FOLLOW US:


Bentuk Solidaritas Jakampus Untuk Korban Gempa Aceh

06-07-2013 03:15
Bentuk Solidaritas Jakampus Untuk Korban Gempa Aceh
Jakampus. Eggi Paksha
Bola.netBola.net - Kepedulian yang tinggi terhadap korban bencana alam di Aceh, coba ditunjukkan Jakampus; sebutan suporter Persija Jakarta yang tergabung di komunitas kampus.

Di lokasi tersebut, setidaknya ribuan rumah dan bangunan fasilitas umum, rusak akibat gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter, Selasa (2/7) lalu.

Koordinator aksi Jakampus Peduli Aceh, Afrizal Kasriyanto bersama rekan-rekan terlihat aktif turun ke jalan mencari donasi dari pihak yang perduli, di kawasan Pancoran, Jakarta, Jumat (5/7). Selain itu, mereka menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) di Rick's Cafe, antara Persija Jakarta lawan Persegres Gresik United, dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013, di Stadion Petrokimia, Gresik.

"Nobar diikuti sekitar 65 orang. Setelah itu, kita turun ke jalan dan berhasil mendapatkan dana sekitar Rp250 ribu. Selanjutnya, lepas Magrib kita turun di lampu merah Pancoran hingga pukul 20.00 WIB. Di hari pertama, kita dapat Rp683.600 dan hari ini dapat Rp2.475.000. Ditambah dari UIN Rp866.000 dan UNJ Rp265.000. Total pendapatan sampai saat ini, Rp4.289.600 dan masih akan bertambah. Mengingat, antusias teman-teman Jakampus lainnya untuk menggelar aksi serupa di kampusnya masing masing cukup tinggi," ujarnya.

Dilanjutkannya, ada pula rekan Jakmania yang menyumbang langsung via transfer. Rencananya, dilanjutkan Afrizal Kasriyanto, total bantuan akan diserahkan langsung pada Selasa (9/7) via transfer ke Winda, Jakmania Aceh dan segera di distribusikan pada Jumat (12/7).

"Kami berharap, dari aksi selama dua hari ini semoga bisa sedikit membantu saudara-saudara kita di Aceh yang sedang mendapatkan musibah. Meski bantuannya tidak seberapa besar, semoga bisa bermanfaat. Ini bentuk semangat dari kami untuk mereka di sana. Juga untuk pioner teman-teman Jakmania maupun suporter lain untuk melakukan aksi serupa karena biar bagaimanapun juga kita masih 1 Indonesia," pungkasnya.