FOLLOW US:


Piala Dunia Tanpa Dua Pemain Terbaik FIFA

09-09-2009 08:00

 | Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo, terancam batal ke Afrika Selatan. (c)AP
Cristiano Ronaldo, terancam batal ke Afrika Selatan. (c)AP

Bola.net -
Oleh: Zulfikar Aleksandri


Piala Dunia tanpa Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi? Bukan tidak mungkin hal itu akan terjadi bila melihat hasil yang diraih Portugal dan Argentina sepanjang kualifikasi.

Inkonsistensi yang ditunjukkan Portugal dan Argentina berpotensi membuat dua pemain terbaik dunia dalam rangking FIFA itu absen di Afrika Selatan. Bila hal itu terjadi, maka turnamen paling akbar sejagat itu mundur 50 tahun ke belakang.

Tidak sedikit pemain kelas dunia yang absen di jambore sepak bola dunia sejak tahun 1958 ketika Alfredo di Stegano dan Ferenc Puskas absen. Johan Cruyff menolak tampil di Piala Dunia 1978 Argentina karena penculikan keluarga, serta kegagalan Inggris berlaga di Argentina juga mengakibatkan absennya pemain terbaik Eropa saat itu, Kevin Keegan.

Argentina di Ujung Tanduk

Argentina yang pada Piala Dunia 2006 lalu dikandaskan tuan rumah Jerman pada babak perempat final saat ini kesulitan menentukan arah ke Afrika Selatan. Alfio Basile mundur dari pelatih timnas pasca start buruk di kualifikasi dan hari Minggu (6/9) kemarin Albiceleste kalah di kandang sendiri dari rival abadi mereka, Brasil.

Kekalahan dari Brasil membuat peluang Argentina lolos otomatis ke Afrika Selatan semakin berat. Ekuador dan Uruguay siap mengambil keuntungan dari setiap poin yang hilang dari Argentina.

Pelatih pengganti Basile, Diego Maradona, adalah seorang pahlawan sepak bola bagi negaranya, tetapi banyak yang meragukan kapasitas Maradona sebagai pelatih. Maradona dinilai gagal memadukan skill tinggi Tango pada diri Messi, Javier Mascherano, Maxi Rodriguez, Carlos Tevez, hingga menantunya sendiri, Sergio Aguero. Puncaknya adalah ketika Argentina kalah telah 1-6 dari Bolivia yang merupakan kekalahan terbesar Argentina dalam 60 tahun terakhir.

Andai Albiceleste menang atas Brasil pun tidak menjamin posisi Argentina berada di Cape Town pada drawing peserta Piala Dunia 4 Desember mendatang karena Uruguay dan Paraguay masih menunggu di pertandingan selanjutnya. Perlu diingat bahwa Argentina tidak pernah menang bila bermain away sejak melawan Venezuela 23 bulan lalu.

Runtuhnya Hegemoni Samba Eropa

Di Zona Eropa, jatuhnya hegemoni Portugal sebagai "Samba Eropa" telah dimulai sejak awal kualifikasi ketika talanta seperti Ronaldo, Deco, dan Nani ditahan imbang tim gurem, Malta.

Hasil imbang di Kopenhagen akhir pekan lalu membuat Portugal kini berselisih tujuh poin dari pimpinan klasemen Denmark dan empat poin di bawah runner up Hungaria.

Carlos Queiroz, mantan asisten pelatih Sir Alex Ferguson di Manchester United, menjadi sosok yang harus bertanggung jawab atas terpuruknya prestasi Portugal pasca kepelatihan Luiz Felipe Scolari. Queiroz berani memanggil tidak kurang dari 17 pemain debutan dan serta Luis Boa Morte yang absen dari pertandingan internasional selama tiga tahun.

Formasi dan strategi yang dimainkan Queiroz pun dikritik karena tidak menempatkan satu penyerang dan gelandang bertahan berkualitas dan terus menyalahkan penyelesaian akhir yang menjadi problem timnya. Bukti gagalnya Queiroz adalah saat Portugal ditahan imbang 0-0 oleh Albania dan Swedia.

Piala Dunia tahun depan akan kehilangan greget tanpa kehadiran pemain-pemain hebat dari Argentina dan Portugal, meski kedua negara itu masih memiliki waktu untuk lolos bahkan melalui play off.

Bila skenario itu terjadi, jalan yang bakal dilalui pun tidak mudah karena Argentina berpotensi menghadapi Meksiko, sementara Portugal akan menghadapi tim-tim besar yang juga menghuni posisi runner up seperti Prancis, Republik Irlandia, Russia, dan Skotlandia.