Permainan Letoy, Kenapa Solskjaer Baru Buat Pergantian Pemain di Menit ke-100?
Serafin Unus Pasi | 27 Mei 2021 16:40
Bola.net - Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer angkat bicara mengenai keputusannya yang telat memasukkan pemain pengganti. Solskjaer menyebut bahwa langkah itu ia ambil karena pemain-pemain di atas lapangan lebih berpotensi jadi pembeda.
Dini hari tadi, Manchester United berhadapan dengan Villarreal di Final Liga Europa. Sempat tertinggal lebih dahulu, MU berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Edinson Cavani.
Satu hal yang membuat banyak orang bertanya-tanya adalah pergantian pemain yang dibuat Solskjaer. Sang manajer baru memasukkan pemain pengganti di babak tambahan waktu pertama, padahal ada beberapa pemain yang terlihat tidak tampil maksimal di laga itu.
Ketika ditanya alasan mengapa ia telat melakukan pergantian pemain, begini kata sang manajer. "Kami merasa bahwa pemain yang ada di lapangan seperti Mason [Greenwood] atau Marcus [Rashford] bisa menjadi pembeda," buka Solskjaer kepada laman resmi MU.
Baca komentar lengkap sang manajer di bawah ini.
Hadirkan Perbedaan
Solskjaer percaya bahwa pemain-pemain yang ia mainkan sebagai starter bisa menjadi pembeda di atas lapangan. Sehingga ia sulit untuk menggantikan mereka.
"Bruno [Fernandes], Edi [Cavani] juga bisa menciptakan sesuatu. Scott McTominay juga bermain luar biasa hari ini, dan saya rasa ia pemain terbaik kami hari ini,"
"Dengan situasi itu, sulit bagi saya untuk melakukan pergantian pemain, terutama ketika Fred mengalami cedera selama sepekan ini. Dia masuk dan bermain dengan baik hari ini,"
Kurang Kreatif
Solskjaer mengakui ada satu kelemahan dari timnya pada pertandingan melawan Villarreal. Ia menyebut para pemain MU kurang kreatif sehingga mereka kesulitan membobol gawang wakil Spanyol itu.
"Hari ini kami tidak menciptakan cukup banyak peluang untuk memenangkan laga ini,"
"Mereka [Villarreal] memiliki Torres dan Albiol, jadi sulit bagi kami untuk melepaskan umpan silang. Kami seharusnya bisa masuk lebih cepat ke dalam kotak penalti mereka," ujarnya.
Puasa Berlanjut
Terpelesetnya MU di Final Liga Europa ini membuat puasa gelar mereka semakin panjang.
Terakhir kali Setan Merah mengangkat trofi juara terjadi pada tahun 2017 silam.
(MUFC)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lewis Hall ke Manchester United? Kayaknya Bakal Susah Deh!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 11:30
-
Manchester United Mundur dari Perburuan Cysencio Summerville?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 10:30
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












