FOLLOW US:


Playoff, Tiket Terakhir ke Afrika Selatan

13-11-2009 18:36

 | Cristiano Ronaldo

Raymond Domenech, harus loloskan Prancis sebagai runner-up Piala Dunia 2006. (c)AP
Raymond Domenech, harus loloskan Prancis sebagai runner-up Piala Dunia 2006. (c)AP

Bola.net - Oleh : Zulfikar Aleksandri

Dua tim raksasa Eropa, Prancis dan Portugal, mempertaruhkan nama besar mereka pada playoff Zona Eropa, Sabtu (14/11) dan Rabu (18/11). Prancis menyandang status finalis Piala Dunia 2006, sedangkan Portugal sebagai semifinalis. Juara Piala Eropa 2004, Yunani, dan semifinalis Piala Eropa 2008, Rusia, juga berebut tiket ke Afrika Selatan melalui playoff.

Piala Dunia 2010 pun terancam tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo atau Thierry Henry bila Portugal dan Prancis gagal lepas dari bayang-bayang buruk perjalanan kualifikasi.

Portugal akan menghadapi Bosnia-Herzegovina yang memiliki semangat heroik seperti halnya negeri tetangga mereka seperti Serbia atau Kroasia. Sedangkan Prancis akan menghadapi Republik Irlandia yang tak terkalahkan selama kualifikasi di bawah arsitek pelatih kawakan, Giovanni Trapattoni.

Portugal yang disebut sebagai Samba-nya Eropa tidak diperkuat oleh superstar mereka, Cristiano Ronaldo. Demikian pula Prancis yang tidak bisa memainkan Frank Ribery karena cedera.

Dua pelatih, Carlos Queiroz (Portugal) dan Raymond Domenech (Prancis) yang terus mendapat kritikan sepanjang kualifikasi mempertaruhkan karir mereka di playoff kali ini. Pemecatan hampir pasti dialami keduanya bila gagal membawa negara mereka ke Afrika Selatan.

Carlos Queiroz, hadapi Bosnia-Herzegovina tanpa Cristiano Ronaldo

Sebagai dua tim yang lebih difavoritkan, tekanan pada Portugal dan Prancis lebih besar dibandingkan dua lawan mereka, Bosnia dan Irlandia.

"Tekanan mereka (Prancis) lebih besar daripada kami, tetapi kami semua bermain untuk mendapatkan tempat di putaran final Piala Dunia," ujar asisten Trapattoni, Liam Brady.

Russia dan Yunani juga menghadapi ujian sesungguhnya pada playoff kali ini. Pasukan Guus Hiddink yang tampil luar biasa di Piala Eropa tahun lalu bakal menghadapi tantangan tim Balkan, Slovenia.

Hiddink juga mempertaruhkan predikatnya sebagai pelatih bertangan dingin yang akrab dengan prestasi seperti saat masih mengarsiteki Korea Selatan (Piala Dunia 2002), Australia (Piala Dunia 2006), Rusia (Piala Eropa 2008), hingga Chelsea pada paruh kedua Premiership musim lalu.

Sedangkan bagi Yunani, tepat lima tahun empat bulan setelah mengejutkan Eropa, tim Seribu Dewa masih mencari sentuhan tangan midas Otto Rehhagel yang hilang. Yunani terus melanjutkan inkonsistensi mereka dengan tampil mengecewakan di Piala Konfederasi 2005 dan gagal lolos ke Piala Dunia 2006 di Jerman.

Sotirios Kyrgiakos dkk kini selangkah lagi ke Piala Dunia pertama mereka setelah menjuarai Eropa. Bila gagal melewati hadangan Ukraina yang kembali diperkuat Andrey Shevchenko, kejayaan Yunani menjuarai Piala Eropa bakal semakin tenggelam seperti halnya "mitos" dewa-dewa Yunani kuno.

Di belahan dunia lain, raksasa CONMEBOL Uruguay yang untuk ketigakalinya berturut-turut melakoni playoff, akan menghadapi wakil CONCACAF, Kosta Rika. Secara materi dan kualitas konfederasi, Kosta Rika lebih kuat dan bakal menjadi lawan tangguh bagi pelatih Oscar Washington Tabarez dibandingkan wakil Oseania yang kini telah pindah ke AFC, Australia.

Diego Forlan beradaptasi dengan lapangan sintetis di Guatemala

Untuk beradaptasi dengan lapangan rumput sintetis yang akan dipakai Kosta Rika, Tabarez membawa Diego Forlan dkk latihan di Guatemala yang memiliki lapangan sepak bola rumput sintetis.

"Kami harus menjalani 180 menit pertandingan yang lama dan selalu menegangkan. Kami harus turun dengan kekuatan terbaik dan all-out sejak leg pertama. Jika itu tercapai, di leg kedua kami tinggal menjaga keunggulan," ujar Tabarez.

Sementara itu satu tiket tersisa dari Asia dan Oseania diperebutkan oleh Bahrain dan Selandia Baru. Ryan Nelsen dkk yang bermain imbang tanpa gol di Bahrain pada leg pertama bulan lalu harus mewaspadai Bahrain yang di Piala Asia 2007 lalu sempat dikalahkan Indonesia itu.

Menarik ditunggu negara mana yang akan meraih enam tiket tersisa ke Piala Dunia pertama yang akan digelar di benua Afrika tahun depan.