Tidak Pantau Pemain 28-36 Tahun, John Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Akan Lebih Banyak Andalkan Generasi Muda

Asad Arifin | 19 Mei 2026 09:18
Tidak Pantau Pemain 28-36 Tahun, John Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Akan Lebih Banyak Andalkan Generasi Muda
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memberikan tos kepada Calvin Verdonk dan Jay Idzes (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memberi perhatian besar kepada pemain muda selama memantau kompetisi domestik Indonesia. Dalam empat bulan terakhir, ia mengaku sudah melihat langsung banyak talenta potensial.

Herdman menilai Indonesia memiliki stok pemain muda yang menjanjikan untuk masa depan. Nama-nama seperti Dony Tri Pamungkas hingga Alfharezzi Buffin masuk dalam radarnya.

Advertisement

Lebih lanjut, ia mengatakan usia bukan ukuran utama dalam menentukan kualitas pemain. Menurutnya, pemain muda tetap memiliki peluang besar tampil di level tertinggi apabila mempunyai kemampuan yang memadai.

"Ya. Maksud saya, saya memiliki filosofi bahwa jika Anda cukup bagus, maka Anda sudah cukup matang. Dan usia seharusnya tidak menjadi penghalang untuk mewakili tim di level tertinggi. Saya sudah berada di sini selama empat bulan," ujar Herdman dilansir Antara.

"Saya sekarang punya kesempatan untuk menyaksikan banyak pemain muda secara langsung. Dan, secara realistis, itulah yang saya cari. Saya tidak melihat pemain berusia 28 hingga 36 tahun, meskipun mereka bisa menawarkan sesuatu. Saya benar-benar ingin merasakan generasi muda ini," katanya menambahkan.

1 dari 2 halaman

Kepincut Dony Tri Pamungkas

Kepincut Dony Tri Pamungkas

Aksi Dony Tri Pamungkas pada laga Timnas Indonesia lawan St. Keitt and Nevis di FIFA Series 2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Herdman kemudian menyinggung pengalaman Dony Tri saat mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia. Ia merasa pemain muda membutuhkan pengalaman internasional agar perkembangan mereka bisa berjalan lebih cepat.

Menurut Herdman, keberanian memberi kesempatan kepada pemain muda akan sangat penting untuk masa depan Timnas Indonesia. Ia juga menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta lokal yang mampu menembus liga top dunia.

"Dan Anda benar ketika mengatakan bahwa Dony Tri adalah contoh yang bagus pada pemusatan latihan terakhir. Kami merasa penting bagi seorang pemain muda untuk mendapatkan pengalaman itu karena pemain-pemain muda tersebut memiliki kesempatan untuk melesat," ucap Herdman.

"Dan bagi kami, saya pikir, di Indonesia, kami membutuhkan talenta lokal untuk menembus batas. Kami benar-benar membutuhkan talenta lokal untuk menembus liga-liga terbaik di dunia. Anda tahu, kami hampir mencapainya bersama Marselino Ferdinan."

"Tetapi kami membutuhkan itu karena di situlah kami memecahkan batasan. Dan batasan itu adalah untuk memberi tahu setiap pemain muda lain di negara ini bahwa itu mungkin," lanjut Herdman.

2 dari 2 halaman

Beri Contoh Kasus Alphonso Davies

Beri Contoh Kasus Alphonso Davies

Bek Bayern Munchen, Alphonso Davies (c) Bayern Munchen Official

Herdman lalu membandingkan situasi Indonesia dengan pengalamannya bersama Alphonso Davies di Kanada. Ia menyebut keberhasilan satu pemain muda dapat memberi dampak besar terhadap perkembangan sepak bola sebuah negara.

Keberhasilan Davies bermain di level tertinggi Eropa disebut Herdman mampu mengubah cara pandang pemain muda Kanada. Banyak pemain muda mulai percaya bahwa mereka juga bisa mencapai level elite dunia.

"Dan saya mengalami ini bersama Alphonso Davies di Kanada. Anda memiliki seorang pengungsi berusia 16 tahun di Kanada yang pindah ke Bayern Munchen, tetapi bukan hanya pindah, dia bermain di setiap pertandingan dan kemudian memenangkan quadruple, Liga Champions, pada usia 18 tahun," tutur Herdman.

"Begitu hal itu terjadi, setiap anak di Kanada ingin menjadi Alphonso Davies. Tetapi yang dilakukan itu adalah memecahkan batasan bahwa hal tersebut mungkin terjadi."

"Jadi, bagi saya, saya benar-benar sadar bahwa saya memiliki tanggung jawab untuk membantu hal itu terjadi dan mewujudkannya. Entah itu Dony Tri, entah itu Marselino, entah itu Buffon. Ada lebih banyak pemain lagi yang muncul di level U-17, U-15, dan U-20," kata Herdman.

LATEST UPDATE