Ketika Timnas Indonesia vs Kamboja Berlangsung Panas, Ada Kontroversi Pula!
Yaumil Azis | 9 Desember 2021 07:02
Bola.net - Perjalanan Timnas Indonesia di Grup B Piala AFF 2020 akan dimulai pada Kamis (9/12/2021), dengan Kamboja sebagai lawannya. Ini bukanlah kali pertama kedua negara bertatap muka dalam kompetisi internasional.
Dalam sejarahnya, Timnas Indonesia kerap meraih kemenangan telak kala menghadapi Kamboja. Boleh dibilang, Kamboja merupakan satu tim yang sering menjadi lumbung gol Tim Garuda.
Dari penelusuran, Timnas Indonesia bahkan pernah menang telak 10-0 atas Kamboja di sepak bola SEA Games 1995 yang digelar di Thailand.
Kala itu Timnas Indonesia menang berkat quattrick yang dicetak Eri Irianto, hattrick Kurniawan Dwi Yulianto, dan masing-masing satu gol dari Widodo C Putro, Ansyari Lubis, dan Indriyanto Nugroho.
Kemenangan telak lainnya terjadi di Piala AFF 2004. Kala itu, Timnas Indonesia menang 8-0 atas Kamboja berkat hattrick Ilham Jaya Kesuma, dua gol yang masing-masing dicetak Elie Aiboy dan Kurniawan Dwi Yulianto, serta satu gol lain dicetak Ortizan Solossa.
Timnas Indonesia juga pernah menang 7-0 atas Kamboja dalam laga uji coba yang digelar pada 2008 dan 6-0 pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2002 zona Asia. Dalam kemenangan telak di laga kualifikasi menuju Piala Dunia di Korea dan Jepang itu, Uston Nawawi mencetak hattrick, selain gol yang dicetak Aples Tecuari, Kurniawan Dwi Yulianto, dan gol bunuh diri Soeur Chanveasna.
Selain itu, Timnas Indonesia juga pernah menang 6-0 atas Kamboja pada fase grup SEA Games 2011 yang digelar di Jakarta dan 6-1 di SEA Games 2015 yang digelar di Singapura. Kemudian Tim Garuda juga pernah menang telak 4-0 atas Kamboja di Piala AFF U-16 2018.
Bicara di Piala AFF, selain kemenangan telak 8-0 di Piala AFF 2004, Timnas Indonesia juga menang 3-0 atas Kamboja pada edisi 1996, saat turnamen tersebut masih disebut Piala Tiger.
Namun, belakangan sepak bola Kamboja mulai lebih baik. Timnas Indonesia tak selalu bisa meraih kemenangan telak ketika menghadapi Angkor Warrior.
Sebagai contoh Timnas Indonesia menang tipis 4-3 atas Kamboja di laga grup Piala AFF U-19 2016, di mana saat itu Saddil Ramdani mencetak hattrick. Kemudian di SEA Games 2017 dan Piala AFF U-22 2019, di mana Tim Garuda hanya menang 2-0 atas Kamboja.
Satu hal yang menarik, dalam dua pertemuan terakhir Timnas Indonesia dan Kamboja, yaitu di SEA Games 2017 dan Piala AFF U-22 2019, ada kontroversi yang mewarnai kemenangan Tim Garuda atas Kamboja.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Nyaris Baku Hantam dan Insiden Marinus Wanewar

Timnas Indonesia U-22 pernah terlibat baku hantam dengan Kamboja pada akhir pertandingan di Grup B SEA Games 2017 yang digelar di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia. Kala itu, Tim Garuda Muda menang 2-0 lewat gol Ezra Walian dan Febri Hariyadi.
Namun, pada masa injury time, kericuhan terjadi. Tampak kedua tim saling memprovokasi hingga nyaris terjadi baku hantam setelah laga berakhir.
Dalam pengamatan Bola.com yang juga hadir di Shah Alam, kericuhan diawali dengan pelanggaran keras terhadap Evan Dimas yang dilakukan pemain Kamboja.
Kemudian Evan Dimas sempat merebut bola dari kaki pemain Kamboja dan membuat pemain lainnya terpancing emosi. Akhirnya para pemain dari kedua tim terlibat saling menantang dan berusaha dilerai oleh wasit Nagvenkar Tejas dari India dan dua asistennya.
Kericuhan yang melibatkan hampir semua pemain di lapangan itu membuat ada pemain Kamboja yang terjatuh dan Marinus Wanewar yang ada di dekatnya didorong untuk menjauhi pemain tersebut. Marinus bahkan sempat dipukul.
Dalam kericuhan tersebut, Marinus sempat memperlihatkan gestur yang tidak terpuji ke arah bench Kamboja, yaitu seperti memegang kemaluannya yang bisa diartikan sebagai sebuah penghinaan. Insiden tersebut membuat pemain cadangan dan ofisial Kamboja pun ikut terpancing emosi dan kericuhan kembali terjadi.
Ketika wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir, para pemain Kamboja berusaha mengincar Marinus. Namun, asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Miguel Gandia, segera mengamankan Marinus. Para pemain Kamboja tampak emosi yang kemudian memancing emosi pemain Indonesia.
Ketika pelatih Timnas Indonesia dan asistennya, Luis Milla dan Bima Sakti, berusaha melerai, ofisial Kamboja justru memprovokasi lagi dengan berlari dan menabrakkan badannya ke arah Bima Sakti.
Insiden tersebut berlanjut ke ruang konferensi pers. Pelatih Kamboja saat itu, Vanconcellos Andrade Vitorino, membawa semua pemainnya ke dalam ruang konferensi pers. Selain meminta maaf karena kegagalan Kamboja dalam laga tersebut, pelatih Kamboja juga mengungkapkan rasa kesalnya terhadap perilaku Marinus di lapangan.
"Sebenarnya saya hanya ingin membicarakan tim saya, tapi pemain Indonesia nomor 24 memegang kemaluan dan mengarahkannya kepada kami. Ini menjadi tugas pelatih Indonesia untuk mendidik pemainnya," tegas Vitorino kepada awak media saat itu.
Sebagai respons terhadap protes pelatih Kamboja, Luis Milla meminta maaf atas perilaku memalukan anak asuhnya itu. Pelatih asal Spanyol itu mengaku sedih karena Tim Garuda Muda bisa lolos ke semifinal tapi harus diwarnai insiden yang tidak menyenangkan. Bahkan Luis Milla mengaku telah memberikan ultimatum kepada Marinus di ruang ganti.
Selebrasi di Depan Bench dan Penolakan Jabat Tangan

Seakan belum selesai kericuhan yang terjadi di SEA Games 2017, Timnas Indonesia dan Kamboja kembali terlibat ketegangan ketika bertemu di Piala AFF U-22 2019. Lagi-lagi, insiden yang terjadi melibatkan Marinus Wanewar.
Perbedaannya, dalam pertandingan tersebut Marinus sebenarnya menjadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia U-22. Marinus memborong dua gol Tim Garuda Muda ke gawang Kamboja.
Namun, seakan tidak belajar dari pengalamannya pada 2017, Marinus kembali memancing emosi pemain Kamboja dalam laga tersebut. Ia memulainya dengan berjoget-joget di depan bangku cadangan Kamboja setelah mencetak gol bagi Timnas Indonesia.
Ketika pertandingan berakhir, Marinus Wanewar yang menjadi pahlawan kemenangan Indonesia seakan di atas angin. Sikap tidak terpujinya kembali berlanjut dengan memperlihatkan gestur jempol terbalik ke arah pemain Kamboja.
Semakin tidak menyenangkan ketika seorang pemain Kamboja menghampirinya untuk berjabat tangan. Marinus menolaknya dengan menarik tangannya setelah sempat seakan menerima ajakan tersebut. Aksi tersebut pun diprotes oleh para pemain Kamboja dan wasit saat itu memberinya peringatan.
Akhirnya ketika kedua tim berjabat tangan di tengah lapangan setelah laga berakhir, Marinus sempat memperlihatkan gestur meminta maaf, tapi para pemain Kamboja menolak untuk berjabat tangan dengan striker Timnas Indonesia U-22 itu, dimulai dari sang kapten dan diikuti oleh pemain lainnya.
Disadur dari: Bola.com (Benediktus Gerendo Pradigdo)
Diunggah pada: 9 Desember 2021
Baca Juga:
- Yok Bisa Yok! Tottenham Dukung Indonesia di Piala AFF 2020
- Benarkah Jadwal Enteng di Awal Piala AFF 2020 Menguntungkan Timnas Indonesia?
- 5 Pemain Timnas Indonesia yang Berpeluang Debut Lawan Kamboja di Piala AFF 2020
- Daftar Nomor Punggung Timnas Indonesia di Piala AFF 2020: Egy 10, Ezra 7, Elkan Bagott?
- Piala AFF 2020: Kamboja Tebar Ancaman, Shin Tae-yong Siapkan Siaga 1 untuk Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesumbar Alvaro Arbeloa: Real Madrid Favorit Juara Liga Champions Musim 2025/2026!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:29
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


