tetapi awal dari target yang lebih tinggi di masa depan.

Disadur dari: Bola.com/Hendry Wibowo, 7 Februari 2026

LATEST UPDATE