FOLLOW US:


Kualifikasi DIO 2011 Berlangsung Ketat

22-06-2011 07:14
Sony Dwi Kuncoro © Bola/Esa
Sony Dwi Kuncoro © Bola/Esa

Bola.net - Babak kualifikas Djarum Indonesia Open (DIO) 2011 berlangsung ketat. Tensi tinggi dan bergengsinya kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 21-26 Juni, di Istora Senayan, Jakarta, membuat semua pemain terbaik dunia hadir. Karena itu, para pebulutangkis pelatihan nasional (Pelatnas) dituntut berjuang keras dari babak kualifikasi.

Pasangan ganda muda Indonesia, Angga Pratama/Rian Agung berhasil menjadi pasangan pertama yang memenangi tiket ke babak utama. Ia berhasil membungkam rekan senegaranya, Agripina Prima Rahmanto Putra/Marcus Fernaldi Gideon dengan 21-15 dan 21-9 di babak pertama. Kemudian mereka mampu mengatasi pasangan yang diunggulkan di tempat empat babak kualifikasi, Kim Ki Jung/Shin Baek Choel.

Unggul jauh 21-11 di game pertama, Angga/Rian berbalik tertinggal dengan 15-21. Namun, mereka berhasil kembali ke performanya dan akhirnya mampu unggul 21-12 atas pasangan asal Korea tersebut. “Senang bisa menang, meskipun tadi memang tidak gampang, apalagi di game kedua kami malah berbalik kalah, tetapi kami akhirnya bisa mengatasi permainan lawan dan bisa menang,” papar Angga kepada Bola.net, Selasa (21/6).

Meski sempat membuka hari pertama dengan kemenangan di sektor ganda, namun Indonesia tidak begitu beruntung di nomor tunggal. Aprilia Yuswandari langsung tersingkir di babak pertama kualifikasi. Dirinya menyerah di tangan Chen Jiayuan dari Singapura. April yang sempat memimpin 21-16, tidak mampu membendung Chen di dua babak berikutnya. Ia menyerah 15-21 dan 17-21. “Sangat kecewa, melawan pemain yang rangkingnya berada di bawah saya malah membuat saya beban dan tidak bermain lepas,” aku April.

Di bagian tunggal putra, salah satu pemain terbaik Indonesia yang pernah menjuarai ajang Djarum Indonesia Open tahun 2008, Sony Dwi Kuncoro langsung tersingkir setelah tak mampu mengalahkan Chou Tien Chen.

Meski mampu memimpin 8-5, Sony balik tertinggal 11-9 di interval. Sony yang terlempar ke rangking 34 dunia setelah didera cedera pinggang, semakin terus tertinggal. Sempat memaksakan deuce beberapa kali, tetapi akhirnya unforced error yang dilakukannya membuatnya kalah 24-26 dari atlet asal Taipei itu.

Penampilan Sony semakin menurun di game kedua, ia hanya sempat menyamakan kedudukan diangka 6, ia terus tertinggal. Bahkan ia tertinggal 13-20, meskipun ia sempat menambah empat angka sebelum menyerah 17-21. “Saya sudah sering cedera berkali-kali. Saya memaksakan diri untuk tampil meski dibekap cedera selama enam bulan dan belum sembuh 100 %,” papar Sony usai pertandingan.



Sony mengakui setelah kekalahannya di turnamen yang berhadiah total US$ 600.000 tersebut, tidak akan turun di turnamen manapun selama dua bulan ke depan. Ia akan absen di kejuaraan dunia dan akan fokus untuk menyembuhkan cedera. Karena ia pun mengakui selama ini keikut-sertaannya di turnamen hanya untuk menjaga agar rangkingnya tidak terlempar terlalu jauh.

“Mungkin untuk ke depannya saya akan turun di kejuaraan dengan level yang tidak terlalu tinggi,” pungkas Sony.  (esa/fjr)


Komentar Pembaca (1 komentar)
Dewi lea
08:43 29 Juni 2011
Bt kak s0ny mg cpt smbh ea,
Ttp smangat...
"WO AI NI (I LUPH U)"