FOLLOW US:


6 Alasan Menjagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2014

03-07-2012 14:30

 | Andres Iniesta

Bola.net - Oleh: Bayu Yulianto


Setelah kemenangan Spanyol di Piala Eropa 2012, dimulailah spekulasi yang mengatakan bahwa La Furia Roja akan sukses menjuarai empat turnamen besar secara berturut-turut di Piala Dunia 2014 di Brazil.

Spanyol telah membuktikan bahwa mereka adalah Raja Eropa dan masih ada kemungkinan bagi mereka untuk menjadi Raja Dunia.

Dalam dua tahun ke depan, Spanyol akan menghadapi tim-tim tangguh, tidak hanya dari dataran Eropa, tapi seluruh dunia, seperti Brazil dan Argentina.

Meski diramalkan akan mendaki bukit terjal, namun ada beberapa hal yang membuktikan bahwa Spanyol pantas dijadikan favorit juara di tahun 2014.
1. Rekor Tidak Kebobolan Di Babak Knockout
Pertahanan Spanyol menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan dengan rekor tidak pernah kebobolan sejak mereka dikalah Prancis di babak 16 besar Piala Dunia 2006.

Lini belakang Spanyol yang dikawal Gerard Pique, Sergio Ramos dan Carles Puyol bagaikan tembok tebal untuk ditembus tim-tim lawan.

Catatan bagi yang berharap rekor clean sheet Spanyol berakhir, gawang Iker Casillas hanya kebobolan enam gol dalam sembilan laga penyisihan grup di tiga turnamen Internasional terakhir.

2. Iker Casillas
Sejak Piala Dunia 2002, Iker Casillas telah menjadi pilihan pertama untuk menjaga gawang Spanyol dan tidak ada tanda-tanda mengendur.

Dengan umur yang masih 31 tahun, besar kemungkinan bagi kapten tim Spanyol ini untuk menembus laga ke-200 (saat ini, 137 caps).

Plus, rekor tidak kebobolan Spanyol selama babak penyisihan grup adalah saat Casillas berada di bawah mistar gawang.

3. Tim Yang Hebat
Bila anda mengamati susunan pemain Spanyol di Euro 2012, anda akan menyetujui bila Spanyol memiliki sumber pemain hebat yang berlimpah.

Kekhawatiran atas cederanya Carles Puyol sebelum Euro 2012 tidak terbukti. Sergio Ramos yang dimainkan di tengah mampu menjalankan perannya dengan sangat baik, sedangkan Jordi Alba yang mengisi bek sayap kiri menjadi salah satu pemain terbaik di Euro 2012.

Di lini tengah, nama-nama seperti  Xavi, Andres Iniesta dan Xabi Alonso selalu menghiasi lapangan sejak pertandingan dimulai. Dan andai para pemain tersebut kelelahan, para pemain seperti Santi Cazorla, Jesus Navas, Juan Mata dan Cesc Fabregas selalu siap untuk menggantikan.

Di lini depan, Fernando Torres memberi bukti kegarangannya ketika Spanyol mengubah strategi dan kembali memerlukan seorang striker murni.

Jangan lupakan pula harta terpendam Spanyol seperti Javi Martinez, Cristian Tello dan Oriol Romeu yang masih mengasah kemampuan mereka dan menunggu kesempatan untuk menghiasai skuad La Furia Roja.

4. David Villa Tampil Kembali
David Villa tidak bisa tampil di Piala Eropa 2012 setelah mengalami patah tulang saat menghadapi Al Sadd di Piala Dunia Antar Klub bulan Desember lalu.

Waktu tidak berpihak pada Villa sehingga akhirnya hanya menjadi penonton saja ketika teman-temannya merebut Piala Eropa kedua kalinya.

Dengan kembali fit-nya striker Barcelona ini, Vicente del Bosque tidak akan ragu lagi untuk memasang striker murni, daripada false nine. Dan dengan umur yang tidak muda lagi, David Villa dipastikan akan tampil habis-habisan demi mereguk sebuah kejayaan selama ia masih mampu.

5. Tiki-Taka Masih Akan Ada
Spanyol mendominasi Piala Eropa dengan tiki-taka mereka dan tidak menutup kemungkinan mereka masih akan tetap memakai gaya permainan tersebut di Piala Dunia 2014.

Xavi Hernandez dipastikan masih akan tetap memperkuat tim Matador di ajang internasional untuk yang terakhir kalinya. Andres Iniesta juga tidak akan ketinggalan untuk menguasai lini tengah.

Secara matematika, pemain tengah Spanyol yang berusia lebih dari 30 tahun adalah Xavi dan Xabi Alonso.

Dengan pemain hebat yang melimpah, kiranya Vicente del Bosque tidak akan pernah kesulitan untuk mencari pemain muda yang pas untuk melapisi kedua midfielder tesebut.

6. Spanyol Bermain Secara Tim, Bukan Individual
Spanyol adalah tim yang harmonis. Tidak pernah ada gesekan yang terjadi di dalam tubuh tim.

La Furia Roja tidak memiliki pribadi seperti Cristiano Ronaldo atau Mario Balotelli. Mereka adalah kesatuan dari sebelas orang yang turun ke lapangan untuk menuntaskan tugasnya.

Persaingan abadi di level klub antara Barcelona dan Real Madrid tidak pernah menjadi masalah ketika para pemain dari kedua tim tersebut harus bersatu untuk membela Spanyol. Demi negaranya, mereka mengesampingkan ego pribadi dan bermain sebagai sebuah tim yang kompak. (kpl/bola)