5 Alasan Red Star Bisa Melukai AC Milan
Gia Yuda Pradana | 18 Februari 2021 09:02
Bola.net - AC Milan akan menghadapi tuan rumah Red Star Belgrade (Crvena Zvezda) di leg pertama babak 32 besar Liga Europa 2020/21, Jumat (19/2/2021). Milan, dengan nama besarnya, layak difavoritkan. Namun, Milan harus waspada. Wakil Serbia ini mampu melukai mereka.
Sebelum ini, pertemuan terakhir Red Star dan Milan tersaji di babak kualifikasi ketiga Liga Champions 2006/07. Milan menang 1-0 di kandang, menang 2-1 di Beograd, dan menyingkirkan Red Star dengan agregat 3-1.
Tidak bakal mudah bagi Milan untuk menjinakkan Red Star. Berikut beberapa alasannya.
Kuat di Kandang
Red Star belum tersentuh kekalahan di kandang sendiri musim ini (semua kompetisi). Itu termasuk kemenangan 5-1 atas Slovan Liberec dan 2-1 atas Gent, serta hasil imbang 0-0 melawan Hoffenheim di fase grup Liga Europa.
Red Star bahkan melalui tiga laga kandang terakhirnya tanpa kebobolan. Dalam tiga laga kandang terakhir itu, Red Star membungkam Red Beograd 3-0, imbang lawan Hoffenheim, dan menekuk Backa Palanka 2-0.
Form yang Lebih Baik
Akhir pekan lalu, Milan dipermalukan tim papan bawah Spezia 0-2 di Serie A. Dengan hasil itu, berarti Milan kalah empat kali dalam sembilan laga terakhirnya di semua ajang (M4 S1 K4).
Sementara itu, Red Star memiliki form yang lebih baik. Red Star tak terkalahkan dalam 17 laga terakhirnya di semua kompetisi (M14 S3 K0).
Dengan form seperti itu, Red Star boleh merasa percaya diri saat menghadapi Rossoneri.
Misi Perbaiki Rekor vs Wakil-wakil Italia
Sebelum ini, pertemuan terakhir Red Star dengan tim Italia adalah melawan Napoli di fase grup Liga Champions 2018/19. Red Star imbang 0-0 di Beograd, dan kalah 1-3 di Naples.
Dengan demikian, berarti rekor keseluruhan Red Star melawan wakil-wakil Italia adalah M2 S8 K11 (gol 15-27).
Sementara itu, rekor kandang Red Star melawan wakil-wakil Italia adalah M1 S5 K4. Satu-satunya kemenangan kandang mereka adalah 3-1 vs AS Roma di fase grup UEFA Cup 2005/06.
Red Star tentu ingin memperbaikinya. Mereka berpeluang melakukannya saat menghadapi Milan.
Senjata Bernama El Fardou Ben Nabouhane
Ada pemain yang tampil impresif untuk Red Star di fase grup. Mereka adalah duo penyerang sayap, Aleksandar Katai dan El Fardou Ben Nabouhane.
Katai harus absen akibat cedera. Namun, El Fardou Ben Nabouhane siap turun sebagai starter dan menunjukkan kebolehannya meneror barisan pertahanan lawan dari sisi kanan.
Pemain 31 tahun asal Komoro itu mencetak dua gol dan tiga asisst dalam enam penampilan di fase grup. Dia bakal menjadi salah satu senjata andalan Red Star untuk mencoba membuat Milan bertekuk lutut.
Milan, Masih Ingat Dejan Stankovic?

Pelatih Red Star adalah Dejan Stankovic. Dia adalah mantan gelandang Red Star periode 1995-1998, Lazio periode 1998-2004, dan Inter Milan periode 2004-2013.
Sebagai pemain, dia pernah 26 kali menghadapi Milan (M6 S7 K13), mencetak enam gol Serie A kontra Milan.
Stankovic pun telah menunjukkan hasil kerja yang mengagumkan selama menangani Red Star sejak Desember 2019. Sejauh ini, mantan pemain Serbia itu telah membawa Red Star meraih 33 kemenangan dalam 43 pertandingan (M33 S6 K4, gol 99-26).
Akhir pekan nanti, Milan ditunggu derby kontra Inter Milan di Serie A. Stankovic pasti takkan segan 'membantu' mantan klubnya dengan menguras energi atau bahkan melukai Milan sebelum pulang ke Italia.
Sumber: UEFA.com, WhoScored, Transfermarkt
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Milan Sudah Lupakan Spezia, Kini Fokus Sepenuhnya Pada Belgrade
Bos Chelsea Berniat Bajak Kessie dari Milan
Awas, AC Milan! Pemain Red Star Punya Dendam Kesumat ke Klub Serie A
Milan Dijegal Spezia, Calabria: Nggak Usah Panik
Gara-gara Raiola, Nego Kontrak Alessio Romagnoli di AC Milan Tersendat
Berburu Pemain di Prancis, Milan Temukan Satu Nama Baru
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
-
Bek AC Milan Ini Segera Tinggalkan San Siro untuk Main di Inggris!
Liga Italia 17 Juli 2026, 08:00
-
Paolo Maldini Mulai Revolusi Timnas Italia, Pep Guardiola jadi Pelatih?
Piala Dunia 14 Juli 2026, 01:47
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










