Didenda Karena Potong Rambut Saat Pandemi Covid-19, Jadon Sancho Kecam Operator Bundesliga

Ari Prayoga | 6 Juni 2020 04:40
Jadon Sancho (c) Borussia Dortmund Twitter

Bola.net - Bintang muda Borussia Dortmund, Jadon Sancho mengecam keputusan operator Bundesliga DFL yang menjatuhkan hukuman denda kepadanya dan rekans setimnya Manuel Akanji.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sancho bersama sejumlah pemain Dortmund lainnya melanggar aturan social distancing selama pandemi Covid-19 ini demi memotong rambutnya.

Selain Sancho, lima pemain lainnya adalah Raphael Guerreiro, Manuel Akanji, Thorgan Hazard, Axel Witsel, dan Dan-Axel Zagadou.

Keenamnya diketahui mengundang penata rambut terkenal, Winnie Nana Karkari ke rumah untuk memotong rambut mereka pada Rabu (3/6/2020) kemarin.

Dalam foto yang beredar, Sancho maupun sang penata rambut diketahui tak menjalankan aktivitas sesuai protokol, yakni dengan tidak melaksanakan kewajiban memakai masker.

1 dari 2 halaman

Hukuman Denda untuk Sancho

Jumat (5/6/2020), pihak DFL mengumumka bahwa Sancho dan Akanji dikenai hukuman denda yang tak disebutkan jumlahnya. Keduanya memiliki waktu lima hari untuk melakukan banding.

Sementara itu, empat pemainnya lolos dari hukuman karena kurangnya bukti, mengingat tak ada foto dari mereka yang beredar di media sosial.

"Dua pemain Borussia Dortmund itu rupanya telah melanggar standar kebersihan umum dan standar perlindungan infeksi saat melakukan potong rambut di rumah, dan khususnya konsen medis dan organisasi dari gugus tugas DFL soal 'Kedokteran Olahraga / Operasi Pertandingan Spesial,"

2 dari 2 halaman

Respons Jadon Sancho

Tak berselang lama usai keputusan tersebut keluar, Sancho pun mengekspresikan kekesalannya lewat sebuah unggahan di aku Twitter pribadinya.

"Lelucon yang sungguh mutlak DFL!" tulis Sancho, dilengkapi dengan emoji marah. Namun, tak lama kemudian, tweet ini langsung dihapus oleh Sancho.

Beberapa waktu lalu Sancho juga mencuri perhatian ketika merayakan gol dengan memberikan dukungan untuk George Floyd, warga Amerika Serikat berkulit gelap yang meninggal dunia ketika dalam penangkapan polisi.

Sumber: DFL / Twitter

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR