Kemarahan dalam Diam Pelatih Arab Saudi, Dipicu Kartu Merah Konyol Mohamed Kanno?
Editor Bolanet | 10 Oktober 2025 09:08
Bola.net - Pelatih Arab Saudi, Herve Renard, dilaporkan menunjukkan kemarahan dalam diam sesaat setelah timnya memastikan kemenangan 3-2 atas Timnas Indonesia. Reaksi dingin itu dipicu oleh kartu merah konyol yang diterima oleh gelandang senior, Mohamed Kanno.
Insiden kartu merah tersebut terjadi di menit-menit akhir laga krusial melawan Timnas Indonesia. Kecerobohan itu dinilai nyaris membuat kemenangan yang sudah di depan mata menjadi buyar.
Kekecewaan Renard pada pemain seniornya itu berbanding terbalik dengan sikapnya kepada para pemain muda. Ia justru memuji habis-habisan performa para darah muda seperti Saleh Abu Al-Shamat yang tampil gemilang.
Reaksi Renard ini menjadi sorotan utama media Arab. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya masalah disiplin yang bisa merugikan tim dalam upaya mereka lolos ke Piala Dunia 2026.
Kecewa Berat pada Sang Veteran
Herve Renard memasukkan Mohamed Kanno di babak kedua dengan satu tujuan jelas. Ia ingin pengalaman sang gelandang senior bisa membantu mengontrol permainan dan mengamankan keunggulan.
Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Hanya lima menit setelah masuk ke lapangan, Kanno justru menerima kartu merah setelah terlibat adu argumen dengan wasit.
Media Arab menggambarkan bagaimana raut kekecewaan mendalam terpancar dari wajah Renard. Ia disebut hanya bisa terdiam, menahan amarah melihat tindakan ceroboh pemainnya.
"Reaksi Renard terhadap kartu merah itu benar-benar diam. Ia tidak memprotes wasit, tidak berbicara dengan asistennya, ia hanya menahan amarahnya," tulis laporan media Asharq Al-Awsat.
Enggan Salahkan Wasit, Fokus Berbenah
Meskipun insiden kartu merah itu cukup kontroversial, Herve Renard menunjukkan kelasnya. Ia sama sekali tidak mau menyalahkan wasit atau pihak lain atas apa yang terjadi di lapangan.
Dalam konferensi pers, ia dengan cerdik menolak untuk ditarik ke dalam perdebatan mengenai kinerja wasit. Baginya, fokus utama saat ini adalah melakukan evaluasi dan perbaikan internal.
"Ketika Anda seorang pelatih, terkadang Anda berbicara dengan wasit keempat dengan marah. Sejujurnya, saya tidak ingin mengomentari wasit karena mungkin bisa ditafsirkan secara keliru," kata Herve Renard.
"Dan kami hanya ingin fokus pada laga berikutnya," lanjutnya, seraya menegaskan bahwa yang terpenting adalah mempersiapkan diri untuk laga penentuan melawan Irak.
Pujian untuk 'Kartu As' Baru
Sikap dingin Renard terhadap insiden kartu merah Kanno sangat kontras dengan pujiannya untuk bintang muda, Saleh Abu Al-Shamat. Pemain berusia 23 tahun itu disebutnya sebagai 'kartu as' baru yang tampil magis.
Renard mengaku sangat terkesan dengan talenta dan kontribusi besar yang diberikan oleh Abu Al-Shamat. Ia menyebut sang pemain sebagai pembuat perbedaan di laga yang sulit tersebut.
"Dia adalah talenta yang luar biasa dan hari ini kita melihat performa level tingginya. Dia menciptakan perbedaan," puji Renard.
"Terkadang setelah menunjukkan performa ini, Anda menemukan sang pemain terbang di angkasa, tetapi dia harus selalu ingat bahwa konsistensi dan kerja berkelanjutan adalah jalan menuju kesuksesan," lanjutnya, memberikan pesan agar sang bintang baru tetap rendah hati.
Statistik Serangan yang Mengagumkan
Di luar drama kartu merah, media Arab juga menyoroti betapa superiornya lini serang Arab Saudi. Serangan yang dibangun oleh para pemain muda disebut tidak pernah berhenti sepanjang laga.
Secara statistik, performa ofensif Arab Saudi memang sangat luar biasa. Mereka tercatat mampu melepaskan total 17 tembakan ke arah gawang Timnas Indonesia.
Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan peluang yang sangat berbahaya. Satu tembakan bahkan sempat membentur mistar gawang Skuad Garuda.
Semangat juang para pemain muda seperti Abu Al-Shamat, Feras Albrikan, dan Musab Al-Juwayr menjadi kunci. Ditambah dengan pengalaman dari Salem Al-Dawsari, serangan Arab Saudi tampil sangat hidup dan dinamis.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Era Terakhir Generasi Emas
Piala Dunia 22 April 2026, 13:38
-
Profil Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026: Sudah Saatnya Juara Lagi
Piala Dunia 22 April 2026, 12:11
-
Fadly Alberto Minta Maaf: Perbuatan Bodoh Saya Menendang Rakha Nurkholis
Tim Nasional 21 April 2026, 17:20
LATEST UPDATE
-
Dipecat Chelsea, Berapa Pesangon yang Diterima Liam Rosenior?
Liga Inggris 23 April 2026, 11:24
-
Berapa Poin yang Dibutuhkan Barcelona untuk Juara La Liga?
Liga Spanyol 23 April 2026, 11:20
-
Wow! Ruben Amorim Jadi Calon Pelatih Baru Chelsea?
Liga Inggris 23 April 2026, 11:12
-
Bawa Manchester City Gusur Arsenal, Erling Haaland Super Bahagia
Liga Inggris 23 April 2026, 10:33
-
Lazio vs Inter di Final Coppa Italia 2025/2026, Ulangan Duel Klasik
Liga Italia 23 April 2026, 10:26
-
Barcelona vs Celta: Tiga Angka tak Bikin Hansi Flick Puas
Liga Spanyol 23 April 2026, 09:50
-
Liga Inggris 23 April 2026, 09:31

LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37











