Meski Gagal Sabet Emas, Djohar Salut Perjuangan Garuda Muda
Editor Bolanet | 22 Desember 2013 00:35
- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin, menyaksikan langsung final cabang olahraga sepak bola putra di SEA Games 2013, antara tim nasional Indonesia U-23 lawan , di Stadion Zayyarthiri, Naypyidaw, Sabtu (21/12) malam.
Timnas Indonesia U-23, hanya mampu meraih medali perak lantaran kalah dengan skor 0-1. Sarawut Masuk menjadi pahlawan Negeri Gajah Putih -julukan Thailand- lewat gol cantiknya pada menit ke-22.
Saya salut dengan perjuangan Garuda Muda (julukan Timnas Indonesia). Sebab, tim kami sudah dilecehkan sejak awal. Masuk ke semifinal pun, kami sempat diragukan, kata Djohar Arifin Husin.
Tim sudah bekerja luar biasa. Sejak awal, kami dilecehkan. Kami diragukan tak bisa lolos dari fase grup. Tapi, saat melawan Myanmar, tim tampil luar biasa. Kami bungkam puluhan ribu fans Myanmar. Di semifinal, kami juga taklukkan tim favorit, sambungnya.
Diceritakan Djohar lagi, setelah laga selesai banyak pemain yang bersedih dan menyesali kegagalan mengakhiri dahaga emas sejak 1991 silam.
Saya langsung memeluk para pemain dan memberikan motivasi, bahwa inilah sepak bola. Kami sudah berusaha. Kami banyak dapat peluang. Berbeda dengan Thailand yang cuma dapat satu peluang dan langsung gol. Tapi, ini adalah hasil yang dikehendaki Tuhan, tuturnya.
Djohar menegaskan bahwa para pemain akan dikembalikan ke klub buat memulai kompetisi. Kemudian, Badan Tim Nasional (BTN) akan pilih para pemain terbaik U-23 untuk tampil di Piala AFF. Pasalnya, masih dikatakan Djohar, Timnas juga ditargetkan meraih juara Piala AFF lantaran belum pernah memenanginya.
Itu jadi sasaran utama kami. Target lainnya, adalah meloloskan Timnas U-20 ke Piala Dunia, pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Timnas Indonesia U-23, hanya mampu meraih medali perak lantaran kalah dengan skor 0-1. Sarawut Masuk menjadi pahlawan Negeri Gajah Putih -julukan Thailand- lewat gol cantiknya pada menit ke-22.
Saya salut dengan perjuangan Garuda Muda (julukan Timnas Indonesia). Sebab, tim kami sudah dilecehkan sejak awal. Masuk ke semifinal pun, kami sempat diragukan, kata Djohar Arifin Husin.
Tim sudah bekerja luar biasa. Sejak awal, kami dilecehkan. Kami diragukan tak bisa lolos dari fase grup. Tapi, saat melawan Myanmar, tim tampil luar biasa. Kami bungkam puluhan ribu fans Myanmar. Di semifinal, kami juga taklukkan tim favorit, sambungnya.
Diceritakan Djohar lagi, setelah laga selesai banyak pemain yang bersedih dan menyesali kegagalan mengakhiri dahaga emas sejak 1991 silam.
Saya langsung memeluk para pemain dan memberikan motivasi, bahwa inilah sepak bola. Kami sudah berusaha. Kami banyak dapat peluang. Berbeda dengan Thailand yang cuma dapat satu peluang dan langsung gol. Tapi, ini adalah hasil yang dikehendaki Tuhan, tuturnya.
Djohar menegaskan bahwa para pemain akan dikembalikan ke klub buat memulai kompetisi. Kemudian, Badan Tim Nasional (BTN) akan pilih para pemain terbaik U-23 untuk tampil di Piala AFF. Pasalnya, masih dikatakan Djohar, Timnas juga ditargetkan meraih juara Piala AFF lantaran belum pernah memenanginya.
Itu jadi sasaran utama kami. Target lainnya, adalah meloloskan Timnas U-20 ke Piala Dunia, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















