LA Lights Streetball Digelar di 10 Kota

LA Lights Streetball Digelar di 10 Kota
La Lights Streetball
- Kompetisi LA Lights Streetball segera memasuki babak seleksi awal atau Open Run yang akan digelar di 10 Kota di Indonesia yaitu Malang (7-8//5), Semarang (14-15/5), Banjarmasin (28-29/5), Balikpapan (4-5/6), Medan (18-19/6), Palembnag (25-26/6), Jakarta (9-10/7), Jogjakarta (16-17/7), Surabaya (23-24/7) dan Bandung (17-18/9).

Sementara untuk babak Grand Final akan diselenggarakan pada 28-30 Oktober di Jakarta.

"Kami terus memberikan kontribusi terhadap insan olahraga yang membutuhkan skill yang tinggi, positif, kerja keras serta kreatifitaa yang tinggi," terang Brand Manager LA Lights, Maya Shintawati, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/5).

Selain itu, guna meningkatkan kualitas permainan para peserta, LA Lights Streetball 2011 juga menggelar kepelatihan dan coaching clinics bertajuk LA Lights Streetball Camp untuk pertama kalinya di Surabaya, pada 22-23 April.

"Memasuki tahun ketujuh kami siap beraksi lagi dengan mengusung tema 'Level Up', guna mencari bibit baru streetball yang potensial," lanjutnya.

Sejak kesuksesan menyertai penyelenggaraan di tahun pertamanya, 2005, di mana behasil merangkul para streetballers dan komunitas streetball untuk berkompetisi dan unjuk gigi, LA Lights Streetball secara rutin digelar tiap tahun. Kompetisi ini bertujuan memberi ruang pamer sekaligus menantang streetballers Indonesia mengadu skill dan trik-trik jitu yang mereka miliki.

Terlebih, saat ini sudah banyak kalangan yang mulai mengenal olahraga streetball, yang merupakan spesialisasi dari cabang basket. Streetball lahir lebih kurang 11 tahun lalu, yang merupakan hasil pergeseran gaya hidup generasi muda untuk menjawab kebutuhan olahraga, yang mengkombinasikan antara fisik dan entertainment, atau kemudian dikenal sebagai sportainment.

"Kompetisi streetball bisa menjadi bisnis yang sangat dinantikan para pecinta basket. Sebagai pemain, dituntut mengerti dan menerapkan permainan basket sebagai landasan skill, yang dikombinasikan dengan trik kreativitas," ujar Danny D'Rockz, salah seorang juri LA Lights Streetball.

"Saya selalu mengedukasi para streetballer bahwa 'Streetball is Basketball'. Keduanya tidak bisa dipisah dan yang membedakan hanya eventnya. Ada kesalahan komunikasi di mana para streetballer hanya memperdalam intrik, tapi melupakan teknik dasar basket," jelas D'Rockz lebih lanjut. (esa/fjr)

Berita Terkait