FOLLOW US:


Vinicius Junior dan Deretan Pemain Muda yang Bakal Menggebrak Liga Champions 2021/22

14-09-2021 19:22

 | Serafin Unus Pasi

Vinicius Junior dan Deretan Pemain Muda yang Bakal Menggebrak Liga Champions 2021/22
Vinicius Junior ketika mencetak gol ke gawang Celta Vigo pada pekan ke-4 La Liga 2021/2022 © AP Photo

Bola.net - Liga Champions selalu melahirkan talenta muda yang mampu unjuk gigi pada kompetisi terbesar se Eropa ini. Nama Kylian Mbappe dan Erling Haaland saat ini masih menjadi nama teratas hingga menjadi tumpuan utama dari tim yang mereka bela.

Namun, bukan hanya Mbappe dan Haaland, masih banyak talenta diluar sana yang sangat membantu tim dan menjadi tumpuan utama.

Malam ini, pertandingan babak pertama fase grup Liga Champions akan segera dimulai, tentunya para youngster muda yang dipercayai turun akan memperlihatkan kualitasnya bersama tim yang akan ia bela demi mendapatkan reputasi yang bagus.

Kami sudah merangkum setidaknya tujuh nama talenta muda yang sekiranya memiliki potensi besar untuk bersinar pada ajang Liga Champions 2021/22. Siapa sajakah mereka? Simaklah daftarnya dibawah ini.

1 dari 7

Mason Greenwood

Mason Greenwood
Penyerang Manchester United, Mason Greenwood. © MUFC

Greenwood merupakan salah satu dari yang termuda pada daftar ini. Usianya yang masih 19 tahun justru malah sudah menjadi kepercayaan dari Ole sejak namanya mulai dipanggil untuk membela tim senior.

Greenwood musim lalu mampu mencatatkan 52 penampilan dan mencetak 12 gol dan enam assist di semua kompetisi. Saat ini ia sendiri masih tidak tergantikan meskipun United memiliki Jadon Sancho yang dibeli dengan harga mahal, Sancho justru kerap mengisi sayap kiri yang masih ditinggalkan Rashford.

Dalam pertandingan malam ini menghadapi Young Boys, kemungkinan dirinya akan dipercaya turun dalam starting mengingat dirinya merupakan pemain penting yang sudah mencetak tiga gol dari empat pertandingan terakhir miliknya musim ini.

2 dari 7

Vinicius Junior

Vinicius Junior
Vinicius Jr ketika tampil melawan Liverpool di perempat final Liga Champions 2020-2021. © AP Photo

Bersama Zidane, dirinya kerap menghadapi kecaman dan hujatan fans Real Madrid akibat performanya yang angin-anginan. Namun hal tersebut berubah saat dirinya bersama Don Carlo saat ini.

Musim ini Carlo Ancelotti berhasil menyulap dirinya menjadi pemain paling mengerikan sebagai winger andalan El Real. Vinicius tercatat sudah mencetak empat gol dari empat pertandingan terakhir dan menjadikan dirinya top skor kedua La Liga dan top skor kedua di Real Madrid musim ini, dibawah rekan setimnya Benzema yang mencetak lima gol.

Kokohnya El Real di puncak klasemen La Liga sendiri merupakan faktor dari Vini yang berhasil memberikan performanya yang luar biasa musim ini, usianya yang masih menginjak 21 tahun, membuat dirinya bisa menambah pengalaman yang lebih banyak dan bisa menjadi superstar utama Real Madrid saat Benzema pensiun nanti.

Real Madrid sendiri akan menghadapi Inter Milan pada 16 September mendatang, kemungkinan Ancelotti akan memasang dirinya sebagai starter ketimbang Hazard yang masih belum mampu memberikan performa terbaiknya sampai saat ini.

3 dari 7

Phil Foden

Phil Foden
Gelandang Manchester City Phil Foden. © AP Photo

Sempat mengalami cedera saat Euro 2020 lalu, dirinya kini sudah mulai kembali berlatih bersama De Bruyne, Foden merupakan bakat asli Manchester City. Ia sudah membuat Guardiola beberapa kali terpukau sejak dipanggil ke tim utama.

Meskipun Foden bersama City tidak bermain posisi aslinya sebagai pemain sayap yang diisi Sterling, ia tetap kokoh menjadi duet gelandang dengan seorang Kevin De Bruyne. Selain itu, musim lalu menjadi salah satu pencapaian terbaik bagi dirinya yang mampu membuat Manchester City menembus final Liga Champions meskipun harus takluk dari Chelsea.

Musim ini, dirinya memang belum bermain satu laga pun, tetapi sekembali dirinya akan menjadi dampak besar bagi Manchester City. Jika dirinya seratus persen fit, kemungkinan ia bisa dipanggil masuk line up dari Manchester City saat bertemu RB Leipzig pada 16 September mendatang sebagai pemain cadangan.

4 dari 7

Matheus Cunha

Salah satu aktor kemenangan Brasil pada Olimpiade Tokyo 2020 lalu, menjadikan dirinya sebagai salah satu penyerang mematikan bagi lawannya.

Cunha memang bukan striker yang konsisten dalam urusan mencetak gol, tetapi dia bisa menjadi proyek jangka panjang Atletico Madrid saat kehilangan Suarez.

Pada 16 September mendatang ia akan bertemu Porto dalam lanjutan Liga Champions, ia akan dilihat oleh Simeone sejauh mana dirinya mampu berkembang bersama Atletico Madrid.

5 dari 7

Jamal Musiala

Jamal Musiala
Pemain Bayern Munchen Jamal Musiala. © AP Photo

Gelandang milik Bayern ini merupakan gelandang yang sedang sangat naik daun sebagai pemain muda berbakat.

Musim ini Musiala sudah mencetak empat gol dan tiga assist dari enam pertandingan yang ia jalani bersama Bayern.Usia yang masih menginjak 18 tahun, ia bisa menjadi proyek besar pengganti Thomas Muller dimasa depan nanti.

Ia memang jarang bermain sebagai starter, tetapi dirinya tetap mampu konsisten menunjukan bakatnya, pada laga bertemu Barcelona dini haru nanti, ia kemungkinan akan dimainkan dari bangku cadangan yang mampu membuat banyak suporter mengagumi dirinya.

6 dari 7

Moise Kean

Moise Kean
Moise Kean © AP Photo

Striker muda masa depan Juventus ini akan menjadi tonggak kembalinya Juventus dari turunnya performa mereka saat ditinggal Ronaldo.

Moise Kean memang bukan raja pencetak gol seperti Ronaldo, tetapi musim lalu ia mampu mencetak 19 gol dari 45 pertandingan. Ia juga sering dipasangkan bersama Mbappe saat masih berseragam PSG dan mampu mencetak beberapa gol.

Saat ini dirinya yang menjadi pemain cadangan, bisa unjuk gigi untuk menjadi pengganti Morata yang kurang dalam urusan mencetak gol. Juventus kemungkinan bisa saja menurunkan dirinya melawan Malmo pada dini hari nanti, mengingat Malmo tidak sekuat beberapa tim kuat Eropa, ini bisa menjadi kesempatan emas bagi striker berusia 21 tahun tersebut.

7 dari 7

Pedri

Pedri
Gelandang Barcelona, Pedri © FCB

Pedri merupakan pemain tak kenal lelah milik Blaugrana, dirinya yang masih berusia 18 tahun, mampu tampil di ajang Euro dan Olimpiade sekaligus.

Meski tidak mendapatkan piala, Pedri mampu membawa Spanyol menuju final Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Pedri merupakan gelandang kreatif yang mampu memberikan bola - bola indah untuk rekan setimnya dalam urusan mencetak gol.

Musim lalu ia dipercaya turun sebanyak 52 kali untuk Blaugrana dan mempersembahkan satu gelar Copa Del Rey, saat ini Barcelona yang kehilangan Messi masih mampu bermain baik bersama Depay, dan kehadiran Pedri bisa menjadi hal yang baik untuk lini serang Blaugrana.

Pada pertandingan melawan Bayern dini hari nanti, akan menjadi percobaan yang sangat berat bagi dirinya yang akan dipasangkan bersama De Jong di lini tengah untuk membantu Barcelona melakukan misi balas dendam mereka.

(Bola.net/Risditiya)