FOLLOW US:


Chelsea Juara? Empat Besar Saja Sulit

27-10-2015 08:54

 | Jose Mourinho

Chelsea Juara? Empat Besar Saja Sulit
Jose Mourinho. © AFP

Bola.net - Mereka bilang mempertahankan itu lebih sulit daripada mendapatkan, termasuk dalam hal prestasi sepakbola. Ucapan klise itu kini dirasakan sepenuhnya oleh Chelsea yang terseok-seok sejak awal musim. Chelsea, sang juara bertahan, kini tercecer di posisi 15 klasemen sementara Premier League memasuki matchday kesepuluh.

Bukan cuma di Premier League, performa buruk Chelsea juga menjalar ke Liga Champions. Berbagai pertanyaan pun secara otomatis muncul: Apa yang salah dengan Chelsea musim ini? Mengapa mereka begitu terpuruk?

Tak ada jawaban mudah untuk pertanyaan-pertanyaan itu. Menurunnya performa Chelsea merupakan hasil akumulasi dari berbagai faktor masalah yang sepertinya luput dari deteksi Jose Mourinho. Berbagai benih masalah itu pun menyemai dan perlahan menjadi semakin besar lalu menjerat langkah The Blues.

Yang pasti, Chelsea tak mampu melanjutkan momentum yang mereka bangun musim lalu. Chelsea begitu perkasa sepanjang musim dan pada Mei, mereka mengangkat trofi Premier League. Chelsea menjadi juara dengan cukup nyaman tapi performa apik itu tak bisa dilanjutkan pada awal musim ini. Menurut pengakuan Diego Costa, para pemain Chelsea kelewat percaya diri jelang musim digelar namun kondisi mereka sebenarnya sangat buruk selama jeda musim. Chelsea tidak siap menjalani musim!

Sebenarnya Chelsea masih dianggap sebagai unggulan nomor satu untuk menjadi juara Premier League. Mereka mempertahankan semua pilar yang memberikan trofi musim lalu. Chelsea bahkan sudah menambah pemain di posisi yang mereka rasa menjadi kekurangan pada musim sebelumnya.

Kebetulan, musim ini dimulai lebih awal dari biasanya karena Inggris ingin memberikan waktu bagi timnas mereka jelang Euro 2016 mendatang. Ketidaksiapan Chelsea terlihat dalam dua pertandingan awal; setelah ditahan imbang 2-2 oleh Swansea City, Chelsea tumbang 0-3 di tangan Manchester City.

Di sini masalah mulai bergulir seperti bola salju. Chelsea memang masih mampu meraih kemenangan dalam beberapa pertandingan namun Jose Mourinho seperti tak mau berhenti menciptakan masalah untuk mempersulit dirinya sendiri dan Chelsea.



Ada kisruh Mourinho kontra duo anggota tim medis Eva Carneiro dan Jon Fearn yang menyedot banyak energi klub, bahkan sampai ke dewan direksi. Lalu para pemain terbaik Chelsea tak lagi menunjukkan performa yang diharapkan Mourinho. Bisa jadi Mourinho salah mengambil langkah dalam menyikapi masalah itu.

Mourinho memilih mengkritik para pemainnya secara terbuka lalu mencadangkan mereka dalam laga selanjutnya. Masalahnya adalah Mourinho tidak memperlakukan semua pemain dengan sama. John Terry dan Eden Hazard langsung dihukum sementara Branislav Ivanovic, Nemanja Matic dan Cesc Fabregas terus dimainkan meski tampil buruk.

Hal ini juga membuat ruang ganti Chelsea menjadi tak kondusif. Sebagian pemain dikabarkan sudah kehilangan kepercayaan kepada Mourinho. Hal ini tercermin dari performa para penggawa The Blues yang terus melorot dan tim kehilangan sinergi mereka secara konstan dalam setiap pertandingan.



Mourinho juga tak berhenti menggoda FA untuk menghukumnya. Mou tak berhenti mempertanyakan integritas wasit dengan menyebut mereka takut memberikan pelanggaran bagi Chelsea. Yang terakhir, Mourinho bahkan diusir saat Chelsea menghadapi West Ham. Ulah demi ulah Mourinho ini bisa jadi merupakan refleksi beratnya masalah yang dihadapi Chelsea saat ini.

Saat ini, dari 30 poin yang harusnya bisa didapat, Chelsea baru mengoleksi 11 poin. Mereka juga mengalami kekalahan kelima musim ini di tangan West Ham yang lagi naik daun. Sebagai catatan saja, musim lalu Chelsea sukses mengoleksi 26 poin dalam 10 pertandingan awal di Premier League.

Pertahanan keropos, lini tengah yang kehilangan kreativitas serta lini serang yang tumpul menjadi ciri Chelsea sejauh musim ini berjalan. Tak terlihat tim dengan pertahanan super rapat khas Mourinho lagi. Masalah ini mesti segera dicarikan solusinya jika Chelsea masih ingin menyelamatkan muka musim ini.

Secara matematis, Chelsea tentu masih bisa juara. Namun akan butuh peningkatan performa yang luar biasa, keberuntungan besar, serta menurunnya performa para rival untuk memungkinkan Chelsea mempertahankan gelarnya. Mungkin para pendukung Chelsea sendiri sudah 'merelakan' timnya untuk tidak juara musim ini.

Kini target Chelsea, seperti sempat diakui Mourinho sendiri, sudah diturunkan menjadi finis di empat besar saja. Tapi itu juga tidak akan mudah dicapai. Chelsea saat ini sudah terpaut sembilan poin dari Manchester United yang berada di peringkat empat.

Dalam lima tahun terakhir di Premier League, rata-rata poin minimal untuk lolos ke Liga Champions adalah 71,8 poin. Artinya, Chelsea harus mengumpulkan 60,8 poin dalam 28 pertandingan sisa musim ini. Dengan kata lain, Chelsea harus konsisten mencatatkan perolehan 2,17 poin per pertandingan sampai akhir musim. Angka itu adalah peningkatan tajam dari raihan 1,1 poin per pertandingan Chelsea sejauh ini.



Tapi pasti Chelsea tak mau berpikir terlalu jauh saat ini. Mereka hanya ingin fokus pada laga selanjutnya yang akan mereka jalani. Sayangnya, beberapa pertandingan Chelsea selanjutnya juga tidak akan mudah. Dalam lima laga ke depan, Chelsea harus bertamu ke Britannia Stadium untuk menghadapi Stoke City, sebuah lawatan yang dikenal berat di Inggris.

Akhir pekan nanti Chelsea juga akan menjamu Liverpool yang sedang bersemangat karena kehadiran Jurgen Klopp. Pertandingan paling mudah mungkin adalah ketika menjamu Dynamo Kiev dan Norwich City pada November nanti. Dengan beratnya tugas yang diemban Chelsea di sisa musim ini, menarik untuk disimak apakah Chelsea akan melepas FA Cup atau Capital One Cup untuk fokus di Premier League dan Liga Champions.

Pertanyaan baru muncul: Apakah Chelsea akan mampu memenuhi target yang sudah dipangkas itu (finis di empat besar)? Tentu bisa, jika Chelsea segera memperbaiki penampilan mereka. Itu syarat mutlak. Tapi jika Chelsea terus memelihara drama yang menggerogoti mereka musim ini, jangan harap mereka akan ke Eropa musim depan.

Jika tidak ada langkah drastis yang dilakukan, bisa jadi Chelsea hanya akan menjadi penonton kompetisi Eropa tahun depan. Jika situasi tetap sama, fans Chelsea mesti membiasakan diri untuk menerima fakta bahwa tim kesayangan mereka tak akan bertarung melawan raksasa Eropa lainnya musim depan. Situasi ini sempat dialami oleh fans Manchester United saat David Moyes, The Chosen One, memimpin tim menggantikan Sir Alex Ferguson.

Tapi musim masih panjang. Chelsea belum pantas dicoret dari persaingan apa pun. Lagipula, Chelsea adalah tim dengan kualitas luar biasa. Jika Chelsea sedang on form, siapa pun bisa mereka libas. Tentu masih lekat dalam ingatan ketika Chelsea terpuruk di Premier League tapi malah sukses menjuarai Liga Champions pada 2012 silam. Mau bangkit? Lupakan drama, fokus ke performa!