FOLLOW US:


Modal Penting Atlet Panjat Tebing Indonesia Demi Muluskan #KemenanganItuDekat Olimpiade 2020

09-09-2018 16:17
Modal Penting Atlet Panjat Tebing Indonesia Demi Muluskan #KemenanganItuDekat Olimpiade 2020
Aries Susanti Rahayu © Liputan6.com

Bola.net - Aries Susanti Rahayu mendadak jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia. Namanya, begitu menggaung usai merebut medali emas olahraga panjat tebing putri baik kategori tunggal dan beregu di Asian Games 2018. Bahkan, namanya juga menjadi perbincangan hangat di berbagai media di dunia, termasuk media dari Jepang, Kyodo News.

Kyodo News menyadari kecepatan Aries dalam memanjat karena tubuhnya yang mungil. Dalam Asian Games, cabang olahraga panjat tebing memang untuk pertama kalinya diperlombakan, dan akan menjalani debut di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

"Saya rasa, orang Indonesia pandai memanjat karena kita dapat bergerak lebih cepat dengan ukuran (tubuh) yang lebih kecil. Setelah Asian Games, kami (tim panjat tebing) akan fokus ke Olimpiade. Kami akan berusaha sebaik mungkin memenangkan emas. Tidak ada yang mustahil," ujar Aries, yang merupakan juara dunia usai menguasai Kejuaraan Dunia Panjat Tebing - IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China, pada 5 Mei.

Oleh karena kecepatannya mendaki, Aries mendapat julukan 'Spider-woman' dari masyarakat Indonesia. Dia pun suka dengan julukan tersebut.

"Terserah orang Indonesia memanggil saya, namun saya suka julukan itu karena menunjukkan kebanggaan mereka kepada saya," ucapnya.

Selain itu, ketika bertemu wakil China, Hei Chulian di semifinal nomor kecepatan putri Asian Games 2018, terasa sekali kalau #KemenanganItuDekat karena Aries menang dengan margin sangat tipis. Dia hanya unggul 0,1 detik atas sang lawan dan sukses merebut emas usai mengalahkan atlet putri Indonesia lainnya, Puji Lestari, di babak final.

Adapun pelatih tim panjat tebing, Hendra Basir, mengatakan Aries berbeda dengan atlet lainnya. Basir menyebut Aries memiliki mental yang kuat.

"Dia memiliki mental kuat. Jika Aries ingin mendaki, dia hanya mengatakan, 'Saya cepat, saya kuat'. Itu motivasi yang bagus," pungkas Basir.