FOLLOW US:


"Tunggal Putra Indonesia Dalam Masa Transisi"

31-05-2011 19:55
Dionysius Hayom Rumbaka (c) bola
Dionysius Hayom Rumbaka (c) bola

Bola.net - Buruknya penampilan pemain tunggal khususnya tunggal putra pada Piala Sudirman yang baru lalu, menurut Wakil Ketua Umum II PB PBSI I Gusti Made Oka karena mereka masih dalam masa transisi.

"Mereka masih dalam fase turun, karena masa transisi (dari sistem dan pelatih lama ke sistem dan pelatih baru)," kata Oka.

Pada kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman di Qingdao, China, pekan lalu, ketika tim Indonesia tersisih di semifinal, penampilan pemain tunggal khususnya putra sangat mengecewakan.

Dari empat pertandingan tim Indonesia pada turnamen dua tahunan tersebut, tunggal putra hanya sekali menyumbang angka yakni saat Indonesia bertemu Rusia, ketika Simon Santoso mengalahkan Vladimir Ivanov.

Setelah itu, tunggal putra selalu menjadi kartu mati bagi tim Merah Putih.

Dionysius Hayom Rumbaka kurang memberi perlawanan kepada pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei saat Indonesia bertemu Malaysia, sehingga kalah dengan mudah.

Setelah itu, Simon yang dipasang pada dua pertandingan selanjutnya, berturut-turut kalah oleh pemain Jepang Kenichi Tago dan pemain Denmark Peter Gade di semifinal.

Sementara penampilan tunggal putri Adriyanti Firdasari sedikit lebih baik dengan memenangi dua dari empat laga yang dilakukannya.

Menurut Oka, diperlukan waktu untuk membuat prestasi mereka kembali naik di bawah pelatih baru asal China Li Mao yang menangani sektor tunggal Pelatnas.

"Mudah-mudahan puncaknya di Indonesia Terbuka (Super Series Premier)," kata Oka yang memperkirakan Indonesia akan meraih medali emas di turnamen berhadiah total 600.000 dolar AS yang berlangsung di Jakarta, 21-26 Juni.

Untuk mewujudkan itu, para pemain utama Pelatnas tidak akan ambil bagian pada turnamen Thailand Grand Prix yang berlangsung 7-12 Juni.

"Mereka akan diuji coba di Singapura Terbuka Super Series (sepekan menjelang Indonesia Terbuka), termasuk Muhammad Rijal dan Liliyana Natsir yang cedera. Mudah-mudahan di Singapura mereka sudah pulih," tambah Oka. (ant/end)


Komentar Pembaca (2 komentar)
Azmi yudistira
15:49 02 Juni 2011
Usul saya,jika ingin mengembalikan kejayaan bulu tangkis nasional,dari tingkat daerah adakan turnamen berkala hingga kejenjang tingkat nasional.jadi gk mesti mengharapkan dr klub2 bulu tangkis ataupun pelatnas..
arie, jogja
20:16 31 Mei 2011
Indonesia ini lucu... Impor pelatih utk pelatnas, pdhal bnyk pelatih2 Indonesia yg sukses d negeri org, knp tdk mereka2 saja yg dkembalikan? wkwkwk