Lawan Myanmar, Timnas U-21 Terapkan Strategi Menyerang
Editor Bolanet | 28 Februari 2012 09:25
- Tim nasional Indonesia U-21 tetap akan menerapkan strategi menyerang saat lawan Myanmar dalam laga lanjutan Trophy Hassanal Bolkiah, Brunei Darussalam, Selasa (28/02). Meski tim berjuluk The White Angels diperkirakan memberikan perlawanan berat, namun pelatih tim nasional Indonesia U-21, Widodo Cahyono Putro mengatakan, tetap akan bermain normal dan tidak hanya fokus dalam melakukan pertahanan.
Jika sibuk dalam hal melakukan pertahanan, tentu kami akan kesulitan menciptakan poin. Untuk itu, saya sudah katakan kepada para pemain agar tidak takut dan terbebani, terangnya kepada .
“Dengan demikian, harapan menghasilkan poin penuh bisa terwujud. Kita tidak perlu terlalu takut dengan tekanan yang akan diberikan lawan dalam permainan nanti. Dengan banyak hal yang sudah disampaikan kepada para pemain, saya percaya mereka mengetahui langkah apa yang harus diambil dalam memutus alur serangan lawan, tukasnya.
Meski Widodo menilai permainan Myanmar cukup membahayakan, namun optimisme tinggi dan semangat pantang menyerah wajib diusung Nurmufid Fastabiqul Khoirot dan kawan-kawan. Karenanya, Widodo meminta para anak asuhnya agar tidak menyerah begitu saya. Terlebih, harus mengedepankan semangat juang tinggi dan menunjukkan kemampuan bermain yang maksimal.
“Pada pertandingan pertama, Myanmar memang menang telak atas Filipina 8-2. Namun, kita tidak boleh takut dan lemah. Kita harus tetap tunjukkan semangat dan bermain penuh kedisiplinan, tuntasnya. (esa/mac)
Jika sibuk dalam hal melakukan pertahanan, tentu kami akan kesulitan menciptakan poin. Untuk itu, saya sudah katakan kepada para pemain agar tidak takut dan terbebani, terangnya kepada .
“Dengan demikian, harapan menghasilkan poin penuh bisa terwujud. Kita tidak perlu terlalu takut dengan tekanan yang akan diberikan lawan dalam permainan nanti. Dengan banyak hal yang sudah disampaikan kepada para pemain, saya percaya mereka mengetahui langkah apa yang harus diambil dalam memutus alur serangan lawan, tukasnya.
Meski Widodo menilai permainan Myanmar cukup membahayakan, namun optimisme tinggi dan semangat pantang menyerah wajib diusung Nurmufid Fastabiqul Khoirot dan kawan-kawan. Karenanya, Widodo meminta para anak asuhnya agar tidak menyerah begitu saya. Terlebih, harus mengedepankan semangat juang tinggi dan menunjukkan kemampuan bermain yang maksimal.
“Pada pertandingan pertama, Myanmar memang menang telak atas Filipina 8-2. Namun, kita tidak boleh takut dan lemah. Kita harus tetap tunjukkan semangat dan bermain penuh kedisiplinan, tuntasnya. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19













