FOLLOW US:


Pencalonan Terganjal, Timses Marzuki Ali Protes PB PBSI

19-09-2012 18:30
Pencalonan Terganjal, Timses Marzuki Ali Protes PB PBSI
Pencalonan terganjal, timses Marzuki Ali protes PB PBSI.
Bola.net - Pencalonan Marzuki Ali sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) 2012-2016 mendapat ganjalan. Pemicunya, Kepala Bidang Organisasi PB PBSI Koesdarto Pramono menganulir pendaftarannya.

Koesdarto menilai berkas milik Marzuki yang dimasukkan Selasa (18/9) pukul 10.00 WIB, tidak lengkap lantaran tidak menyertakan surat pernyataan. Berkas tersebut melampirkan sebatas surat rekomendasi Pengurus Provinsi (Pengprov).

"Padahal, sebelum waktu tersebut kami sudah menyerahkannya secara lengkap. Alhasil, tetap dinyatakan tidak sah dan digugurkan," ujar tim sukses (timses) pencalonan Marzuki Ali, Adhi Prasetyo.

Sebelumnya, PB PBSI membuka pendaftaran sejak 28 Agustus hingga 18 September, pukul 12.00 WIB. Nantinya, para calon tersebut akan berebut suara dalam Musyawarah Nasional (Munas) PB PBSI di Yogyakarta, 20-22 September.

Karena itu, Adhi menegaskan jika PB PBSI tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak saja. Pasalnya, meski bertindak selaku panitia pendaftaran calon Ketum, PB PBSI tidak memiliki kewenangan untuk menganulir atau memutuskan keabsahannya.

"Harusnya, hal tersebut disikapi dengan bijaksana dengan cara dibawa ke fokum Munas. Di situlah baru bisa diputuskan dan disepakati," sambungnya.

Tidak hanya itu, Ketua Pengprov Maluku Utara, Imrah Chalil, menyebutkan sudah terdapat 18 Pengprov yang mendukung pencalonan Marzuki. Jadi, tidak benar jika berkas Marzuki tidak lengkap. "Padahal, ada surat pernyataan dan surat rekomendasi di antaranya dari Boy Ihwansyah, Ketum Pengprov PBSI Sulawesi Tenggara 2011-2014. Ini sangat politis," paparnya.

Sementara itu, kepada wartawan melalui teleconference, di Jakarta, Rabu (19/9), Marzuki mengaku bersikap legawa. Ketua DPR RI periode 2009-2014 tersebut mengutarakan, sepenuhnya diserahkan kepada Pengprov selaku pemilik suara.

"Saya tidak mau ngotot menghadapi pengguguran pencalonan tersebut. Sebab, saya ini dicalonkan Pengprov-Pengprov dan bukan mencalonkan. Kalau para Pengprov pendukung ingin tetap berjuang, saya persilahkan. Jika dipercaya, saya siap mengembalikan kejayaan bulu tangkis," terangnya.

"Pada prinsipnya, saya sudah bertemu dan berkomunikasi aktif dengan Yacob Rusdianto (Sekretaris Jenderal PB PBSI) dan Joko Santoso (Ketum PB PBSI). Mereka memberikan dukungan selama saya memenuhi proses administrasi," lanjutnya.

Di bagian lainnya, calon Ketum PB PBSI Icuk Sugiarto pun ikut angkat bicara. Juara dunia tahun 1983 tersebut mengkritisi sikap PB PBSI yang tidak kompromis.

"PB PBSI seharusnya bijaksana dalam melihat persoalan ini. Saya pribadi tidak takut tersaingi jika muncul banyaknya calon. Kalau ada yang lebih baik, saya siap kalah dengan proses persaingan yang adil," imbuhnya.

"PB PBSI seharusnya hanya menerima berkas pencalonan dan tidak berhak memutuskan siapa yang layak atau tidak. Dengan begitu, mencerminkan bentuk ketakutan dari mereka yang ingin bertahan menguasai organisasi bulu tangkis," tuntas Ketua Umum Pengprov PBSI DKI Jakarta tersebut.