FOLLOW US:


Jenson Button Nyaris Dirampok Saat Berlomba di Brasil

09-11-2010 12:17
Jenson Button
(c)sun
Jenson Button (c)sun

Bola.net - Bintang F1, Jenson Button, Minggu malam menceritakan pengalaman mengerikannya melarikan diri dari kawanan perampok yang membawa senapan mesin di Brasil.

Juara dunia F1 2009 itu berhasil lolos berkat aksi berani dari polisi yang menjadi sopir mereka, Daniel Toni. Dia memacu sedan Mercedes tahan peluru mereka di sela-sela mobil yang diparkir untuk melarikan diri.

Para perampok itu muncul di daerah kumuh Sao Paulo pada Sabtu malam, saat Jenson sedang dalam perjalan kembali ke hotel setelah selesai melakukan sesi kualifikasi untuk Grand Prix Brasil.

Selain polisi yang bersenjata itu, di dalam mobil terdapat ayah Jenson, John. Manajernya, Richard Goddard dan pelatih Mike Collier juga ikut bersama mereka.

Jenson berkata, "Kami berhenti karena lampu lalu lintas sedang menyala merah. Kami melihat beberapa orang berkumpul di pinggir jalan, mungkin sekitar enam atau tujuh orang. Mereka memang tampak mencurigakan tapi kami tidak berpikir lebih jauh dari itu."

"Lalu saya melihat seorang dari mereka sedang bermain-main dengan sesuatu di celananya dan itu pistol."

"Mereka masih muda, mungkin berusia 20 tahunan. Dua di antara mereka memegang pistol dan ada satu lagi memegang senapan mesin. Itu menakutkan."

"Sopir kami mengawasinya. Ternyata mereka juga melihatnya dan mereka mulai berlari ke arah mobil kami."

Jenson menambahkan, "Sopir kami langsung membelokkan mobil dan memacunya di antara deretan mobil, di mana sepertinya sudah tidak ada celah lagi. Dia adalah legenda, benar-benar brilian."

Setelah kejadian itu tim McLaren meningkatkan keamanan untuk Jenson dan Lewis Hamilton. Polisi bersenjata lengkap mengawal perjalanan enam mil mereka dari dan ke sirkuit Interlagos.

Beberapa jam sebelum Jenson berhasil melarikan diri, beberapa perampok bersenjata mengambil tas dari 5 mekanik tim Sauber. Pembalap Virgin Racing asal Brasil, Lucas di Grassi, kena rampok di bawah todongan senjata di mobilnya.

Tapi bos F1, Bernie Ecclestone, tetap tidak tertarik untuk menghapuskan Grand Prix Brasil, "Saya sudah datang ke sini lebih dari 40 tahun dan saya belum pernah melihat atau mendengar sesuatu yang menjadi membahayakan." (sun/cax)