Konsep BTN Dapat Pujian Dari Mantan Ketum PSSI
Editor Bolanet | 2 April 2014 20:57
- Mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Ketum PSSI) periode 1991-1999, Azwar Anas, mengaku bahagia dengan kemajuan sepak bola Indonesia pascadualisme yang berkepanjangan namun akhirnya mampu membaik.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia ke-5 (periode 17 Maret 1993-Januari 1998) di era Presiden Soeharto tersebut, menegaskan sangat terharu dengan kondisi yang semakin hari semakin membaik dilakukan pengurus PSSI.
Landasan-landasan yang dulu dipertahankan dan dijadikan benang merah dari sepak bola itu sendiri, dilakukan dengan baik PSSI pascadualisme.
Saya berkomunikasi dengan pak Nyalla (Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti), menyatakan bahwa prestasi sepak bola kini harus dipertahankan dan harus terus dibangkitkan. Karena saat ini, sepak bola sudah berada dan kembali pada jalurnya, ungkap Azwar Anas.
PSSI juga dinilai mampu menghilangkan kepentingan golongan-golongan dari sepak bola. Hal tersebut, sangat tepat karena akan menghasilkan sepak bola yang sehat.
Hal lain yang membuat sosok kelahiran Padang, Sumatera Barat, 2 Agustus 1933 tersebut terharu, yakni dimulainya arti pembinaan di setiap daerah. Selain itu, PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) juga sangat memperhatikan Tim Nasional dari berbagai kelompok umur.
Pemilik nama lengkap Azwar Anas Datuak Rajo Sulaiman tersebut, juga sangat bangga kelompok-kelompok umur dari Timnas mendapatkan kesempatan untuk bisa melakukan pertandingan-pertandingan di luar negeri dan mendapatkan porsi dalam publikasi dan perlakuan yang sama dari BTN.
Indikasi membaiknya sepak bola kita juga sudah bisa dilihat dari antusias masyarakat kepada Timnas. Yang lebih membuat saya bangga, Timnas yang jadi perhatian masyarakat adalah anak-anak muda yang berada di dalam kelompok umur yakni Timnas 19. Ini gejala-gejala karunia dari Tuhan berkat usaha manusia, tegas mantan Menteri Perhubungan RI ke-21 (23 Maret 1988-17 Maret 1993) dan Gubernur Sumatera Barat ke-4 (1977-1987) tersebut.
Azwar juga sangat setuju dengan konsep BTN yang berusaha menjaga mental para pemain muda. Tidak mengkomersilkan Timnas dengan finansial pihak luar, maupun tidak memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk dirusak hal-hal yang bisa menjadi penghalang untuk berprestasi.
Bapak-bapak di PSSI, pelatih-pelatih di PSSI, siapapun pelaku sepak bola saat ini, Ayo gejala membaik ini sudah ada. Pelatih jaga anak-anak kita dengan baik, jangan rusak mental mereka. Sepak bola alat pemersatu bangsa, dan baru kali ini saya merasakan getaran pemersatu itu di sepak bola yang membaik ini, pungkasnya. (esa/dzi)
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia ke-5 (periode 17 Maret 1993-Januari 1998) di era Presiden Soeharto tersebut, menegaskan sangat terharu dengan kondisi yang semakin hari semakin membaik dilakukan pengurus PSSI.
Landasan-landasan yang dulu dipertahankan dan dijadikan benang merah dari sepak bola itu sendiri, dilakukan dengan baik PSSI pascadualisme.
Saya berkomunikasi dengan pak Nyalla (Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti), menyatakan bahwa prestasi sepak bola kini harus dipertahankan dan harus terus dibangkitkan. Karena saat ini, sepak bola sudah berada dan kembali pada jalurnya, ungkap Azwar Anas.
PSSI juga dinilai mampu menghilangkan kepentingan golongan-golongan dari sepak bola. Hal tersebut, sangat tepat karena akan menghasilkan sepak bola yang sehat.
Hal lain yang membuat sosok kelahiran Padang, Sumatera Barat, 2 Agustus 1933 tersebut terharu, yakni dimulainya arti pembinaan di setiap daerah. Selain itu, PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) juga sangat memperhatikan Tim Nasional dari berbagai kelompok umur.
Pemilik nama lengkap Azwar Anas Datuak Rajo Sulaiman tersebut, juga sangat bangga kelompok-kelompok umur dari Timnas mendapatkan kesempatan untuk bisa melakukan pertandingan-pertandingan di luar negeri dan mendapatkan porsi dalam publikasi dan perlakuan yang sama dari BTN.
Indikasi membaiknya sepak bola kita juga sudah bisa dilihat dari antusias masyarakat kepada Timnas. Yang lebih membuat saya bangga, Timnas yang jadi perhatian masyarakat adalah anak-anak muda yang berada di dalam kelompok umur yakni Timnas 19. Ini gejala-gejala karunia dari Tuhan berkat usaha manusia, tegas mantan Menteri Perhubungan RI ke-21 (23 Maret 1988-17 Maret 1993) dan Gubernur Sumatera Barat ke-4 (1977-1987) tersebut.
Azwar juga sangat setuju dengan konsep BTN yang berusaha menjaga mental para pemain muda. Tidak mengkomersilkan Timnas dengan finansial pihak luar, maupun tidak memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk dirusak hal-hal yang bisa menjadi penghalang untuk berprestasi.
Bapak-bapak di PSSI, pelatih-pelatih di PSSI, siapapun pelaku sepak bola saat ini, Ayo gejala membaik ini sudah ada. Pelatih jaga anak-anak kita dengan baik, jangan rusak mental mereka. Sepak bola alat pemersatu bangsa, dan baru kali ini saya merasakan getaran pemersatu itu di sepak bola yang membaik ini, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Amar Brkic Langsung Bersinar di Borneo FC: Gol Perdana Tercipta di Panggung Asia
Bola Indonesia 23 Oktober 2026, 21:46
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Tim Nasional 22 Oktober 2026, 22:21
LATEST UPDATE
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




