FOLLOW US:


Head to Head: Pincang di Penjaga Gawang

16-03-2010 14:00

 | Petr Cech

Ross Turnbull, bakal menghadapi ujian terberatnya kala menjamu Inter Milan (c) Zimbio
Ross Turnbull, bakal menghadapi ujian terberatnya kala menjamu Inter Milan (c) Zimbio

Bola.net - Menjamu Inter Milan di Stamford Bridge, Rabu (17/03) dini hari nanti, membuat kubu Chelsea gugup. Betapa tidak. Jelang laga hidup mati tersebut, Chelsea justru harus kehilangan salah satu pilar andalannya. Kiper utama mereka, Petr Cech mengalami cedera dan dipastikan bakal absen dalam laga tersebut.

Selain itu, penggantinya, Hilario juga mengalami cedera. Sebagai pilar di bawah mistar, mereka harus mengandalkan Ross Turnbull, yang minim pengalaman untuk menghadapi gempuran pemain Inter Milan.

Namun, ada sebuah kabar yang sedikit bisa melegakan Carlo Ancelotti, sang arsitek. Pemain belakang senior, Ricardo Carvalho, dipastikan telah pulih dari cedera. Apabila dimainkan, pemain Portugal ini bakal berduet dengan John Terry untuk menyaring serangan Nerrazurri, sebelum berhadapan dengan Turnbull.

Sementara itu, nasib sedikit lebih baik dialami kubu Inter. Walau sempat mengalami kecelakaan mobil, akhir pekan lalu, penjaga gawang utama Inter, Julio Cesar dipastikan bakal tetap tampil. Di laga pertama, Cesar, yang juga mengalami kecelakaan, tampil gemilang dan mematahkan banyak peluang The Blues.

Di lini depan, pemain bengal, Mario Balotelli dipastikan tidak bakal dibawa dalam lawatan mereka ke Inggris. Tidak jelas alasan yang dimiliki oleh Jose Mourinho, sang pelatih. Namun, nampaknya, ini merupakan buntut dari serangkaian perseteruan Balotelli dengan pelatih dan manajemen Nerrazurri.

Selengkapnya perbandingan kekuatan dua tim ini bisa disimak di bawah ini:

KIPER

Ross Turnbull (Chelsea)
Turnbull merupakan penjaga gawang ketiga yang dimiliki Chelsea. Pemain ini memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan reflek. Postur tubuhnya yang 1,96 meter juga merupakan kelebihan yang dimilikinya. Namun, minimnya faktor pengalaman bakal menjadi titik lemah kiper didikan Middlesbrough ini.

Pertaruhan terbesar. Inilah yang cocok untuk menggambarkan arti laga ini bagi penjaga gawang kelahiran 4 Januari 1985 tersebut. Apabila sukses menjadi pahlawan, dia bakal dikenang sebagai seorang pahlawan. Namun sebaliknya, apabila gagal, label pecundang pasti akan disematkan padanya.

Julio Cesar (Inter Milan)
Cesar merupakan salah seorang kiper terbaik di Liga Italia. Penyelamatan-penyelamatan gemilang yang dipertunjukkan pemain asal Brazil tersebut merupakan kunci kemenangan Chelsea di partai pertama lalu. Reflek Cesar merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

Baru saja mengalami kecelakaan, nampaknya tidak bakal berpengaruh pada performa Cesar di bawah mistar gawang Inter. Di pertandingan pertama, dia juga baru mengalami kecelakaan namun tetap mampu menunjukkan permainan yang memikat.

BEK


John Terry (Chelsea)

Bagi Terry, laga ini merupakan ajang balas dendam. Di laga pertama lalu, dia menjadi salah satu titik lemah permainan Chelsea. Hal ini terkait dengan terungkapnya serangkaian skandal seks Terry oleh media. Saat ini, seiring telah redanya masalah tersebut, Terry berharap bakal tampil lebih kokoh di lini belakang. Apalagi, dia memiliki tugas berat. Membentengi kiper minim pengalaman, Turnbull, dari serbuan pemain Inter Milan.

Javier Zanetti (Inter)
Bagi pemain asal Argentina ini, usia yang makin menua bukanlah sebuah halangan. Kecepatan dan determinasi Zanetti tetap merupakan sesuatu yang patut diwaspadai. Berposisi sebagai pemain belakang, bukan berarti Zanetti berleha-leha saat timnya menyerang. Tak jarang, justru Zanetti-lah yang memulai alur penyerangan tersebut, atau bahkan menyelesaikan sendiri serangan tersebut. Di laga ini, kemungkinan Zanetti bakal diposisikan sebagai bek kiri.

GELANDANG

Frank Lampard (Chelsea)
Lampard merupakan otak serangan Chelsea. Selain umpan yang jitu, tendangan pemain berjuluk "Magic Lamps" ini terkenal sangat keras dan akurat. Hal inilah yang membuat Lampard kerap mencetak gol dari lini kedua. Bermain di Stamford Bridge dipastikan bakal makin memotivasi gelandang Inggris ini untuk menggila dan mencetak gol.

Esteban Cambiasso (Inter)
Cambiasso merupakan tipikal gelandang yang sangat diinginkan pelatih manapun di dunia. Kuat, cepat, dan mau bekerja keras. Selain berfungsi sebagai pemain pertama yang harus mematahkan serangan lawan, Cambiasso juga mampu memenuhi tuntutan untuk memulai alur serangan. Bahkan, apabila lini depan macet, dia mampu mendobrak pertahanan lawan dengan tendangan-tendangan jarak jauh yang akurat. Di pertandingan pertama, Cambiasso sukses mencetak gol kemenangan Inter Milan melalui tendangan jarak jauhnya.

PENYERANG

Didier Drogba (Chelsea)
Penyerang kelahiran Pantai Gading ini merupakan pemain andalan Chelsea di lini depan. Keganasannya telah terbukti di Liga Domestik. Tendangan keras dan determinasi tinggi selalu mewarnai penampilan Drogba. Tidak salah, apabila Jose Mourinho memerintahkan pemain belakangnya secara khusus menjaga Drogba.

Samuel Eto'o (Inter)
Eto'o adalah pemain Inter yang paling sering berhadapan dengan Chelsea. Kala masih berseragam Barcelona, dia telah enam kali berhadapan dengan The Blues. Di tahun 2005, dia mencetak dua gol ke gawang Chelsea. Namun, kali ini, peran Eto'o lebih dari sekedar penyelesai skema serangan. Pemain asal Kamerun ini juga ditugaskan untuk mengacau lini pertahanan The Blues dan memberi jalan bagi rekan-rekannya mencetak gol. (bola/den)