Porto vs Braga dan Sejarah Final Sesama Negara

Editor Bolanet | 6 Mei 2011 10:12
Porto vs Braga dan Sejarah Final Sesama Negara
Porto saat menyingkirkan Villarreal di babak semifinal Liga Europa. (GettyImages)
- Kesuksesan Porto dan Braga lolos ke final memastikan terjadinya All Portuguese Final di Dublin, Republik Irlandia, 18 Mei mendatang. Ini merupakan final antar klub Portugal pertama dalam sejarah Liga Europa (dulu bernama Piala UEFA).

Namun sebelumnya sudah sering terjadi final yang mempertemukan tim-tim senegara. Yang terakhir adalah musim 2006/07 ketika Sevilla mengalahkan Espanyol.

Berikut duel tim-tim senegara yang pernah terjadi pada laga puncak kompetisi "kasta kedua" Eropa ini.

Wolverhampton vs Tottenham, 1971/72
Final antar tim senegara pertama dalam sejarah mempertemukan dua tim Inggris, Wolverhampton Wanderers dengan Tottenham Hotspur. Dengan masih menggunakan sistem home-away, Spurs menang agregat 3-2. Striker Spurs saat itu, Alan Mullery bukannya senang bertemu Wolves tapi mengatakan, "Anda mengharapkan kejutan di Eropa, tapi kami telah bermain dengan Wolves dua kali di liga. Kami sudah saling tahu,"

Borussia Munchengladbach vs Eintracht Frankfurt, 1979/80
Munchengladbach yang diperkuat Lothar Matthaus (19 tahun) unggul 3-2 pada leg pertama, namun Frankfurt membalasnya pada pertemua kedua melalui gol tunggal Fred Schaub. Pemain spesialis kaki kiri itu meninggal dunia pada tahun 2003 karena kecelakaan mobil.

Juventus vs Fiorentina, 1989/90
Juventus meraih gelar UEFA kedua mereka bersama Roberto Baggio setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor agregat 3-1 (Juve menang 3-1 di Turin, imbang 0-0 di tempat netral, Avellino). Saat itu Juventus juga masih diperkuat Gianluca Vialli dan hasil ini menyelamatkan posisi pelatih Juve saat itu, Dino Zoff.

Inter Milan vs AS Roma, 1990/91
Inter yang dilatih Giovanni Trapattoni sukses menghadirkan final antar klub Italia kedua berturut-turut setelah Juventus va Fiorentina pada tahun sebelumnya. Gol penalti Lothar Matthaus dan gol Nicola Berti membawa Inter menang 2-0 di Giuseppe Meazza. Pada leg kedua di Olimpico, AS Roma hanya mampu membalas satu gol melalui Ruggiero Rizzitelli.

Parma vs Juventus, 1994/95
Ini merupakan final antar klub Italia kedua legenda Juventus, Roberto Baggio. Namun kali ini "Si Kucir Kuda" harus mengakui kehebatan Baggio lainnya, gelandang Parma Dino Baggio yang mencetak satu-satunya gol pada leg pertama. Juventus hanya mampu bermain imbang 1-1 pada pertemuan kedua melalui gol Gianluca Vialli. Tragisnya, sebelum final Juventus kehilangan bek kiri Andrea Fortunato yang meninggal di usia 23 tahun karena leukimia. Pelatih Parma saat itu, Nevio Scala, mengatakan, "Saya tahu Juventus ingin mendedikasikan piala ini untuknya. Kami pun ingin melakukan hal yang sama,"

Inter Milan vs Lazio, 1997/98
Masa keemasan Lazio di era Sven-Goran Eriksson harus diakhiri dengan kekalahan menyakitkan 0-3 dari Inter Milan pada final Piala UEFA pertama yang memainkan satu laga. Gol-gol Nerazzurri dicetak Ivan Zamorano, Javier Zanetti, dan Ronaldo. Usai pertandingan, Eriksson mengatakan, "Mereka (Inter) pantas menang. Tapi tidak 3-0,"

Sevilla vs Espanyol, 2006/07
Butuh hampir satu dekade untuk kembali memainkan final tim senegara di Piala UEFA. Sevilla menyamai rekor Real Madrid (1985 dan 1986) dengan dua kali berturut-turut juara Piala UEFA. Sevilla yang dilatih Juande Ramos -kelak juga melatih Real Madrid- mengalahkan Espanyol melalui adu penalti di Hampden Park, Skotlandia. Kiper Sevilla, Andres Palop, menggagalkan tiga tendangan penalti pemain Espanyol. Usai pertandingan, Palop mengatakan, "Penalti adalah intuisi dan keberuntungan, dan kami memilikinya,"

Porto vs Braga, 2010/11
Duel sesama tim Portugal pertama di laga puncak Liga Europa. Mampukah Braga kembali membuat kejutan dengan mengalahkan Porto yang lebih diunggulkan pada final di Dublin, Republik Irlandia, 18 Mei mendatang? Menarik kita tunggu bersama.  (uefa/zul)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE