Gagal Angkat Trofi, Pelatih Freiburg Akui Aston Villa Layak Juara Europa League: Mereka Sempurna
Afdholud Dzikry | 21 Mei 2026 08:14
Bola.net - Julian Schuster tidak bisa menutupi kekecewaannya setelah SC Freiburg kalah telak 0-3 dari Aston Villa di final Europa League, Rabu malam. Kekalahan itu sekaligus menggagalkan harapan Freiburg meraih trofi mayor pertama dalam sejarah klub.
Melihat jalannya pertandingan, sejak pertengahan babak pertama, wakil Jerman tersebut memang mulai kehilangan kendali permainan dan kesulitan menghadapi tekanan lawan.
Aston Villa tampil lebih efektif sepanjang pertandingan dan pantas keluar sebagai juara. Freiburg gagal menjaga disiplin permainan, terutama saat bertahan di area sendiri. Schuster menilai timnya tak mampu mempertahankan intensitas setelah 40 menit awal yang cukup menjanjikan.
Pelatih berusia 41 tahun itu mengakui atmosfer final memberi tekanan besar kepada para pemainnya. Setelah Villa mengambil alih tempo pertandingan, Freiburg terlihat semakin sulit keluar dari tekanan. Kekalahan ini pun meninggalkan kekecewaan mendalam bagi seluruh tim.
Analisis Schuster

Schuster menyoroti proses lahirnya gol pertama Aston Villa yang dicetak Youri Tielemans melalui situasi bola mati. Menurutnya, lini belakang Freiburg gagal membaca skema tendangan sudut pendek yang dieksekusi lawan dengan sangat rapi. Celah kecil di area pertahanan langsung dimanfaatkan secara maksimal.
Mantan gelandang Freiburg itu menilai para pemainnya terlalu lambat menutup ruang. Akibatnya, Villa leluasa membangun peluang di area berbahaya.
"Itu selalu menjadi pertimbangan tertentu tentang ruang apa yang Anda sediakan. Mereka memainkannya dengan sempurna dan optimal, tentu saja," ujar Julian Schuster.
Masalah Freiburg semakin bertambah menjelang turun minum. Emiliano Buendia mencetak gol kedua setelah lini belakang gagal mengantisipasi bola kedua di kotak penalti.
Schuster menyebut para pemainnya terlalu terburu-buru kembali ke posisi semula hingga kehilangan organisasi pertahanan. Situasi itu membuat Freiburg kalah jumlah pemain saat bertahan dan kehilangan kontrol pertandingan.
"Untuk gol kedua, itu murni kesalahan kami, terutama setelah bola kedua. Anda memiliki dorongan untuk kembali ke posisi semula dengan cepat, dan karena itu kami jelas kalah jumlah pemain," ungkap Schuster.
Harapan Bangkit Demi Masa Depan Freiburg

Memasuki babak kedua, Freiburg sempat mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Mereka menciptakan beberapa peluang, tetapi buruknya penyelesaian akhir membuat momentum cepat hilang. Villa kemudian kembali mengontrol permainan hingga laga selesai.
Meski kecewa, Schuster meminta timnya tidak larut dalam hasil buruk ini. Ia menilai perjalanan Freiburg musim ini tetap layak diapresiasi, terutama dukungan besar dari para suporter sepanjang kompetisi.
"Sayangnya itu tidak cukup. Kami tentu akan dapat merefleksikannya setelah beberapa hari berjarak, dengan sedikit waktu, dan apa yang telah kami capai bersama para penggemar kami," jelas Schuster.
Pelatih asal Jerman itu juga melihat final ini sebagai pengalaman penting untuk perkembangan tim. Menurutnya, Freiburg kini memahami level persaingan yang harus dihadapi jika ingin bersaing di panggung Eropa.
Freiburg tetap akan tampil di kompetisi Eropa musim 2026/27 lewat jalur Conference League. Pengalaman pahit di final ini diharapkan menjadi modal berharga untuk membangun mental dan kualitas tim ke depan.
"Hari ini bagi kami adalah sebuah pengalaman yang membuat kami bisa menjadi lebih baik. Kami dapat menilai secara realistis di mana kami berdiri dan apa yang diperlukan. Kami akan membawa hal itu bersama kami mulai hari ini," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Selamat! PSG Juara Piala Super Eropa 2026
Liga Champions 13 Agustus 2026, 04:58
-
Man of the Match PSG vs Aston Villa: Desire Doue
Liga Champions 13 Agustus 2026, 04:29
-
Hasil PSG vs Aston Villa: Les Parisiens Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 04:02
-
Tempat Menonton PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026
Liga Champions 12 Agustus 2026, 13:21
LATEST UPDATE
-
Prediksi Brentford vs Tottenham 22 Agustus 2026
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 22:44
-
Prediksi Nottingham vs Leeds 22 Agustus 2026
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 22:20
-
Prediksi Ipswich vs Sunderland 22 Agustus 2026
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 21:47
-
Prediksi Everton vs Crystal Palace 22 Agustus 2026
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 21:16
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 20 Agustus 2026, 21:00
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 22-25 Agustus 2026
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 20:30
-
Jadwal Liga Inggris 2026/27: Tiga Laga Besar pada Matchweek Pembuka di Vidio
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 20:13
-
Di Mana Posisi Curtis Jones jika Gabung Inter Milan?
Liga Italia 20 Agustus 2026, 20:01
-
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Womens Continental 2026: Disiarkan MOJI dan Vidio
Voli 20 Agustus 2026, 19:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59







