PSSI: Bentuk Timnas, Tak Perlu Izin JC
Editor Bolanet | 22 Juli 2012 05:12
- Penanggungjawab Tim Nasional Indonesia, Bernhard Limbong, tetap fokus membentuk tim nasional Indonesia meski terus mendapatkan kritikan.
Baginya, siapapun yang mendapatkan kesempatan untuk membela Timnas, apakah itu pemain asal kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL) dapat segera bergabung.
Menjalankan dan mengelola Timnas, adalah hak PSSI dan bukan Komite Gabungan/Joint Committee (JC). Sehingga, PSSI tidak bisa disalahkan atau harus menunggu persetujuan JC ketika berencana memanggil sejumlah pemain, ujar Limbong kepada
Ketua Komisi Disiplin PSSI tersebut kembali mengatakan, Timnas harus segera disiapkan guna menghadapi laga uji coba bertajuk Java Cup 2012.
Nantinya, Timnas U-23 akan melawan klub , dan Timnas Malaysia U-23, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 26-29 Juli 2012.
Setelah pertandingan tersebut, Indonesia turun di Piala AFF 2012 yang berlangsung di Malaysia dan Thailand pada 24 November-22 Desember 2012.
Jadwal Timnas akan padat. Belum lagi, harus menyiapkan diri untuk mengahadapi Valencia FC, di SUGBK, 4 Agustus 2012. Karena itu, Timnas harus terus berjalan dan tidak bisa menunggu kerja JC yang belum terbukti, terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua JC sekaligus Anggota Eksekutif Komite PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Djamal Aziz, menyampaikan rasa keberatannya atas sikap PSSI.
Djamal meminta agar semua pihak, utamanya PSSI, menahan diri dengan tidak membuat kebijakan kepentingan.
Djamal menilai, jika langkah PSSI yang memanggil para pemain ISL dan IPL ke Timnas, telah mengabaikan eksistensi JC.
Semua kebijakan, tidak boleh lagi diambil sepihak oleh PSSI. Itu menunjukkan, PSSI tidak menganggap keberadaan JC. Jika itu terus dilanjutkan, dapat mencederai apa yang diputuskan dalam pertemuan perdana JC, 12 Juli lalu, ujarnya.
Selain itu, Djamal juga menyoroti soal keanggotaan PSSI, klub dan pengurus provinsi (Pengprov), yang menjadi kewenangan JC. Sehingga, sangat berlawanan bila PSSI melakukan pelantikan caretaker Pengprov di sejumlah daerah.
Padahal, ditegaskan anggota Komisi X DPR RI tersebut, sudah disepakati soal keanggotaan merupakan wewenang JC.
Kalau begini, masalah keorganisasian akan menjadi topik utama dalam pertemuan kedua JC, 28 Juli mendatang. Kami tidak ingin PSSI terus bermanuver secara sepihak, tandasnya. (bola/esa/lex)
Baginya, siapapun yang mendapatkan kesempatan untuk membela Timnas, apakah itu pemain asal kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL) dapat segera bergabung.
Menjalankan dan mengelola Timnas, adalah hak PSSI dan bukan Komite Gabungan/Joint Committee (JC). Sehingga, PSSI tidak bisa disalahkan atau harus menunggu persetujuan JC ketika berencana memanggil sejumlah pemain, ujar Limbong kepada
Ketua Komisi Disiplin PSSI tersebut kembali mengatakan, Timnas harus segera disiapkan guna menghadapi laga uji coba bertajuk Java Cup 2012.
Nantinya, Timnas U-23 akan melawan klub , dan Timnas Malaysia U-23, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 26-29 Juli 2012.
Setelah pertandingan tersebut, Indonesia turun di Piala AFF 2012 yang berlangsung di Malaysia dan Thailand pada 24 November-22 Desember 2012.
Jadwal Timnas akan padat. Belum lagi, harus menyiapkan diri untuk mengahadapi Valencia FC, di SUGBK, 4 Agustus 2012. Karena itu, Timnas harus terus berjalan dan tidak bisa menunggu kerja JC yang belum terbukti, terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua JC sekaligus Anggota Eksekutif Komite PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Djamal Aziz, menyampaikan rasa keberatannya atas sikap PSSI.
Djamal meminta agar semua pihak, utamanya PSSI, menahan diri dengan tidak membuat kebijakan kepentingan.
Djamal menilai, jika langkah PSSI yang memanggil para pemain ISL dan IPL ke Timnas, telah mengabaikan eksistensi JC.
Semua kebijakan, tidak boleh lagi diambil sepihak oleh PSSI. Itu menunjukkan, PSSI tidak menganggap keberadaan JC. Jika itu terus dilanjutkan, dapat mencederai apa yang diputuskan dalam pertemuan perdana JC, 12 Juli lalu, ujarnya.
Selain itu, Djamal juga menyoroti soal keanggotaan PSSI, klub dan pengurus provinsi (Pengprov), yang menjadi kewenangan JC. Sehingga, sangat berlawanan bila PSSI melakukan pelantikan caretaker Pengprov di sejumlah daerah.
Padahal, ditegaskan anggota Komisi X DPR RI tersebut, sudah disepakati soal keanggotaan merupakan wewenang JC.
Kalau begini, masalah keorganisasian akan menjadi topik utama dalam pertemuan kedua JC, 28 Juli mendatang. Kami tidak ingin PSSI terus bermanuver secara sepihak, tandasnya. (bola/esa/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







