FOLLOW US:


Bukan Akhir Tantangan Maradona

15-10-2009 18:35

 | Higuain

Diego Maradona, akhirnya berhasil loloskan Argentina ke Piala Dunia. (c)AP
Diego Maradona, akhirnya berhasil loloskan Argentina ke Piala Dunia. (c)AP

Bola.net - Oleh : Zulfikar Aleksandri

Bagi Argentina, hasil imbang di Montevideo sebenarnya sudah cukup untuk meloloskan pasukan Diego Maradona ke Afrika Selatan tahun depan.

Namun kemenangan yang diraih Tim Tango atas Uruguay menambah konfidensi Lionel Messi dkk sekaligus menjawab kritikan dari publik atas hasil buruk yang diraih Albiceleste selama kualifikasi.

Ada tiga pemain kunci yang memiliki peran vital meloloskan Argentina ke Piala Dunia pertama di benua Afrika.

Bukan Lionel Messi, Sergio Aguero, atau Carlos Tevez yang selama ini begitu menonjol di skuad Albiceleste, melainkan tiga pemain yang sempat "terlupakan", yakni Gonzalo Higuan, Martin Palermo, dan Mario Bolatti.

Higuain baru dipanggil Maradona jelang pertandingan hidup mati melawan Peru. Uniknya, pemain berdarah Prancis itu langsung mencetak gol pada debutnya berkostum Argentina.

Nasib hampir sama dialami Martin Palermo. Striker veteran Boca Juniors berusia 35 tahun itu dipanggil Maradona setelah sembilan tahun absen dari timnas.

Penampilan terakhir Palermo untuk Argentina adalah pada Copa America 2000 saat Palermo mencatat rekor memalukan ketika tiga kali gagal mengeksekusi penalti dalam satu pertandingan.

Namun memori hitam itu dihapus Palermo dengan gol vitalnya ke gawang Peru pada injury time yang memperpanjang nafas Argentina di kualifikasi Piala Dunia.

Pada pertandingan terakhir melawan Uruguay, Argentina hanya butuh hasil imbang -meski secara matematis masih bisa disusul Ekuador- namun gol tunggal penentu kemenangan dari Mario Bolatti membuat nama besar Argentina "terselamatkan".

Meski telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia, tantangan masih menghadang Argentina, khususnya bagi Diego Maradona. Setelah mengakhiri kualifikasi terburuk sepanjang sejarah Argentina (termasuk kalah telak 1-6 dari Bolivia dan takluk 1-3 dari Brasil di kandang sendiri), mampukah Maradona tetap meyakinkan publik bahwa Argentina layak menyandang predikat kandidat juara dunia di Afrika Selatan?