
Bola.net - Laga PSM Makassar kontra Persija Jakarta pada leg pertama semifinal Piala Menpora 2021 diwarnai kartu merah. Kartu merah diberikan kepada bek Persija, Marco Motta.
Marco Motta harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua pada menit 83. Sehingga, Persija harus bermain dengan sepuluh orang hingga akhir laga.
Namun, keunggulan jumlah pemain tidak dimanfaatkan betul oleh PSM Makassar. Tempo permainan tim berjuluk Juku Eja tersebut justru lebih lambat.
Terkait hal itu, pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Batola mengatakan bahwa dirinya memang sengaja menginstruksikan pemainnya bermain lebih sabar. Dia merespon permaianan bertahan Persija.
"Di satu sisi setelah saya unggul pemain, pemain Persija bahkan turun sampai di daerah mereka, bertahan," katanya dalam sesi jumpa pers virtual usai laga.
"Itulah mengapa kami hati-hati, itulah saya membangun serangan, saya ingin pelan-pelan untuk membuka serangan mereka," sambungnya.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters
Tak Mau Gegabah
Artinya, Syamsuddin tidak ingin penggawa PSM Makassar tampil gegabah. Dia memilih untuk melakukan serangan ke pertahanan Persija dengan cara berbeda.
"Karena mereka kumpul di tengah, saya tidak mau gegabah untuk menyerang terus," lanjut Syamsuddin.
"Akhirnya saya counter, itu yang saya instruksikan ke pemain," tegas pelatih kelahiran Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 20 April 2026 09:12Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persib 20 April 2026
-
Bola Indonesia 18 April 2026 21:32
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 20 April 2026 10:26 -
Bulu Tangkis 20 April 2026 10:25 -
Tim Nasional 20 April 2026 10:10 -
Liga Inggris 20 April 2026 09:53 -
Voli 20 April 2026 09:42 -
Liga Inggris 20 April 2026 09:39
MOST VIEWED
- Barcelona Legends Bungkam DRX World Legends 3-0, Ronaldo Nazario Terpesona Atmosfer SUGBK
- Jadwal Premier League di SCTV Hari Ini, 18 April 2026
- Jadwal BRI Super League Pekan Ini Live di Indosiar dan Vidio, 17-20 April 2026
- Ronaldo Nazario Ungkap Kenangan Spesial di Indonesia: 29 Tahun Lalu Datang Sebagai Pemain di Manado, Kini Jadi Pelatih di Jakarta
HIGHLIGHT
- Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gen...
- 3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Du...
- Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Du...
- Bukan Cuma Lewandowski, Ini Deretan Bintang Top ya...
- Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Ab...
- 3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona ...
- 5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool...

















:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5056844/original/091010400_1734563733-MacBook_Air_M3_013.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4199043/original/007538600_1666333613-pencurian_HP.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558100/original/048170900_1776406048-sapu7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2938351/original/055837500_1571028075-download.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525208/original/023013900_1773034243-Pramono_Sampah.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5559856/original/056017600_1776649446-WhatsApp_Image_2026-04-20_at_08.36.13.jpeg)

