Sumsel Babel dan Jakarta Electric Juarai Pro Liga

Editor Bolanet | 23 Mei 2011 07:05
Sumsel Babel dan Jakarta Electric Juarai Pro Liga
Sampoerna Hijau Voli Proliga
- Tim putra Palembang Bank Sumsel Babel dan tim putri Jakarta Electric PLN menyabet gelar juara Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011, usai mengkandaskan lawannya masing-masing.

Pada laga final yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (22/5), Bank Sumsel mengalahkan Jakarta Sananta 3-2 (16-25, 25-19, 25-15, 20-25, 15-11), sedangkan tim PLN menundukkan sesama tim ibu kota, Jakarta Popsivo Polwan 3-2 (32-34, 19-25, 25-18, 25-23, 15-7). Bagi Bank Sumsel, gelar ini merupakan yang pertama sejak satu-satunya tim dari luar Jawa ini tampil di Proliga pada 2009 lalu. Sedangkan bagi PLN, gelar tersebut adalah untuk yang ketiga kalinya, setelah tahun 2004 dan 2009.

Kemenangan Bank Sumsel itu semakin lengkap dengan ditetapkannya Igor sebagai pemain terbaik. Begitu pula dengan PLN, Susanti Martalia tampil sebagai pemain terbaik bagian putri. Untuk itu, keduanya mendapatkan hadiah sebesar Rp 10 juta.

“Kami tentu sangat gembira dengan kemenangan ini. Ini luar biasa setelah penantian kami selama tiga tahun tampil di Sampoerna Hijau Voli Proliga. Semoga ini awal yang baik bagi kami untuk kompetisi masa mendatang,” kata kapten Bank Sumsel Brian Alfianto, kepada Bola.net, usai pertandingan, Minggu (22/5).

Bagi Brian, gelar juara itu merupakan yang kedua sepanjang kariernya setelah 2008. Saat itu, dia menggapainya dengan tim Jakarta Sananta, bersama dengan Andri, andalan Bank Sumsel lainnya. Pelatih Bank Sumsel Mashudi tidak dapat menyembunyikan rasa gembiranya. Bahkan, air mata gembiranya membasahi pipinya.

“Saya ingin membuat tulisan dengan tinta emas di Bank Sumsel. Perjuangan kami membuahkan hasil," kata Mashudi, mantan pelatih Surabaya Samator pada musim 2004.

“Cederanya Koko (Prasetyo) secara tidak langsung mempengaruhi kekuatan Sananta. Serangan dan pertahanan mereka menjadi berkurang,” tambahnya.

Sebelumnya, Koko mengalami cedera di kaki setelah terinjak kaki Agung Seganti pada set kedua. Posisinya kemudian digantikan Riviansyah. Sayangnya, permainan Riviansyah juga tidak maksimal karena tidak fit. Sananta akhirnya mengganti Riviansyah dengan Kukuh, yang justru mampu mengangkat tim. Kapten tim Sananta, Joko Murdiyanto, mengatakan kedua tim bermain seimbang karena hasil laga berjalan dalam lima set.

“Imbang, karena 3-2, bukan 3-1 atau 3-0. Tetapi hasil akhirnya kami kalah, kami kurang beruntung dalam pertandingan tadi. Cederanya Koko (Prasetyo) membuat kekuatan kami berkurang banyak,” kata Joko.

Senada dengan Mashudi dan Joko, Pelatih Sananta Syaifulah mengatakan, timnya kehilangan kekuatan dengan cederanya Koko Prasetyo. Tanpa kehadiran Koko, maka kekuatan timnya berkurang banyak.

“Kami telah berjuang maksimal, tetapi akhirnya kami harus mengakui kehebatan Bank Sumsel. Selamat buat mereka,” ujarnya.

Atas kemenangan ini, tim putra Palembang Bank Sumsel Babel dan tim putri Jakarta Electric PLN mendapatkan hadiah masing-masing Rp 175 juta, sementara peringkat kedua hingga keempat memperoleh Rp 100 juta, Rp 75 juta, dan Rp 50 juta. Perjuangan tidak pernah menyerah dipertontonkan Eletric PLN, yang menggapai gelar untuk ketiga kalinya.

Tiga gelar ini merupakan gelar terbanyak di antara peserta Proliga lainnya. Pelatih PLN, Tian Mei, sangat gembira dengan gelar juara tersebut.

“Sama gembiranya ketika saya meraihnya pada 2004 lalu bersama PLN. Ini luar biasa,” katanya.

Pelatih asal China itu menjadi orang pertama yang menggapai gelar juara, baik sebagai pemain maupun pelatih.

“Saya katakan kepada pemain, agar mau bekerja keras, sebab Popsivo tim yang sangat kuat. Setelah tertinggal, saya terus memberi semangat kepada mereka jika masih ada kesempatan,” kata Mei.

Di kubu Popsivo, menurut Pelatih Ansori, timnya sebenarnya sudah bagus saat mengawali pertandingan sehingga menang di dua set awal. Hanya saja, setelah itu timnya tampil buruk terutama ketika menerima service.

“Tentu, serangan kami tidak maksimal. Variasi juga tidak berjalan dengan baik,” katanya.

Namun, dilihat dari hasil final, hal itu melampaui target. “Target awal hanya masuk empat besar, karena kami belum pernah masuk empat besar sejak pertama kali tampil,” katanya.

Pada perebutan tempat ketiga, dua tim asal Jawa Timur, Surabaya Samator dan Gresik Petrokimia mengalahkan lawan-lawan mereka. Samator tanpa banyak kesulitan mengalahkan Jakarta Electric PLN 3-0 (25-23, 30-28, 25-19), sedangkan Petrokimia harus mengakhiri laga dengan lima set saat mengalahkan Jakarta TNI AU 3-2 (25-21, 25-18, 15-25, 21-25, 15-12) (esa/fjr)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE