Vietnam vs Indonesia: Duel pelatih Korea Selatan, Park Hang-seo vs Shin Tae-yong
Gia Yuda Pradana | 6 Juni 2021 00:46
Bola.net - Vietnam dan Timnas Indonesia akan berhadapan dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia putaran kedua Grup G, Senin (7/6/2021). Pertandingan di Al Maktoum Stadium, Dubai, Uni Emirat Arab ini akan menjadi panggung adu strategi dua pelatih asal Korea Selatan, yakni Park Hang-seo dan Shin Tae-yong.
Park Hang-seo dan Shin Tae-yong akhirnya akan bertemu di atas lapangan. Pertemuan mereka takkan tersaji di Negeri Ginseng, melainkan di level Asia Tenggara.
Shin Tae-yong dan Park Hang-seo sama-sama berlabel mantan pelatih Korea Selatan. Nama pertama menangani Negeri Ginseng pada periode 2017-2019, termasuk di Piala Dunia 2018. Sementara itu, figur kedua berstatus sebagai caretaker pada 2000.
Rival di Atas Lapangan

Dalam peta persaingan Asia Tenggara, Park Hang-seo lebih sukses. Sebab, pelatih berusia 63 tahun itu lebih lama berkarier di kawasan ini ketimbang Shin Tae-yong.
Bersama Vietnam, Park Hang-seo meraih trofi juara Piala AFF 2018, medali emas SEA Games 2019, peringkat keempat di Asian Games 2018, dan posisi keempat di Piala AFC U-23 2018.
"Di atas lapangan, mungkin kami rival. Tapi, setelah pertandingan, kami akan tetap saling menghargai," kata Shin Tae-yong terkait persaingannya dengan Park Hang-seo, dinukil dari laman PSSI.
"Saat memasuki pertandingan, saya pasti berkepala dingin. Menang atau kalah itu biasa. Tapi, saat ini kami harus fokus untuk bisa meraih kemenangan," imbuh arsitek berusia 51 tahun tersebut.
Latihan Pemulihan

Saat ini, Timnas Indonesia sedang menjalani latihan pemulihan setelah mengimbangi Thailand 2-2 pada matchday keenam Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Shin Tae-yong memuji militansi Evan Dimas dkk. atas hasil itu.
"Pemain sangat bekerja keras saat melawan Thailand. Namun, ada beberapa pemain yang mengalami cedera. Untuk beberapa pemain, mereka bisa sembuh dan dapat bermain menghadapi Vietnam," jelas Shin Tae-yong.
"Karena ini turnamen, kami harus mengumpulkan energi. Otomatis, porsi latihan turun dan menjadi sedikit. Setelah mengumpulkan energi, istirahat dari pagi hingga siang, energi itu akan dikeluarkan saat latihan sore," imbuhnya.
Disadur dari: Bola.com/Muhammad Adiyaksa/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 5 Juni 2021
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Gawat! Sejumlah Pemain Timnas Indonesia Masih Cedera untuk Hadapi Vietnam
- Misuh Lanjut Istighfar Saat Kawal Gawang Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata Viral di Media Sosial
- Vietnam Diprediksi Main di Piala Dunia 2022, Bagaimana Indonesia?
- Berhasil Tahan Thailand, Timnas Indonesia Percaya Diri Tantang Vietnam
- Di Mana Ryuji Utomo dan Andy Setyo Saat Indonesia Hadapi Thailand?
- Performa Timnas Indonesia Lawan Thailand Bikin Media UEA Heran: Kemarin Bapuk, Sekarang Lumayan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Fadly Alberto Minta Maaf: Perbuatan Bodoh Saya Menendang Rakha Nurkholis
Tim Nasional 21 April 2026, 17:20
LATEST UPDATE
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














