3 Pelajaran dari Kekalahan Manchester United dari Astana di Liga Europa
Aga Deta | 29 November 2019 15:57
Bola.net - Manchester United meraih hasil buruk saat berkunjung ke markas Astana pada matchday kelima kompetisi Liga Europa, Kamis (28/11/2019). MU takluk dengan skor 1-2 dari tim tuan rumah dalam laga itu.
Skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu tampil impresif sejak awal. Manchester United bahkan berhasil membobol gawang Astana lebih dahulu. Sepakan jarak jauh Jesse Lingard berhasil menggetarkan gawang Astana yang dijaga Nenad Eric pada menit ke-10.
Namun, di babak kedua Astana berhasil membalikkan keadaan. Bencana Setan Merah dimulai pada menit ke-55, di mana pemain Astana yakni Dmitri Shomko berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Tujuh menit kemudian, tuan rumah berhasil menambah poin atas kagagalan pemain muda MU, Di'Shon Bernard, dalam menghalau bola. Bernard gagal menghalau umpan silang Antonio Rukavina dari sisi kanan kotak penalti MU. Gol bunuh diri Bernard tersebut membuat Astana balik unggul.
Papan skor tidak berubah hingga peluit tanda berakhirnya permainan dibunyikan. Meski menelan kekalahan, namun klub yang bermarkas di Old Trafford itu telah memastikan diri lolos ke fase gugur.
Selain itu, Manchester United juga mencatatkan hal positif dalam laga tersebut. Jika Anda penasaran dengan catatan positif yang ditorehkan MU pada matchday kelima Liga Europa kontra Astana, berikut ini rangkumannya seperti dilansir Bola.com.
1. Memberi Kesempatan pada Pemain Muda
Keputusan Ole Gunnar Solskjaer memberi laga debut kepada pemain muda dalam laga tersebt layak diapresiasi. Solskjaer disebut masih cukup yakin dengan misi regenerasi pemain yang didengungkan sejak awal musim.
Melansir dari The Sun, setidaknya ada 14 pemain muda yang dibawa Solskjaer dalam lawatannya ke Kazakhstan. Empat di antaranya bahkan diberi kesempatan untuk menunjukkan penampilan sebagai starter.
Mereka adalah Dylan Levitt, Largie Ramazani, serta Ethan Laird. Sayangnya, performa anak-anak muda tersebut masih kurang menyakinkan.
2. Jesse Lingard Akhirnya Cetak Gol
Dalam laga yang digelar di Astana Arena tersebut, Jesse Lingard akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lingard disebut gagal bersinar sejak satu tahun terakhir.
Statistik mencatat performa Lingard jauh menurun sejak musim lalu. Jumlah tendangan mengarah ke gawang Lingard kalah dari kiper Watford, Ben Foster.
Give Me Sport menulis gol Jesse Lingrad ke gawang Astana menjadi gol pertamanya untuk Manchester United sejak 10 bulan terakhir. Kali terakhir Lingard mencetak gol untuk MU yakni pada Januari 2019 kala berusa Arsenal di Piala FA.
3. Bisa Menunjukkan Perlawanan Sengit
Melansir dari Telegraph, Jumat (29/11/2019), lawatan Manchester United ke markas Astana di Kazakhstan menjadi tantangan tersendiri. Cuaca di Kazakhstan disebut mencapai minus 20 derajat saat itu.
Sejumlah pengamat menilai pemain Manchester United akan mengalami masalah dengan suhu cuaca di Kazakhstan. Namun, pengataman tersebut tak sepenuhnya tepat.
MU dinilai cukup berhasil memberi ancaman pada Astana. Kekalahan 1-2 dalam laga tersebut disebut tidak begitu memalukan, sebab MU tak menurunkan pemain bintangnya dalam laga tersebut.
Sumber: Give Me Sport, The Telepgraph
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hesti Puji Lestari/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 29 November 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
-
Arsenal Tikung Manchester United untuk Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:41
-
AS Roma Pastikan Batal Rekrut Joshua Zirkzee dari MU
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:30
-
Pemain Timnas Portugal Ini Jadi Pembelian Pertama Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:17
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06



