Naturalisasi Bukan Jawaban untuk Masalah Timnas Indonesia
Haris Suhud | 7 Juni 2018 12:45
Bola.net - - Naturalisasi pemain pada satu ketika dianggap sebagai jawaban untuk mengatasi masalah yang terjadi di dalam Timnas Indonesia. Namun tidak demikian menurut Gendut Doni. Menurutnya, cara mengatasi masalah yang terjadi adalah membenahi kompetisi dan regulasi pemain.
Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI memang gencar melakukan proses naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia. Statistik mencatat, sudah ada 22 pemain asing yang berpindah kewarganegaraan menjadi Indonesia.
Nama-nama tersebut berasal dari berbagai posisi. Namun, kehadiran pemain naturalisasi di tubuh Timnas Indonesia tak membawa dampak banyak. Sebab, pemain yang mendapatkan status WNI itu mayoritas sudah berusia di atas 30 tahun.
Menurut Gendut Doni, ketimbang harus melakukan naturalisasi pemain, Pemerintah lebih tepat membenahi kompetisi di Indonesia. Pemerintah melalui PSSI harus lebih pro kepada pemain lokal agar tidak terusir dari negaranya sendiri.
Buat apa melakukan naturalisasi pemain-pemain? Seperti Indonesia kekurangan pemain saja, kata Gendut Doni, Rabu (6/6/2018).
Sebenarnya yang kita butuhkan, ya pembenahan kompetisi dan regulasi pemainnya. Kalau melihat sekarang, dikit-dikit dinaturalisasi, apalagi pemain yang sudah berumur, ya buat apa juga, ucap mantan pemain Timnas Indonesia pada 2000-2004 itu.
Menurunkan Pemain Naturalisasi

Timnas Indonesia U-23 diyakini bakal memakai jasa pemain naturalisasi di Asian Games 2018. Terakhir, pelatih Luis Milla memberikan kesempatan pada Victor Igbonefo dan Alberto 'Beto' Goncalves untuk mengisi kuota pemain senior dalam dua laga uji coba melawan Thailand U-23.
Namun demikian, kehadiran para pemain naturalisasi tersebut belum bisa memberikan dampak besar. Di dua laga ujicoba terakhir menghadapi Thailand, Indonesia selalu gagal menang.
Sumber: Bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Era Baru Timnas Indonesia: John Herdman Tekankan Peran Liga Lokal
Tim Nasional 14 Januari 2026, 17:04
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








