FOLLOW US:


Ngeyel dengan ESL, Juventus, Barcelona dan Real Madrid Bakal Dibekukan di Kompetisi Eropa

12-05-2021 19:41

 | Ari Prayoga

Ngeyel dengan ESL, Juventus, Barcelona dan Real Madrid Bakal Dibekukan di Kompetisi Eropa
European Super League. © bola

Bola.net - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin nampaknya tidak akan berbaik hati dengan Juventus, Barcelona dan Real Madrid terkait European Super League. Ketiga klub tersebut bakal mendapatkan hukuman yang sangat berat jika mereka ngotot meneruskan rencana menggelar turnamen itu.

Bulan lalu, sebuah kejadian mengejutkan sepakbola dunia. 12 Klub top Eropa meluncurkan sebuah turnamen bertajuk European Super League yang diplot menjadi pesaing Liga Champions.

Namun karena besarnya penolakan dari berbagai elemen, 9 dari 12 klub itu mengundurkan diri dari turnamen tersebut. Saat ini hanya tersisa tiga klub yaitu Barcelona, Real Madrid dan Juventus yang masih ingin melanjutkan rencana ini.

The Sun melansir bahwa Ceferin tidak akan memberikan ampun bagi ketiga klub itu jika tetap ngeyel melanjutkan ESL. Mereka kabarnya akan dijatuhkan hukuman berat oleh UEFA.

Apa hukuman itu? Simak penjelasannya di bawah ini.

1 dari 3

Hukuman Berat

Menurut laporan tersebut, Ceferin akan mendakwa ketiga klub tersebut melalui UEFA Disciplinary Regulation Pasal 31(4).

Mereka akan diinvestigasi mengenai perbuatan 'makar' terhadap UEFA dan hukumannya akan sangat berat.

Ketiga tim itu bakal dibekukan dari seluruh kompetisi UEFA selama dua musim beruntun, meskipun mereka berhasil lolos melalui jalur grup.

2 dari 3

Bisa Diampuni

Menurut laporan tersebut, Aleksander Ceferin masih membuka pintu maaf kepada ketiga klub tersebut.

Jika ketiga klub itu meminta maaf secara terbuka dan menyudahi proyek ESL maka mereka akan terbebas dari hukuman ini.

Namun jika tidak, UEFA siap memberikan sanksi ini dan sejumlah sanksi susulan bagi ketiga klub ini.

3 dari 3

Kritik UEFA

Beberapa hari yang lalu, ketiga klub itu mengeluarkan pernyataan resmi mengenai ESL.

Mereka merasa didzalimi oleh UEFA dan FIFA dan merasa diperlakukan dengan tidak adil karena situasi ini.

(The Sun)