Gagal ke Final Four, Bandung BJB Tandamata Kejar Kemenangan atas Jakarta Livin Mandiri

Asad Arifin | 22 Februari 2026 20:01
Gagal ke Final Four, Bandung BJB Tandamata Kejar Kemenangan atas Jakarta Livin Mandiri
Bandung BJB Tandamata saat berlaga di Seri Bogor Proliga 2026. (c) Proliga

Bola.net - Bandung BJB Tandamata dipastikan tidak melanjutkan perjalanan ke babak final four Proliga 2026. Meski demikian, tim asal Kota Kembang itu tetap memburu kemenangan pada laga terakhir musim reguler.

Pada pertandingan penutup, mereka akan menghadapi Jakarta Livin Mandiri di GOR Chandradimuka, Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (22/2). Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi BJB Tandamata untuk menutup musim dengan hasil positif.

Advertisement

"Kami masih punya satu pertandingan terakhir melawan Jakarta Livin Mandiri dan saya harap anak-anak bisa memberikan kenangan indah pada pertandingan nanti," ujar pelatih BJB Tandamata, Risco Herlambang Matulessy.

Secara head to head, BJB Tandamata mencatat tiga kemenangan dari lima pertemuan sejak Mei 2024. Dua laga lainnya menjadi milik Livin Mandiri.

Pada pertemuan terakhir di Seri Pontianak, BJB Tandamata menang tiga set langsung. Hasil tersebut menjadi modal statistik jelang duel penutup musim reguler.

1 dari 2 halaman

Perpanjang Catatan Buruk

Sementara itu, kegagalan melaju ke final four menjadi catatan tersendiri bagi BJB Tandamata. Dalam tiga musim terakhir, mereka selalu terhenti sebelum memasuki fase empat besar.

Padahal, tim ini memiliki sejarah panjang di kompetisi Proliga. Mereka telah mengoleksi empat gelar juara dengan dua nama berbeda.

Dua trofi diraih saat masih bernama Bandung Alco Bank Jabar pada 2003 dan 2006. Sementara dua gelar lainnya didapat ketika menggunakan nama Bandung BJB Tandamata pada musim 2022 dan 2023.

Namun setelah periode tersebut, prestasi mereka mengalami penurunan. Pada musim ini, BJB Tandamata harus puas mengakhiri fase reguler di posisi keenam klasemen.

2 dari 2 halaman

Tim Lain Lebih Siap

Menurut Risco, sejumlah tim tampil lebih siap sejak awal musim. Ia menilai pengalaman pemain asing lawan menjadi salah satu pembeda.

"Sejujurnya, saya akui tim-tim seperti Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dan Pertamina lebih solid memang, bahkan kesiapan mereka sejak beberapa tahun terakhir," ucapnya.

"Para pemain asing mereka juga sudah punya pengalaman di Proliga sehingga tidak butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan atmosfer dan ketatnya persaingan," lanjut Risco.

LATEST UPDATE