4 Fakta Mencolok Usai Arema FC Dibantai Persebaya 0-4: Singo Edan Telan Kekalahan Terburuk Musim Ini

4 Fakta Mencolok Usai Arema FC Dibantai Persebaya 0-4: Singo Edan Telan Kekalahan Terburuk Musim Ini
Aksi Gustavo Franca pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Arema FC

Bola.net - Derbi Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya Surabaya menghadirkan drama besar pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Persebaya Surabaya tampil dominan dan menggilas Arema FC tanpa ampun.

Laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (28/4) petang WIB, berakhir dengan skor telak 4-0. Hasil ini menjadi salah satu pertandingan paling mencolok di pekan tersebut.

Persebaya tampil efektif terutama di babak kedua. Mereka mampu memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan Arema FC dengan sangat baik.

Francisco Rivera menjadi sosok sentral dalam kemenangan ini. Ia mencetak dua gol sekaligus menyumbang satu assist yang menentukan jalannya pertandingan.

Selain kemenangan besar, laga ini juga menyisakan sejumlah catatan menarik. Ada empat poin penting yang layak menjadi sorotan usai duel panas tersebut.

Gol Perdana yang Penuh Makna

Gol Perdana yang Penuh Makna

Persebaya Surabaya merayakan kemenangan atas Arema FC pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persebaya

Rivera memang menjadi bintang utama dalam pertandingan ini. Namun, dua nama lain juga mencuri perhatian lewat kontribusi penting mereka.

Jefferson Silva mencetak gol pertamanya bersama Persebaya. Gol itu lahir dari situasi bola muntah hasil penalti Bruno Moreira yang sempat ditepis kiper Arema FC.

Sementara itu, Mikael Tata juga mencatatkan momen spesial. Ia mencetak gol pertamanya musim ini setelah memaksimalkan umpan matang dari Rivera.

Tata memilih tidak merayakan gol tersebut. Hal ini tidak lepas dari latar belakangnya sebagai mantan pemain Arema FC.

Pertandingan Selanjutnya
Liga 1 Liga 1 | 28 Desember 2025
Persebaya Surabaya Persebaya Surabaya
15:30 WIB
Persijap Persijap

Persebaya Solid di Belakang

Persebaya Solid di Belakang

Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persebaya

Lini belakang Persebaya sempat menjadi sorotan tajam dalam beberapa pekan sebelumnya. Mereka kebobolan delapan gol dalam dua laga melawan Borneo FC dan Persija Jakarta.

Namun, dalam dua pertandingan terakhir, perubahan signifikan terlihat jelas. Persebaya berhasil mencatat dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan.

Kemenangan 2-0 atas Malut United menjadi awal kebangkitan tersebut. Tren positif itu berlanjut saat mereka menutup laga kontra Arema FC dengan clean sheet.

Duet Risto Mitrevski dan Gustavo Fernandes tampil solid di jantung pertahanan. Performa kiper Andhika Ramadhani juga memberikan rasa aman di bawah mistar.

Kekalahan Terburuk Arema FC Musim Ini

Kekalahan Terburuk Arema FC Musim Ini

Starting XI Arema FC saat melawan Persis Solo di lanjutan BRI Super League, 18 April 2026. (c) dok.AremaFC

Hasil 0-4 dari Persebaya menjadi pukulan telak bagi Arema FC. Ini adalah kekalahan dengan margin gol terbesar yang mereka alami musim ini.

Dari total 30 laga, Arema FC telah menelan 11 kekalahan. Namun, tidak ada yang seburuk hasil pada Derbi Jawa Timur kali ini.

Sebelumnya, Arema FC sempat kalah 3-4 dari Bali United. Meski kebobolan empat gol, mereka masih mampu memberikan perlawanan dengan mencetak tiga gol.

Berbeda dengan laga ini, Arema FC tampil tanpa daya. Mereka gagal mencetak gol dan kesulitan mengimbangi agresivitas Persebaya.

Hasil ini cukup mengejutkan jika melihat performa sebelumnya. Arema FC sempat mencatat tren positif dengan tiga laga tanpa kekalahan.

Dominasi Panjang Persebaya atas Rival

Dominasi Panjang Persebaya atas Rival

Selebrasi Francisco Rivera dalam laga BRI Super League antara Persebaya Surabaya vs Dewa United, Minggu (1/2/2026). (c) Persebaya Surabaya Official

Kemenangan ini semakin mempertegas dominasi Persebaya atas Arema FC. Mereka kini mencatat 11 laga beruntun tanpa kekalahan di kompetisi resmi.

Rekor ini dimulai sejak Agustus 2019. Sejak saat itu, Arema FC tidak pernah lagi mampu mengalahkan Persebaya.

Kekalahan terakhir Persebaya terjadi di Stadion Kanjuruhan dengan skor 0-4. Saat itu, tim masih dilatih Bejo Sugiantoro sebagai pelatih sementara.

Sejak momen tersebut, arah rivalitas berubah drastis. Persebaya tampil lebih konsisten dan mampu menjaga keunggulan dalam setiap pertemuan.