Perbedaan Timnas Indonesia Saat Kalah 1-2 dari China dan Sekarang: 5 Pemain Bisa Bawa Garuda Menang!
Asad Arifin | 5 Juni 2025 11:32
Bola.net - Timnas Indonesia akan kembali berhadapan dengan China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (5/6) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ajang pembuktian dan misi revans atas kekalahan sebelumnya.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 15 Oktober 2024 di Qingdao. Saat itu, skuad Garuda harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2. Kekalahan tersebut cukup memukul Indonesia, baik secara hasil maupun performa.
Namun, kini situasinya berbeda. Timnas Indonesia hadir dengan wajah baru yang memunculkan harapan segar. Setidaknya ada lima pemain yang sebelumnya absen dalam duel melawan China, namun kini siap tampil memberikan kontribusi besar.
Kelima pemain tersebut adalah Emil Audero, Dean James, Joe Pelupessy, Ole Romeny, dan Kevin Diks. Kehadiran mereka tak hanya memperkuat kedalaman skuad, tapi juga membawa kualitas serta pengalaman yang bisa menjadi pembeda di laga penting ini. Berikut ulasannya:
1. Emil Audero: Penjaga Gawang Kelas Eropa

Kehadiran Emil Audero menjadi sorotan utama dalam komposisi baru Timnas Indonesia. Kini, skuad Garuda memiliki dua penjaga gawang dengan kualitas setara: Emil Audero dan Maarten Paes. Keduanya mampu saling melengkapi dan memberikan opsi solid di bawah mistar.
Audero merupakan kiper berpengalaman yang telah lama merumput di Serie A, salah satu liga top dunia. Ia dikenal memiliki refleks cepat, distribusi bola akurat, serta ketenangan luar biasa dalam menghadapi tekanan.
Kehadirannya diyakini akan memberikan rasa aman di lini belakang sekaligus menambah kepercayaan diri tim secara keseluruhan. Jika diturunkan, laga kontra China bisa menjadi debut resminya bersama Timnas Indonesia.
2. Dean James: Tambahan Energi di Sektor Pertahanan

Dean James menjadi salah satu rekrutan anyar yang langsung mencuri perhatian. Bek sayap kelahiran Belanda ini belum menjadi bagian skuad saat Indonesia bertemu China pada Oktober lalu.
Kini, Dean hadir sebagai opsi segar di sisi kiri pertahanan, posisi yang sebelumnya diisi oleh Pratama Arhan dan Shayne Pattynama. Kehadirannya melengkapi lini belakang yang juga diperkuat Calvin Verdonk, bek yang tampil konsisten dalam beberapa laga terakhir.
3. Joe Pelupessy: Menyeimbangkan Lini Tengah

Joe Pelupessy hadir untuk memperkokoh lini tengah Timnas Indonesia. Pada pertemuan sebelumnya, sektor tengah Garuda terlihat kesulitan mengimbangi permainan agresif China, terutama dalam penguasaan bola.
Sebagai gelandang bertahan, Pelupessy mampu memberikan keseimbangan dan ketenangan dalam membangun serangan. Ia bisa menjadi tandem ideal bagi Thom Haye, yang dikenal piawai dalam distribusi bola.
Pelupessy memiliki segudang pengalaman, termasuk saat bermain bersama Sheffield Wednesday di Championship Inggris, dan kini menjadi pemain penting di klub Eredivisie, FC Groningen.
4. Ole Romeny: Solusi Tajam di Lini Serang

Kekalahan dari China tahun lalu menyoroti lemahnya lini depan Indonesia. Minimnya peluang bersih dan kurangnya efektivitas menjadi persoalan utama. Kini, masuknya Ole Romeny memberikan dimensi baru di sektor serang.
Romeny adalah penyerang serbabisa. Ia mampu beroperasi sebagai striker utama, second striker, maupun winger. Keunggulannya terletak pada pergerakan tanpa bola, sentuhan pertama yang lembut, serta penyelesaian akhir yang tajam, aspek yang selama ini menjadi titik lemah Timnas.
Kecerdasan taktikalnya membuatnya cocok dengan skema permainan dinamis ala Shin Tae-yong. Bila dipercaya tampil sejak menit awal, Romeny bisa menjadi mimpi buruk bagi pertahanan China.
5. Kevin Diks: Kembali Siap Tempur Usai Cedera

Kevin Diks sebenarnya sudah lama masuk dalam radar Timnas, namun absen saat laga melawan China sebelumnya akibat cedera. Kini, bek yang bermain untuk FC Copenhagen itu sudah pulih dan siap memperkuat Merah Putih.
Diks adalah pemain dengan karakter serbabisa. Ia dapat dimainkan sebagai bek kanan, bek tengah, bahkan gelandang bertahan. Mobilitasnya tinggi, kemampuan bertahannya solid, dan naluri menyerangnya tajam.
Selain itu, Diks juga memiliki jiwa kepemimpinan dan mental kuat. Berpengalaman tampil di kompetisi besar Eropa, ia bisa menjadi panutan di ruang ganti, sebuah nilai lebih dalam laga penting seperti menghadapi China di kandang sendiri.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










