Timnas Indonesia 'Dikarbit' untuk Tampil di Piala AFF 2024
Asad Arifin | 23 Desember 2024 13:29
Bola.net - Timnas Indonesia gagal melangkah dari fase grup di Piala AFF 2024. Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai kondisi ini tak lepas dari minimnya jam terbang para pemain yang 'dikarbit' untuk siap tampil pada level senior.
Indonesia mengakhiri fase grup Piala AFF 2024 dengan berada di posisi ketiga klasemen. Pratama Arhan dan kolega hanya mampu mengumpulkan empat poin, hasil sekali imbang, sekali menang, dan dua kali kalah.
Bagi Indonesia, ini bukan kali pertama gagal lolos dari fase grup Piala AFF 2024. Indonesia terakhir gagal lolos dari fase grup pada 2018 lalu. Namun, kegagalan ini dapat sorotan luas.
Keputusan Indonesia memainkan mayoritas pemain muda sedari awal dapat sorotan. Apalagi, Indonesia juga mengusung target minimal lolos ke babak semifinal. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Pemain Timnas Indonesia tak Siap Mental

Pada skuad Piala AFF 2024, ada 16 pemain yang belum punya caps pada level senior. Hal ini, menurut Akmal Marhali, membuat Timnas Indonesia minim pengalaman dan itu berdampak pada mental pemain.
"Mereka adalah pemain muda yang sangat potensial, tetapi sayangnya dikarbit terlalu cepat. Dipaksa langsung menanggung beban di level senior," buka Akmal.
"Akhirnya secara mental tidak siap, pengalaman minim. Hasilnya, gagal lolos ke semifinal Piala AFF," sambung mantan anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan itu.
"Babak belur, para pemain tampil emosional karena beratnya beban yang dipanggul. Muhammad Ferarri sang kapten mendapat kartu merah," tegas Akmal.
Indonesia Bisa Belajar dari Thailand

Menurut Akmal, jika tujuannya adalah melakukan regenerasi skuad, maka Indonesia bisa belajar dari Thailand. Mereka terjun ke Piala AFF 2024 dengan pemain senior, yang diselipkan beberapa pemain muda potensial.
Meskipun tanpa Sarach Yooyen, Theerathon Bunmathan, Chanathip Songkrasin, dan Teerasil Dangda, Thailand tetap lolos ke babak semifinal Piala AFF 2024.
"Kalau mau belajar renegeri contohnya Thailand. Regenerasi mereka berkesibambungan, kombinasi senior dan junior. Sementara, Indonesia seolah potong generasi," ucap Akmal Marhali.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Tim Nasional 5 Juni 2026, 19:01
-
Nonton Live Streaming FIFA Matchday 2026: Indonesia vs Oman
Tim Nasional 5 Juni 2026, 18:15
-
Link Live Streaming FIFA Matchday: Timnas Indonesia vs Oman
Tim Nasional 5 Juni 2026, 18:01
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 5 Juni 2026, 21:36
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 5 Juni 2026, 20:49
-
RESMI: Andy Robertson Kini Berseragam Tottenham
Liga Inggris 5 Juni 2026, 20:28
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











