
Bola.net - Stadion Kanjuruhan menjadi sorotan usai terjadinya tragedi terburuk dalam sepak bola Indonesia pada 1 Oktober 2022 lalu. Namun, ini bukan kali pertama terjadinya tragedi atau insiden di Stadion Kanjuruhan.
Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022). Jumlahnya mencapai 130 korban jiwa. Seperti dikabarkan sebelumnya, banyak korban jiwa dari kericuhan yang terjadi setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya.
Korban berjatuhan lantaran efek gas air mata yang ditembakkan ke arah tribune belakang gawang atau tribune selatan.
Suporter pun sesak napas dan kepanikan melanda mereka yang berebut untuk keluar dari stadion, hingga banyak pula yang terjatuh dan terinjak. Ada pula yang menjadi korban karena berdesakan di pintu keluar.
Sebelum 1 Oktober 2022, paling tidak ada tiga insiden lain yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Apa saja? Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Gas Air Mata 2018

Insiden yang mirip dengan Tragedi Kanjuruhan pernah terjadi pada 2018. Ketika itu Arema FC menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan. Laga ini tentu sarat gengsi, sehingga Aremania memenuhi setiap jengkal tribune.
Pada pengujung pertandingan, Aremania yang kecewa masuk ke lapangan. Ketika itu skor imbang 2-2 dan peluit panjang belum berbunyi.
Namun, Aremania sudah ada yang masuk ke lapangan sebagai pelampiasan kekecewaan karena beberapa laga sebelumnya Arema FC juga sulit menang di kandang.
Kejadian itu pun hampir mirip dengan tragedi yang baru terjadi. Keamanan menembakkan gas air mata. Aremania berjatuhan karena sesak napas. Bedanya, gas air mata ditembakkan di lapangan, sehingga tidak banyak korban dari tribune. Ketika itu ada satu korban meninggal dunia di rumah sakti.
Setelah kejadian itu, Aremania sudah marah dengan petugas kepolisian yang menggunakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan. Menurut mereka, tindakan peringatan lain, seperti menggunakan anjing K-9 atau tembakan air sebenarnya bisa meredam suporter.
Pagar Pembatas Rubuh 2019

Musim 2019, ada juga insiden di Stadion Kanjuruhan, tapi tidak terlalu menghebohkan. Waktu itu Arema FC menjamu Persija Jakarta. Seperti biasa, pertemuan dengan tim ibu kota tersebut selalu membuat Stadion Kanjuruhan penuh. Bahkan terkadang melebihi kapasitas.
Waktu itu, Jakmania menempati tribune 3. Karena jumlah suporter terlalu banyak, pagar pembatas antara tribune duduk dengan tribune berdiri di bawahnya rubuh.
Waktu itu pagar pembatas itu banyak diduduki Jakmania. Karena kelebihan beban, pagar itu roboh. Ada 7 korban dari Jakmania yang mengalami luka karena mereka terjatuh dari pagar ke tribune bawah yang tingginya kurang lebih 2 meter. Untungnya tak ada korban jiwa di insiden ini.
Sejak itu, panpel Arema melarang suporter duduk di pagar pembatas. Lantaran pagar itu dibangun bukan untuk diduduki. Tapi sekedar pembatas.
Suporter Masuk Stadion Ketika Jeda Laga (2019)

Ini terjadi pada musim 2019. Waktu itu juga terjadi dalam derbi Jawa Timur. Arema bersua Persebaya Surabaya. Arema mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-0. Namun, insiden terjadi saat jeda pertandingan.
Ketika pemain cadangan Persebaya melakukan pemanasan, dirigen Aremania, Yuli Sumpil, dan satu Aremania lain turun ke lapangan. Mereka mendekati pemain Persebaya.
Hal itu dianggap provokasi oleh PSSI. Korban jiwa atau luka memang tidak ada dalam kejadian ini. Namun Yuli Sumpil dan rekannya Vandy dihukum seumur hidup tidak boleh memasuki stadion di Indonesia. Namun sanksi itu dapat keringanan setahun berselang.
Tidak Angker bagi Tim Tamu

Kini, ada sebuah images yang luntur dari markas Arema FC. Dulu, tim tamu yang datang ke Stadion Kanjuruhan selalu pulang dengan kekalahan, tapi di BRI Liga 1 2022, sudah tiga tim yang berhasil menang.
Itu terjadi dalam tiga laga kandang beruntun, ykni lawan Persija Jakarta, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.
Kebetulan jadwal laga kandang Arema memang mempertemukan dengan tiga tim itu beruntun di Malang. Biasanya, Arema sangat perkasa dan main ngotot melawan ketiga tim itu. Apalagi stadion bakal terisi penuh. Tapi, saat ini Kanjuruhan sudah tak angker lagi bagi tim tamu.
Sampai akhir musim, kenangan tiga kekalahan beruntun ini akan tersimpan. Selanjutnya Arema FC menjalani sanksi bermain di stadion yang jaraknya minimal 250 kilometer dari Kanjuruhan. Laga itu juga digelar tanpa penonton.
Disadur dari Bola.com: Iwan Setiawan/Benediktus Gerendo, 7 Oktober 2022
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 6 September 2026 21:04Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
-
Bola Indonesia 6 September 2026 17:45Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
-
Bola Indonesia 6 September 2026 17:30Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
-
Bola Indonesia 6 September 2026 17:28Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 September 2026 22:23Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
-
Liga Inggris 6 September 2026 22:01Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
-
Liga Italia 6 September 2026 21:41Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
-
Liga Italia 6 September 2026 21:30Curtis Jones Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Liverpool demi Inter Milan
-
Liga Inggris 6 September 2026 21:15Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
-
Bola Indonesia 6 September 2026 21:04Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 September 2026 21:04Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
-
indonesia 6 September 2026 21:01Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
-
indonesia 6 September 2026 17:45Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
-
indonesia 6 September 2026 17:30Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
-
indonesia 6 September 2026 17:28Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
-
indonesia 6 September 2026 14:30Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 17:09Imbauan Prabowo di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 14:29Anak Krakatau Erupsi, Prabowo Tekankan Keselamatan Warga
-
Liputan6 6 September 2026 12:12Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup
-
Liputan6 6 September 2026 11:54Masker Mulai Langka di Lampung, Warga Antre Sejam
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331953/original/067793800_1787589244-IMG-20260824-WA0123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341680/original/050307700_1788673041-IMG-20260906-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341660/original/063349900_1788671418-1001635065.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)

