Timnas Indonesia vs Jepang: Garuda vs Last Boss-nya Asia
Gia Yuda Pradana | 14 November 2024 15:55
Bola.net - Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas Jepang. Bagi Skuad Garuda, harus diakui bahwa pertandingan ini bakal menjadi pertandingan yang berat. Pasalnya, Samurai Biru bisa dibilang sebagai tim terkuat, alias 'last boss' di Asia.
Indonesia akan menjamu Jepang di partai kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga Grup C. Pertandingan Indonesia vs Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini dijadwalkan kick-off Jumat, 15 November 2024, jam 19.00 WIB.
Jepang saat ini memimpin Grup C dengan 10 poin dari empat laga. Jepang tiga kali menang, sekali imbang, dan belum terkalahkan. Jepang juga telah mencetak total 15 gol dan baru sekali kebobolan.
Di sisi lain, Indonesia masih tanpa kemenangan dan baru mengumpulkan tiga poin hasil tiga kali imbang serta sekali kalah. Skuad Garuda sejauh ini mencetak empat gol dan kebobolan lima.
Dari situ saja, bisa kita lihat betapa beratnya lawan yang harus dihadapi Skuad Garuda ini nanti.
Jelang laga penting ini, ada beberapa hal menarik yang bisa dibahas. Simak ulasannya di bawah.
Kekuatan Jepang

Jepang, di bawah kendali pelatih Hajime Moriyasu, dikenal sebagai tim dengan permainan cepat dan teknik tinggi. Jepang juga ditopang pemain-pemain berkualitas yang berkarier di liga-liga top Eropa.
Di jeda internasional kali ini, Jepang kehilangan salah satu pemain andalan mereka, Ayase Ueda. Ueda, yang tampil impresif di lini depan, tentunya menjadi kehilangan besar bagi Jepang.
Namun, Jepang masih tetap sangat kuat. Pasalnya, di skuad mereka, masih ada nama-nama seperti Takefusa Kubo, Ritsu Doan, Takumi Minamino, hingga Kaoru Mitoma, yang bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan Indonesia.
Kekuatan Indonesia

Skuad Indonesia semakin hari bisa dibilang semakin kuat. Ini tak lepas dari faktor kehadiran pemain-pemain keturunan level top yang dengan senang hati mengambil sumpah jadi WNI demi membela Garuda.
Teranyar, ada Kevin Diks. Bek FC Copenhagen di Denmark ini adalah pemain berkualitas yang terbiasa bermain di level top Eropa.
Dipadu dengan talenta-talenta 'asli lokal' semacam Rizky Ridho, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Marselino Ferdinan, sampai Ramadhan Sananta, skuad Indonesia diharapkan bisa semakin bersaing dengan tim-tim kuat Asia seperti Jepang.
Pertemuan Terakhir Indonesia vs Jepang

Pertemuan terakhir Indonesia dan Jepang tersaji di fase grup Piala Asia 2023 lalu. Waktu itu, Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang.
Jepang tampil dominan untuk mengalahkan Indonesia dengan skor 3-1.
Jepang memimpin 3-0 melalui dua gol Ayase Ueda (1 penalti) dan gol bunuh diri Justin Hubner. Meski tertinggal jauh, Indonesia terus memberikan perlawanan gigih, dan akhirnya menipiskan selisih skor dengan gol Sandy Walsh.
Dukungan Suporter Fanatik Indonesia

Atmosfer di SUGBK nanti tidak perlu diragukan. Pasalnya, suporter Indonesia dikenal sangat fanatik dan akan memberikan dukungan penuh untuk Skuad Garuda.
Suara gemuruh dari tribune bisa menjadi pemicu semangat tambahan bagi para pemain. Dengan puluhan ribu suporter yang hadir, para pemain Indonesia tentu merasa termotivasi untuk tampil maksimal, dan ini bisa memberikan keuntungan psikologis dalam menghadapi tim sekelas Jepang.
Cuaca dan Lapangan Bisa Jadi Faktor X

Di atas kertas, meski main kandang, Indonesia mungkin harus rela menjadi underdog. Jepang, yang unggul kualitas, bakal lebih diunggulkan.
Namun, selain faktor teknis, yang non-teknis juga patut diperhitungkan. Dalam hal ini, selain dukungan suporter, cuaca dan lapangan bisa menjadi 'faktor x' yang cukup menentukan.
Kondisi cuaca yang panas dan lembap di Jakarta bisa menjadi faktor yang menguntungkan bagi Timnas Indonesia. Suhu dan kelembapan yang tinggi mungkin sedikit mengganggu kenyamanan pemain Jepang, yang lebih terbiasa dengan cuaca yang lebih sejuk.
Selain itu, Timnas Indonesia tentunya juga lebih terbiasa bermain di lapangan SUGBK. Beraksi di lapangan ini, permainan cepat ciri khas Jepang bisa saja terpengaruh. Jay Idzes dan kawan-kawan harus bisa memanfaatkan keadaan.
Melawan Jepang, Indonesia ibarat melawan last boss-nya Asia. Ini bakal berat. Namun, tak perlu gentar. Tak ada yang mustahil dalam sepak bola. Sama seperti kita, mereka juga manusia.
Berjuanglah, Garuda!
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Kelebihan-kelebihan Kevin Diks yang Membuatnya Jadi Tambahan Amunisi Berharga untuk Timnas Indonesia
- Timnas Indonesia vs Jepang: Sosok sang Veteran dan Eks Penggawa Inter Milan, Yuto Nagatomo
- Calvin Verdonk dan Koki Ogawa, Kawan Jadi Lawan di Duel Timnas Indonesia vs Jepang
- Timnas Indonesia vs Jepang: Perbandingan Market Value Kedua Tim Hampir 10 Kali Lipat!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






