Pelatih Klub Belanda Kritik Skuad Timnas Indonesia yang Penuh Pemain Naturalisasi: Sepak Bola Bukan Sulap!
Ari Prayoga | 23 Maret 2025 19:58
Bola.net - Menumpuknya pemain keturunan yang dinaturalisasi di Timnas Indonesia saat ini mendapat kritikan tajam dari Robert Maaskant, pelatih klub Belanda, Helmund Sport.
Arsitek berusia 56 tahun itu buka-bukaan dalam kanal YouTube Sportienuws edisi khusus siniar bertitel De Maaskantine yang membahas tentang Timnas Belanda hingga Patrick Kluivert yang melatih Timnas Indonesia.
Debut Kluivert sebagai nakhoda Timnas Indonesia berakhir tragis karena dihabisi Australia 1-5 dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Sydney Football Stadium, Sydney, pada Kamis (20/3/2025).
Untuk putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada bulan ini, tim berjulukan Garuda itu berisikan 30 pemain pilihan Kluivert, dengan 16 di antaranya adalah pesepak bola naturalisasi kelahiran atau berdarah Belanda.
Staf kepelatihan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia juga diisi oleh sebelas pelatih kelahiran Belanda.
Singgung Naturalisasi Pemain Berdarah Belanda

Maaskant turut menyoroti risiko kehilangan paspor Belanda untuk pemain yang mengubah kewarganegaraannya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) demi bisa membela Timnas Indonesia.
"Saya harus bilang, sebenarnya saya berharap ini berjalan baik, karena bagus buat sepak bola Belanda kalau ada tim kepelatihan besar yang berangkat ke Indonesia. Negara itu sudah berkembang pesat, dan pelatih sebelumnya juga melakukan pekerjaan yang oke di sana," ujar Maaskant.
"Sekarang Timnas Indonesia memilih untuk mengimpor pemain, ya, memang begitulah yang terjadi. Tapi kalau benar ada kabar pemain ini bisa kehilangan paspor Belanda mereka, itu bisa jadi masalah besar. Kalau itu terjadi, ya sudah, urusan ini bisa cepat selesai."
"Sebenarnya ini bukan hal baru di sepak bola dunia. Lihat saja Timnas Italia atau Timnas Argentina, banyak pemain yang punya paspor ganda. Namun ya, di bawah pemerintahan sekarang, sudah tegas menolak paspor ganda. Ini pasti berdampak ke beberapa klub juga, karena mereka bisa kena biaya tambahan yang cukup besar," jelas Maaskant.
Hype Timnas Indonesia Kebesaran

"Tapi kembali ke soal Timnas Indonesia, menurut saya hype mereka terlalu besar. Jujur saja, kita hampir enggak tahu tentang tim ini, jarang lihat mereka main. Yang kita dengar cuma "oh, si ini ke sana, si itu ke sana' dan akhirnya ada sepuluh pemain naturalisasi dari Belanda di skuad mereka," ucap Maaskant.
Maaskant juga membahas kegagalan penalti bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, ke gawang Australia.
Diks lahir di Apeldoorn, Belanda, pada 6 Oktober 1996, dan pernah bermain untuk Belanda U-19, U-20, dan U-21 sebelum menyeberang ke Timnas Indonesia.
"Kalau soal penalti, ya, penalti bisa saja gagal, itu wajar. Tapi faktanya, Australia yang sudah bertahun-tahun tampil di Piala Dunia ternyata masih terlalu kuat buat Timnas Indonesia," ungkap Maaskant.
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Bagus di Eredivisie, tapi Kurang Kuat di Internasional

Maaskant menilai Timnas Indonesia masih mempunyai kans untuk bermain di Piala Dunia 2026. Namun, ketika berbicara pemain kelahiran Belanda di Garuda lagi, ia yakin Jay Idzes dkk. lebih ingin memperkuat Belanda jika ada kesempatan.
"Masih ada peluang buat Timnas Indonesia lolos lewat jalur lain, karena mereka baru memulai. Tapi mari kita jujur, pemain-pemain ini enggak bakal memilih Indonesia kalau mereka punya kesempatan bermain untuk Belanda," ucap Maaskant.
"Kalau kita bicara kualitas di level Piala Dunia, tanpa mengecilkan mereka, ini semua pemain bagus, pemain Eredivisie yang solid. Tapi di level internasional? Tim ini enggak bisa dibilang kuat. Timnas Indonesia tetaplah tim dengan peringkat yang masih rendah," katanya.
Dari 16 pemain naturalisasi Timnas Indonesia berdarah Belanda, 12 di antaranya sedang bermain atau alumni Eredivisie.
"Itu enggak bisa berubah dalam semalam. Sepak bola bergantung pada kualitas pemain. Kalau mayoritas pemainnya masih rata-rata, ya jangan berharap tiba-tiba bisa bersaing di level atas," kata pelatih yang juga pernah menangani NAC Breda, VVV-Venlo, sampai Go Ahead Eagles itu.
Klasemen Grup C
Sumber: Sportienuws
Disadur dari: Bola.com (Muhammad Adi Yaksa, Benediktus Gerendo P) 23 Maret 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Roy Keane Berubah Pikiran, Kini Dukung Manchester United Permanenkan Michael Carrick
Liga Inggris 29 Januari 2026, 20:43
-
Manchester United Putuskan Tak Kejar Cole Palmer, Fokus Cari Gelandang Bertahan
Liga Inggris 29 Januari 2026, 20:35
-
Troy Deeney Panaskan Situasi: Tantang Bek Manchester United ini Berduel
Liga Inggris 29 Januari 2026, 18:04
LATEST UPDATE
-
Tak Terkalahkan, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Juarai Putaran Pertama Proliga 2026
Voli 29 Januari 2026, 23:48
-
Akhir Pekan Ini, Manchester United Bakal Didemo Fansnya Sendiri
Liga Inggris 29 Januari 2026, 23:31
-
Jesse Lingard Segera Comeback, Serie A Jadi Tujuan Paling Realistis
Liga Italia 29 Januari 2026, 22:56
-
Espargaro Bersaudara Kompak Kuasai Hari Pertama Tes Shakedown MotoGP Sepang 2026
Otomotif 29 Januari 2026, 21:37
-
Klasemen Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026: Timnas Indonesia Peringkat Berapa?
Tim Nasional 29 Januari 2026, 21:08
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04






