Ronaldo: Saya Manusia, Tak Sempurna

Ronaldo: Saya Manusia, Tak Sempurna
Ronaldo juga manusia. (c) Bola.net
Bola.net - Cristiano Ronaldo memberikan pandangannya mengenai penghargaan yang baru diraihnya; Ballon d'Or. Kepada majalah France Football, Ronaldo mengungkapkan sisi rendah hatinya.

Ronaldo mengakui bagaimana perasaannya yang campur aduk menjelang gala Ballon d'Or. Ia menjadi nervous ketika mendengar rumor berbagai rumor yang datang simpang siur.

CR7 juga terkesan semakin rendah hati. Ia mengakui bahwa sering melakukan kesalahan pada masa lalu. Salah satu yang ia akui sebagai kesalahan besar adalah ketika mengatakan bahwa ia muda, tampan dan kaya.

Berikut adalah petikan sisi lain Cristiano Ronaldo yang mungkin tak sering kita dengar. (as/hsw)

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Jelang Ballon d'Or

Jelang Ballon d'Or

Saya benar-benar nervous selama beberapa pekan. Semua orang bicara soal Ballon d'Or. Ada yang bilang saya akan menang, ada yang bilang Franck Ribery yang akan menang...

Semua orang bicara dan saya mencoba untuk mengabaikannya. Tapi saya tak mungkin tidak terpengaruh dengan semua itu.

Bahkan ibu saya sering bertanya: 'Apakah kamu akan menang?' Sekarang saya sudah lebih tenang dan siap untuk menjadi lebih baik lagi ketimbang tahun lalu.

Menjadi Lebih Hebat Lagi

Menjadi Lebih Hebat Lagi

Benar bahwa saya sudah menjadi lebih tenang sekarang. Namun hal itu tak berarti saya akan berhenti berusaha menjadi lebih baik.

Setiap tahun adalah cerita baru, saya tidak akan puas hanya dengan kemenangan yang sudah saya raih. Saya ingin lebih, baik bersama Real Madrid maupun bersama Portugal. Ballon d'Or bukanlah akhir dari segalanya meski semua pemain memimpikannya.

Menerima Ballon d'Or

Menerima Ballon d'Or

Menerima bola emas adalah momen emosional, terutama ketika putra saya menghampiri saya dan terlihat bahagia. Saya kehilangan kendali emosi saat itu, lalu saya menangis. Saat melihat keluarga saya juga meneteskan air mata, tangis saya juga bertambah.

Itu adalah tangis yang tulus. Jujur saja saya tidak menyangka akan memenangkannya dan saat tahu saya sangat bahagia. Orang yang tidak mengenal saya mungkin akan terkejut melihat saya menangis seperti itu karena saya selalu terlihat serius di lapangan.

Mereka yang ada di hidup saya tahu benar bahwa saya adalah orang yang spontan.

Rasanya Meraih Ballon d'Or

Rasanya Meraih Ballon d'Or

Hingga dua atau tiga hari setelah gala, kebahagiaan memenangkan penghargaan itu belum bisa pergi. Saat menerima trofi itu, saya hanya menikmati momen tersebut bersama orang-orang di sekitar saya.

Karakter Ronaldo

Karakter Ronaldo

Saya selalu bereaksi alami dalam setiap hal, sebagian orang mungkin tidak bisa memahami saya. Jelas bahwa saya sering melakukan kesalahan dalam berkata-kata setelah kalah dalam pertandingan. Diri saya terus berevolusi meski karakter saya sedikit banyak tetap saya.

Saya selalu ingin berkembang menjadi lebih baik dan saya memberikan tekanan kepada diri sendiri untuk bisa mencapainya. Saya sangat kompetitif dan benci kekalahan.

Saya selalu ingin menjadi yang terbaik bersama klub dan negara saya. Hal itulah yang kadang menimbulkan kesalahpahaman. Itu pernah terjadi di manchester dan di Madrid.

Muda, Tampan dan Kaya

Muda, Tampan dan Kaya

Suatu hari saya mengatakan kepada beberapa orang bahwa mereka cemburu kepada saya karena saya muda, tampan dan kaya. Itu adalah kesalahan. Saya mengucapkannya setelah pertandingan. Saya marah karena saya tidak mencetak gol.

Ada beberapa hal yang bisa menjelaskan mengapa saya mengutarakan kata-kata yang saya sendiri tidak sukai setelahnya. Seperti yang saya katakan, saya tidak sempurna. Saya manusia biasa, hanya terdiri dari daging dan tulang seperti semuanya.

Saya menangis, tertawa dan juga punya masalah. Ketika saya mengucapkan kata-kata yang tidak sepantasnya saya meminta maaf. Dengan bertambahnya usia, kita bisa belajar dari kesalahan.

Perlakuan Buruk

Perlakuan Buruk

Saya tahu saya mendapat banyak perlakuan buruk dari sebagian fans, terutama ketika bertanding di luar kandang. Tentu saja hal itu tidak menyenangkan.

Mereka menghina saya... mengatakan banyak hal yang menyinggung saya, tapi kini saya sudah terbiasa. Akhir-akhir ini sikap tersebut sudah mulai membaik.

Sebelumnya, fans lawan biasa meneriaki saya dengan ucapan seperti ‘qué hijoputa es’. Kini mereka meneriaki saya dengan ‘Cristiano, Balón de Plástico’. Sebelumnya mereka menghina ibu saya tetapi sekarang mereka cuma menyerang saya.

Kehidupan Ronaldo

Kehidupan Ronaldo

Tidak mudah mencoba menjalani kehidupan normal, tetapi saya sudah terbiasa. ketika karier saya berakhir nanti, saya berharap saya berharap semuanya menjadi lebih tenang dan saya bisa menikmati kehidupan saya. Saat ini semuanya tak mudah.

tapi hal itu juga tidak berarti bahwa saya tak bisa pergi keluar. Saya belum pernah melihat papan tanda larangan saya dilarang masuk. tapi bayangkan saja jika saya pergi belanja bersama pacar dan putra saya. Mungkin saya harus berhenti setiap lima meter untuk memberi tanda tangan atau foto bersama.

Saya akhirnya berusaha menghindari tempat umum dan pergi ke tempat yang lebih tenang seperti restoran dengan meja pribadi. Saya juga tidak pernah menginap di hotel yang punya 500 kamar. Saya lebih memilih tempat yang lebih rahasia. Saya akan berusaha menikmati diri saya nanti, ketika sudah ada Cristiano baru yang muncul.

Rutinitas Sehari-hari

Rutinitas Sehari-hari

Saya berlatih selama tiga hingga empat jam sehari. Pada 09:30 pagi saya mengantarkan putra saya sekolah. Saya lalu makan siang bersama ibu dan setelah itu menjemput putra saya. Lalu saya akan berusaha membuatnya tidur siang. Dia harus tumbuh dengan baik.

Setelah itu, saya mengelilingi  Madrid. Saya ikut kelas Bahasa Inggris untuk menjaga Bahasa Inggris saya. Saya lalu bersantai, mendengarkan musik dan berenang.

Saya melakukan banyak hal untuk membuat putra saya bahagia. Saya kadang menikmati pijatan dan saat malam kadang juga keluar untuk makan malam di restoran.

Saya berusaha untuk tidur secepat mungkin agar saya bisa berada dalam kondisi terbaik esok paginya. Buat saya, recovery setelah pertandingan sangat penting. Ketika punya waktu luang, saya suka bepergian untuk melepaskan diri dari suasana kerja.

Kebaikan Hati

Kebaikan Hati

Benar bahwa saya selalu mencoba membantu orang lain. Jorge Mendes (agen Ronaldo) juga melakukannya. Itu bukanlah hal yang ingin saya katakan dan sebarkan kepada orang lain.

Jika anda memang berbuat baik, anda tak perlu menyiarkannya dari atas atap. tapi saya selalu mencoba membantu orang lain.

Resep Sukses

Resep Sukses

Saya tahu bahwa jika saya bekerja keras dan menunjukkan ambisi besar, saya bisa menjadi yang terbaik di lapangan. Saya selalu merasa bahwa saya adalah pemain yang profesional. Itu adalah budaya saya.

Saya selalu belajar banyak dari para pemain lain. Saya belajar kepada Gary Neville dan Ryan Giggs di United. Saya belajar dari Raul dan Michel Salgado di madrid. Di timnas, saya belajar kepada Luis Figo, Deco, Rui Costa dan Fernando Couto.

Menjadi profesional, saya rasa, menyumbang 70 persen untuk menjadi pemain yang sukses.