FOLLOW US:


Esports Extravaganza: Mengapa Industri Gaming Begitu Meledak?

13-05-2019 15:00
Esports Extravaganza: Mengapa Industri Gaming Begitu Meledak?
eSports. © bola.net

Bola.net - Esports alias gaming kompetitif telah menjelma jadi salah satu industri terbesar di abad ke-21. Gim tidak jadi sekadar gim, saat ini banyak gim-gim kompetitif yang diperlombakan dengan total hadiah puluhan juta USD.

Beberapa gim legendaris yang terbilang 'membuka jalan' untuk perkembangan eSports: Dota 2, League of Legends, Hearthstones, Counter Striker: Global Offensive, dan beberapa gim anyar seperti Fortnite, Player Unknown's Battlegroudns [PUBG}.

Tidak berhenti di situ, dewasa ini eSports bahkan menyadari mobile gaming. Dengan gim-gim seperti Mobile Legends - yang populer di Indonesia, Clash Royale, Arena of Valor, serta banyak lainnya.

Pertanyaan utamanya, sejak kapan eSports berkembang, dan mengapa bisa jadi sebesar ini? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Uang Berlimpah

Menurut data visualcapitalist.com, gaming telah menjelma jadi salah satu bentuk entertainment yang paling dominan di abad ke-21. Industri ini bahkan mampu melampaui sektor film dan musk dengan jarak yang cukup besar.

Tercatat, pada tahun 2008 total pendapatan indsutri gaming berputar di angka 55 miliar USD, sedangkan industri film dan musik berhasil meraih 44 miliar USD.

Jumlah tersebut melonjak drastis 10 tahun kemudian. Pada tahun 2018 kemarin, total pendapatan industri gaming mencapai angka 135 miliar USD, meninggalkan film dan musik yang memperoleh 60 juta USD.

Dalam beberapa tahun terakhir, batasan geografis telah runtuh, dan gaming kompetitif yang dikenal sebagai eSports telah menjelma jadi industri miliaran USD. Industri ini akan terus berkembang, bahkan total pendapatan industri gaming pada 2020 mendatang diprediksi bakal tumbuh dua kali lipat dari tahun 2018 kemarin.

2 dari 2

Ekosistem Esports

Mengapa industri ini bisa berkembang begitu pesat? Jawabannya cukup sederhana: karena ada wadahnya. Gaming tidak lagi dianggap sebagai sarana melepas stres, gaming menjelma jadi ladang mencari uang.

Ada banyak tim eSports profesional yang mempekerjakan atlet-atlet muda berbakat. Tim-tim itu lalu mengikuti kompetisi eSports profesional yang biasanya menyuguhkan hadiah masif.

Tidak cukup berhenti di situ, banyak brand-brand ternama dunia yang ikut berkecimpung. Mereka mengalirkan dana segar untuk pemain, tim eSports, sekaligus kompetisi tersebut.

Pengembang gim pun tidak main-main. Dota 2 dikenal sebagai gim terbaik dengan hadiah terbesar di dunia eSports profesional, dan mereka terus mengembangkan itu.

Ekosistem ini terdiri dari: pemain, tim, developer, kompetisi, penyelenggara turnamen, sponsor, dan broadcaster. Esports masih muda, tetapi sudah melampaui sejumlah olahraga tradisional dalam hal pendapatan dan besaran uang hadiah.