PSSI Berharap Insiden Lemparan Botol Dimaafkan AFC
Editor Bolanet | 6 Juli 2012 08:00
- Insiden lemparan botol air mineral di Stadion Utama Riau semalam (05/7) membuat dihadapkan pada sanksi dari AFC. Ketum PSSI, Djohar Arifin pun berharap insiden semalam diampuni oleh federasi sepak bola tertinggi Asia itu.
Pada laga perdananya di Grup E kualifikasi Piala Asia U-22, Indonesia harus menyerah 0-1 dari Australia. Entah tidak terima dengan kekalahan itu atau sebab lain, penonton di stadion anyar tersebut membuat ulah. Mereka melemparkan botol air mineral ke tengah lapangan beberapa saat menjelang laga usai.
Djohar yang semalam menyaksikan langsung insiden itu menuturkan bahwa hal-hal seperti ini bisa menurunkan kredibilitas Indonesia di mata dunia. Menurutnya, selain sanksi, kita juga tidak akan dilirik FIFA dan AFC lagi untuk menjadi tuan rumah even-even selanjutnya.
Bukan hanya AFC saja, banyak kejuaraan kelompok umur FIFA yang melihat kita bisa menjadi tuan rumah. Kalau seperti ini, mereka bisa-bisa berpaling dari Indonesia, ujarnya semalam dalam sesi jumpa pers.
Harapan PSSI agar tidak terkena sanksi AFC sedikit terbuka. Selain Australia yang tidak akan melaporkannya, insiden tersebut tidak sampai menghentikan pertandingan. Insiden itu kan terjadi di menit akhir, mudah-mudahan AFC mengerti dan memaafkan kita, lanjutnya.
Semoga LOC AFC yang di sini tidak melaporkan insiden ini dan hanya melaporkan hasil pertandingannya saja, ujar Djohar sedikit bercanda.
Ditanya mengenai besarnya sanksi atau denda yang akan diterima Indonesia jika AFC tetap mengusut insiden ini, Djohar enggan menyebutkannya. Saya harap sih kita cuma dapat teguran saja, pungkasnya. (fjr/end)
Pada laga perdananya di Grup E kualifikasi Piala Asia U-22, Indonesia harus menyerah 0-1 dari Australia. Entah tidak terima dengan kekalahan itu atau sebab lain, penonton di stadion anyar tersebut membuat ulah. Mereka melemparkan botol air mineral ke tengah lapangan beberapa saat menjelang laga usai.
Djohar yang semalam menyaksikan langsung insiden itu menuturkan bahwa hal-hal seperti ini bisa menurunkan kredibilitas Indonesia di mata dunia. Menurutnya, selain sanksi, kita juga tidak akan dilirik FIFA dan AFC lagi untuk menjadi tuan rumah even-even selanjutnya.
Bukan hanya AFC saja, banyak kejuaraan kelompok umur FIFA yang melihat kita bisa menjadi tuan rumah. Kalau seperti ini, mereka bisa-bisa berpaling dari Indonesia, ujarnya semalam dalam sesi jumpa pers.
Harapan PSSI agar tidak terkena sanksi AFC sedikit terbuka. Selain Australia yang tidak akan melaporkannya, insiden tersebut tidak sampai menghentikan pertandingan. Insiden itu kan terjadi di menit akhir, mudah-mudahan AFC mengerti dan memaafkan kita, lanjutnya.
Semoga LOC AFC yang di sini tidak melaporkan insiden ini dan hanya melaporkan hasil pertandingannya saja, ujar Djohar sedikit bercanda.
Ditanya mengenai besarnya sanksi atau denda yang akan diterima Indonesia jika AFC tetap mengusut insiden ini, Djohar enggan menyebutkannya. Saya harap sih kita cuma dapat teguran saja, pungkasnya. (fjr/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
Tim Nasional 9 Juni 2026, 12:55
-
Lionel Messi yang Terus Berevolusi
Piala Dunia 9 Juni 2026, 10:58
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47


















