Timnas Berharap Hasil Imbang Lawan Irak
Editor Bolanet | 5 Februari 2013 16:15
- Laga Pra Piala Asia 2015, akan diawali tim nasional Indonesia dengan melawan Irak di Stadion Internasional Al-Rashid, Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu (06/2).
Sebanyak 29 pemain, tengah dipersiapkan menghadapi pertandingan tersebut. Selain itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak memberikan target berat terhadap skuad asuhan .
Cukup hasil imbang saja. Sebab, Irak merupakan tim yang kuat. Yang penting, Timnas tidak kalah dengan skor mencolok, terang Penanggungjawab Timnas, Bernhard Limbong.
Hal tersebut diungkapkan Limbong lantaran berkaca usai timnas dikalahkan Yordania, dengan skor 0-5 di Amman, Kamis (31/1) malam. Ia meminta agar masyarakat dapat realistis melihat kondisi persepakbolaan nasional belakangan ini. Sehingga, tidak menuntut timnas meraih kemenangan besar dengan tekanan hebat.
Jangan menilai penampilan Timnas secara sepihak, tapi harus lebih bijak lagi dan mendukungnya. Yang pasti, timnas akan memberikan yang terbaik, paparnya.
Ia mengatakan, Timnas Indonesia tidak akan bisa mengimbangi kekuatan Irak yang merupakan salah satu juara Asia. Apalagi, pernah juara Piala Asia 2007. Bahkan dilanjutkannya, bila pemain-pemain Indonesia Super League (ISL) bisa bergabung belum tentu bisa mengalahkan Irak.
Negara berperingkat 89 dunia tersebut memiliki beberapa pemain kunci yang patut diwaspadai. Sebut saja Norr Sabri (penjaga gawang), Ali Rehema (bek tengah), Alaa Abdul-Zahra (gelandang serang), Younis Mahmoud (penyerang). Prestasi terbesar Mahmoud adalah menjadi pemain terbaik Piala Asia 2007. Selain itu, Mahmoud juga pernah menjadi salah satu nomine 50 besar Ballon d'Or 2007. Pada saat itu, Mahmoud menempati peringkat ke-29 pemain terbaik dunia.
Kualitas dan pengalaman mereka di atas kita. Kalau pun kita kalah, harus kalah secara terhormat, pungkasnya. (esa/mac)
Sebanyak 29 pemain, tengah dipersiapkan menghadapi pertandingan tersebut. Selain itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak memberikan target berat terhadap skuad asuhan .
Cukup hasil imbang saja. Sebab, Irak merupakan tim yang kuat. Yang penting, Timnas tidak kalah dengan skor mencolok, terang Penanggungjawab Timnas, Bernhard Limbong.
Hal tersebut diungkapkan Limbong lantaran berkaca usai timnas dikalahkan Yordania, dengan skor 0-5 di Amman, Kamis (31/1) malam. Ia meminta agar masyarakat dapat realistis melihat kondisi persepakbolaan nasional belakangan ini. Sehingga, tidak menuntut timnas meraih kemenangan besar dengan tekanan hebat.
Jangan menilai penampilan Timnas secara sepihak, tapi harus lebih bijak lagi dan mendukungnya. Yang pasti, timnas akan memberikan yang terbaik, paparnya.
Ia mengatakan, Timnas Indonesia tidak akan bisa mengimbangi kekuatan Irak yang merupakan salah satu juara Asia. Apalagi, pernah juara Piala Asia 2007. Bahkan dilanjutkannya, bila pemain-pemain Indonesia Super League (ISL) bisa bergabung belum tentu bisa mengalahkan Irak.
Negara berperingkat 89 dunia tersebut memiliki beberapa pemain kunci yang patut diwaspadai. Sebut saja Norr Sabri (penjaga gawang), Ali Rehema (bek tengah), Alaa Abdul-Zahra (gelandang serang), Younis Mahmoud (penyerang). Prestasi terbesar Mahmoud adalah menjadi pemain terbaik Piala Asia 2007. Selain itu, Mahmoud juga pernah menjadi salah satu nomine 50 besar Ballon d'Or 2007. Pada saat itu, Mahmoud menempati peringkat ke-29 pemain terbaik dunia.
Kualitas dan pengalaman mereka di atas kita. Kalau pun kita kalah, harus kalah secara terhormat, pungkasnya. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Liga Inggris: Manchester United vs Aston Villa
Liga Inggris 15 Maret 2026, 20:57
-
Lewis Hamilton Puas Akhirnya Raih Podium Perdana Bareng Ferrari di F1 GP China
Otomotif 15 Maret 2026, 20:22
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54


















