Menang Tapi Belum Tajam: Analisis Statistik Timnas Indonesia Saat Gulung Singapura 2-0

Asad Arifin | 25 September 2026 22:31
Menang Tapi Belum Tajam: Analisis Statistik Timnas Indonesia Saat Gulung Singapura 2-0
Ole Romeny merayakan golnya bersama Timnas Indonesia pada laga lawan Singapura pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026 (c) Budy Santoso

Bola.net - Timnas Indonesia mengawali kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan. Menjamu Singapura di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (25/9) malam WIB, pasukan John Herdman menang dengan skor 2-0.

Indonesia tampil agresif sejak awal pertandingan dengan menurunkan Ole Romeny dan Mitchell Baker secara bersamaan di lini depan. Herdman juga memberikan debut kepada Luke Vickery yang mengisi posisi winger kanan.

Advertisement

Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-13. Ole Romeny kemudian menggandakan skor melalui eksekusi penalti pada menit ke-74 setelah Singapura harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah Safuwan Baharudin.

Kemenangan tersebut membawa Indonesia mengoleksi tiga poin di Grup A. Namun, Garuda belum mampu menempati posisi teratas karena Malaysia memiliki keunggulan selisih gol setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor 3-0.

1 dari 2 halaman

Masalah di Depan Gawang: Efisiensi Tembakan Jadi PR Utama

Masalah di Depan Gawang: Efisiensi Tembakan Jadi PR Utama

Selebrasi gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny pada laga Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 (c) Budy Santoso

Meskipun mengamankan poin penuh di laga pembuka, statistik menunjukkan ada pekerjaan rumah besar bagi tim asuhan John Herdman. Kualitas finishing skuad Garuda dinilai masih jauh dari kata efektif sepanjang 90 menit pertandingan.

Indonesia mendominasi penguasaan bola hingga 57% dan melepaskan total 11 percobaan tembakan. Namun, dari seluruh upaya tersebut, hanya dua tembakan yang benar-benar mengarah tepat ke gawang Singapura.

Sebanyak 8 tembakan justru melebar dari sasaran dan 1 tembakan berhasil diblok barisan pertahanan lawan. Rendahnya persentase shots on target ini menjadi sinyal bahwa penyelesaian akhir perlu segera dievaluasi jelang laga-laga berikutnya.

Tingkat efektivitas yang rendah ini menunjukkan bahaya jika Indonesia bertemu dengan tim berskala lebih besar. Ketenangan penyerang dalam mengeksekusi peluang di dalam kotak penalti menjadi aspek vital yang wajib dipoles.

2 dari 2 halaman

Kebuntuan Eksekusi Bola Mati: 11 Sepak Sudut Tanpa Hasil

Kebuntuan Eksekusi Bola Mati: 11 Sepak Sudut Tanpa Hasil

Selebrasi gol Ragnar Oratmangoen dan Luke Vickery pada laga Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 (c) Budy Santoso

Selain masalah open play, Indonesia juga kurang efektif dalam memanfaatkan peluang dari situasi bola mati. Hal ini terlihat jelas dari catatan tendangan sudut yang didapatkan sepanjang laga.

Skuad Merah Putih tercatat mendapatkan 11 kali kesempatan sepak sudut di sepanjang pertandingan. Ironisnya, dari 11 kali kesempatan emas tersebut, tidak ada satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Singapura bahkan tidak memetik satu pun tendangan sudut sepanjang laga. Angka ini membuktikan dominasi mutlak Indonesia yang sayangnya tidak diimbangi dengan variasi skema set-piece yang mematikan.

Evaluasi taktik dari John Herdman sangat dinantikan agar potensi serangan bola mati tidak terbuang percuma. Tiga poin penting memang berhasil diamankan, tetapi pembenahan klinis menjadi kunci jika Indonesia ingin menguasai puncak klasemen Grup A.

Sumber statistik: Flashscore

LATEST UPDATE