FOLLOW US:


Game Mobile Punya Potensi Tinggi Jual Iklan Karena Keberagaman Usia Pengguna

02-03-2019 21:58
Game Mobile Punya Potensi Tinggi Jual Iklan Karena Keberagaman Usia Pengguna
Pop Mie menggandeng 2 tim besar Esports Indonesia, EVOS Esports dan Rex Regum Qeon (RRQ), untuk memajukan Esports di Indonesia. © Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo

Bola.net - Game mobile menjadi satu di antara banyak varian gim yang paling banyak dimainkan. Kemudahannya untuk dimainkan di mana saja menjadi salah satu alasannya.

Game mobile tak dimungkiri menciptakan keasyikan tersendiri bagi pengguna smartphone. Pasalnya, dengan keberadaan game yang bisa diakses di mana saja, pengguna smartphone jadi makin lama berada di depan layar sembari memainkan berbagai game.

Apalagi, jumlah pemain game di Indonesia cukup banyak. Indonesia disebut sebagai pasar mobile gaming terbesar di dunia, baik dari segi revenue maupun jumlah pemain. Jumlah mobile gamers di Indonesia diprediksi melebihi 100 juta user pada 2019.

Gim yang paling banyak diunduh per 2018 adalah Mobile Legends. Sementara itu, berdasarkan hasil penelitian terbaru dari Pokkt, Decision Labs, dan MMA yang dipaparkan Program Director MMA APAC Azalea Aina, ada 60 juta mobile gamers di Indonesia

Angka tersebut bakal meningkat menjadi lebih dari 100 juta gamers pada 2020. "Uniknya, pemain game mobile di Indonesia tidak hanya didominasi pria muda, melainkan juga perempuan dengan berbagai rentang usia, termasuk ibu-ibu," kata Aina.

Hasil survei MMA, di Indonesia 55 persen gamer adalah laki-laki dan sisanya perempuan. Adapun usianya beragam, seperti 16-24 tahun adalah 64 persen, 25-34 tahun (65 persen), usia 35-44 tahun (64 persen), dan usia 45-54 tahun (47 persen).

1 dari 1

Perbandingan Game Mobile

Saking masifnya jumlah pemain game mobile di Tanah Air, hasil penelitian MMA menyebutkan, pengguna smartphone lebih banyak main game mobile ketimbang membuka aplikasi lain di smartphone-nya. Akses game mobile 25 persen, sedangkan akses terhadap aplikasi online shop mencapai 7 persen.

Selaini itu, ada telepon atau SMS sebesar 7 persen, aplikasi media sosial 17 persen, dan video streaming 12 persen. Walhasil, platform game mobile bisa jadi sarana beriklan, mengingat penggunanya yang cukup banyak dan beragam.

"Stigma main game hanya buat anak muda itu ternyata tidak juga," katanya. Azalea mengungkapkan, karena potensi game mobile platform tayang iklan, sudah ada iklan-iklan yang muncul di game mobile. Namun jumlah itu belum banyak.

"Sudah ada beberapa brand tetapi belum banyak, kemungkinan pada tahun ini akan bertambah. MMA akan mengadakan workshop mobile creativity gua memberi masukan, bentuk-bentuk iklannya bisa seperti apa saja di aplikasi game mobile," sebut Aina.

Sumber: bola.com