Kenangan-kenangan Unik Henk Wullems di Indonesia
Gia Yuda Pradana | 19 Agustus 2020 09:53
Bola.net - Kabar duka datang untuk sepak bola Indonesia. Mantan pelatih Timnas Indonesia, Henk Wullems, meninggal dunia dalam usia 84 tahun pada Sabtu (15/8/2020).
Kabar tersebut baru diketahui publik pada Selasa (18/8/2020) setelah akun media sosial resmi klub Belanda, AZ Alkmaar, menuliskan tentang kabar duka itu.
Nama Henk Wullems sangat familiar di Indonesia. Pelatih asal Belanda pernah berkarier di Indonesia dengan melatih klub sampai Timnas Indonesia.
Henk Wullems pernah menukangi Bandung Raya, Arema, Persegi Gianyar, Timnas Indonesia. Prestasi terbaik yang diraih Henk Wullems di Indonesia adalah membantu Bandung Raya meraih gelar juara Liga Indonesia 1995-1996.
Selama berkarier di Indonesia, Henk Wullems dikenal sebagai pelatih cerdik soal taktik dan strategi. Selain itu, Henk Wullems juga dikenal andal dalam memotivasi para pemainnya.
Henk Wullems menukangi Timnas Indonesia selama dua tahun rentang 1996-1998. Prestasi terbaiknya adalah membantu Tim Merah Putih meraih medali perak SEA Games 1997.
Setelah menukangi Timnas Indonesia, Henk Wullems sempat menjajal peran lain, yakni sebagai Direktur Teknik PSM Makassar. Henk Wullems yang diduetkan dengan pelatih lokal, Syamsuddin Umar, sukses membawa PSM menjuarai Liga Indonesia VI 1999/2000.
Henk Wullems masuk dalam jajaran pelatih papan atas era Liga Indonesia. Ia membawa Mastrans Bandung Raya meraih trofi juara Liga Indonesia 1995-1996 setelah mengalahkan PSM Makassar 2-0 pada laga final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Sukses yang membuatnya menjadi pelatih asing pertama yang membawa klubnya juara di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Menariknya, empat tahun kemudian, bersama klub yang dikalahkannya itu, Henk Wullems kembali menggenggam trofi juara musim 1999-2000 dengan status Direktur Teknik.
Keras, ketat, dan disiplin jadi ciri khas pelatih berpaspor dalam menangani tim. Seperti diungkap Syamsuddin Umar, pelatih kepala PSM musim itu.
"Henk Wullems pernah bilang, disiplin dan komitmen yang bisa membedakan seorang pemain besar dengan yang biasa saja. Kalau tidak disiplin, bersiaplah terdepak dari sepakbola," ujar Syamsuddin dalam buku biografinya, "Bola itu Bundar'.
Sosok Pelatih yang Peduli
Menurut Syamsuddin, Henk Wullems juga sosok pelatih yang sangat peduli dengan kondisi pemain dan tim. Ia merujuk pengalaman saat PSM bertandang ke markas Persma Manado.
PSM harus dua kali berpindah hotel atas permintaan Henk. Dua hotel pertama dinilainya tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan tim seperti wastafel kurang bersih sampai colokan listrik hotel yang tidak sesuai dengan colokan PlayStation milik pemain.
Alhasil, manajer PSM saat itu, Kadir Halid harus mengeluarkan dana besar karena sewa hotel terlanjur dibayar.
"Ketika saya tanya apa alasannya bersikap begitu, jawaban Henk enteng saja. Dia bilang begini, kondisi dan psikologis pemain sangat penting untuk memenangkan pertandingan," tutur Syamsuddin.
Ucapan Henk terbukti benar. PSM akhirnya memetik tiga poin laga itu. "Sebelum pertandingan, Henk mengumpulkan pemain. Dia bilang, pelayanan terbaik dari pengelola harus dibayar dengan kemenangan. Kalau tidak, mau disimpan di mana muka saya."
Beragam Kisah Unik
Peristiwa lain, Henk Wullems pernah datang dengan muka jengkel ke sekretariat PSM di Jalan Sungai Saddang Makassar. Kala itu, Syamsuddin dan Kadir sudah menunggunya untuk memdiskusikan kondisi tim.
Dia datang dengan menggunakan taksi bukan mobil pribadinya. Ternyata, Henk meninggalkan begitu saja mobilnya dipinggir jalan karena kehabisan bensin.
"Henk pun protes ke Kadir. Menurutnya, mobil dan bensin adalah satu paket. Alhasil Henk pun meminta Kadir mengambil mobilnya itu plus membayar ongkos taksinya," kata Syamsuddin.
Dibalik sikap disiplin dan tegas, Syamsuddin mengungkap sisi lain dari Henk. Menurut Syamsuddin, Henk tetap manusia biasa yang polos dan sedikit lugu.
Syamsuddin menceritakan pengalaman unik dan lucu saat bersama Henk dan Assegaf Razak (asisten pelatih) menempuh perjalanan darat menuju Polman (Sulawesi Barat). Kala itu, PSM menghadapi PKT Bontang pada partai usiran.
"Dalam perjalanan, Henk berkali-kali bertanya kapan sampai. Dia bilang kalau di Eropa, kita sudah melewati beberapa negara," kenang Syam.
Layaknya perjalanan jauh, Henk pun harus menahan ingin buang air kecil. Tapi, saat itu hanya terlihat hamparan sawah sepanjang jalan.
"Saya sempat memberhentikan mobil dan mempersilakanya turun untuk kencing. Ia spontan menolak dan terpaksa menahan kencing."
Henk juga menyukai benda atau apa saja yang menurutnya unik dan aneh. Setelah pertandingan, dalam perjalanan pulang ke Makassar, Henk tertarik dengan gerabah (perkakas yang terbuat dari tanah) dan langsung memborongnya.
"Henk bahkan menyimpannya baik-baik dan membawanya pulang ke Belanda sebagai oleh-oleh," kata Syamsuddin.
Arsitek Timnas Indonesia
Sebelum menjadi Direktur Teknik di PSM, Henk Wullems sempat menangani Timnas Indonesia pada 1997. PSSI memilih Henk berkat suksesnya membawa Mastrans Bandung Raya juara Liga Indonesia 1995-1996.
Henk tak lama menangani Timnas Indonesia. Dia tercatat menangani Tim Garuda dalam dua ajang, yakni Kualifikasi Piala Dunia 1998 dan SEA Games 1997.
Pada ajang terakhir, Indonesia hanya meraih perak setelah pada final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno. Fachri Husaini dan kawan-kawan kalah adu penalti 2-4 dari Thailand. Sebelumnya, sampai babak tambahan waktu berakhir, Indonesia dan Thailand bermain imbang 1-1.
Raihan perak ini terasa menyesakkan. Karena sebelum sampai ke final, Timnas Indonesia mengalahkan semua lawan yang dihadapinya secara meyakinkan. Dari lima partai, Indonesia melesakkan 15 gol ke gawang lawan dan hanya kemasukkan lima kali.
Disadur dari: Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo/Abdi Satria
Published: 18 Agustus 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Henk Wullems Berpulang di Usia 84 Tahun
Meski Tak Ada Agenda, Timnas Indonesia akan TC pada Akhir Tahun
Dua Hari Lagi, 36 Pemain Timnas Indonesia U-19 Akan Kembali Latihan
Timnas Indonesia Tak Ada Agenda, Para Pemain Dikumpulkan Lagi Akhir Tahun
Exco APSSI Tetap Apresiasi Regulasi U-20 Meski Tak Sepenuhnya untuk Timnas
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
Link Live Streaming PSS vs Borneo FC di BRI Super League
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 13:27
-
Hasil BRI Super League: Bhayangkara FC Ditahan PSM Makassar
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:09
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persija Taklukkan Persik Kediri 2-1
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:04
LATEST UPDATE
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

