Marc Klok Belum Bisa Bela Timnas Indonesia karena Tak Dapat Buktikan Garis Keturunan ke FIFA
Gia Yuda Pradana | 8 November 2021 09:02
Bola.net - Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Indra Sjafri mengungkapkan penyebab Marc Klok belum bisa memperkuat Timnas Indonesia. Gelandang naturalisasi kelahiran Belanda itu disebutnya terganjal garis keturunan.
Indra menyatakan bahwa FIFA meminta bukti darah Indonesia PSSI dan Klok. Namun, pihaknya bersama pemain berusia 28 tahun itu tidak dapat memenuhi syarat tersebut.
"Marc Klok belum bisa berpindah asosiasi. Kasusnya seperti Ezra Walian beberapa waktu lalu," ujar Indra, kepada wartawan di Sentul, Kabupaten Bogor Minggu (7/11/2021).
"Menurut Klok, dia tidak bisa menunjukkan dokumen keturunan. FIFA meminta dokumen keturunan. Kami juga tidak bisa membuktikan dokumen itu," katanya menambahkan.
Klok telah dinaturalisasi sejak November 2020. Penggawa Persib Bandung itu mendapatkan status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) lewat bantuan dari Kemenpora, Kemenkumham, dan PSSI.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Jalur Naturalisasi Marc Klok

Klok dinaturalisasi lewat jalur Pasal 20 UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia yang memperbolehkan Warga Negara Asing (WNA) menjadi WNI tanpa perlu melalui pasal ke-9 huruf b dengan syarat WNA itu telah berjasa kepada Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara.
Klok tidak dapat memenuhi pasal 9 huruf b karena belum tinggal minimal lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut di Indonesia.
Klok baru empat tahun menetap di Indonesia. Mantan pemain Persija Jakarta itu mengaku punya garis keturunan dari kakek buyutnya yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kebutuhan tim sepak bola juga dinilai sangat penting karena akan memasuki ajang kejuaraan yang menentukan peringkat," ucap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali dinukil dari laman Kemenpora setelah naturalisais Marc Klok disetujui Komisi III DPR RI pada Oktober 2020.
"Terima kasih kepada Komisi III DPR RI. Tentunya kami berharap atlet mau mengabdikan diri untuk Tanah Air. Kami harap bisa mengharumkan nama bangsa. Kami juga akan terus bekerja sama dengan Menpora dan mendorong cabang olahraga untuk terus meningkatkan prestasi," timpal Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly dalam kesempatan yang sama.
Tinggal 5 Bulan Lagi

Klok harus menuruti Statuta FIFA karena tidak punya garis keturunan untuk tinggal selama lima tahun sebelum membela Timnas Indonesia.
Statuta FIFA 2020 Pasal Ketujuh tentang Kelayakan Bermain untuk tim perwakilan menjelaskan bahwa siapapun pemain yang ingin bermain di negara barunya, harus lahir di wilayah asosiasi itu, ibu kandung atau ayahnya lahir di wilayah asosiasi itu, nenek atau kakeknya lahir di wilayah asosiasi itu, atau telah tinggal di wilayah asosiasi itu.
FIFA juga menetapkan lama menetap di wilayah asosiasi yaitu minimal tiga tahun sebelum usia 10 tahun, lima tahun untuk usia 10-18 tahun, dan lima tahun sejak usia 18 tahun.
Marc Klok telah berada di Indonesia sejak April 2017. Dengan begitu, eks gelandang PSM Makassar itu tinggal membutuhkan lima bulan lagi untuk menyentuh peraturan masa tinggal demi membela Timnas Indonesia.
"Dia harus lima tahun tinggal di Indonesia," imbuh Indra.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Main di Klub Asia, 5 Pemain Timnas Indonesia Ini Bisa Diandalkan di Piala AFF 2020
- Termasuk Elkan Baggott, Ini Daftar 26 Pemain yang Dipanggil Shin Tae-yong untuk TC di Turki
- Persiapan Lawan Afghanistan, Timnas Indonesia Berangkat ke Turki Lebih Cepat
- Piala AFF Bukan Agenda FIFA, 5 Pemain Terancam Absen Perkuat Timnas Indonesia
- Jangan Lewatkan! Inilah Jadwal Dua Laga Uji Coba Timnas Indonesia Menjemput Piala AFF 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






