FOLLOW US:


Arema FC Nilai Ada Paradigma Baru Rivalitas Suporter

03-08-2017 19:58
Arema FC Nilai Ada Paradigma Baru Rivalitas Suporter
Arema FC © Wearemania

Bola.net - Fenomena rivalitas yang biasanya berujung permusuhan dan kekerasan yang marak di sepakbola Indonesia menjadi perhatian sendiri manajemen Arema FC. Mereka menilai ada paradigma yang salah dalam rivalitas ini.

Kekerasan di sepakbola Indonesia sendiri masih terus terjadi, kendati pemerintah menggaungkan perbaikan tata kelola sepakbola nasional. Terakhir, salah seorang bobotoh, Ricko Andrean harus meregang nyawa akibat dikeroyok rekan-rekannya sesama Bobotoh. Ricko dikeroyok kala melindungi suporter Persija Jakarta yang diintimidasi sekawanan Bobotoh.

"Paradigma rivalitas yang ada saat ini harus mulai digeser. Rivalitas seharusnya hanya ada di dalam lapangan," ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji pada Bola.net.

Sudarmaji menambahkan kekerasan yang kerap terjadi tak lepas dari fanatisme yang ada di kalangan suporter, baik terkait klub maupun daerah. Karenanya, ia menilai maraknya kekerasan yang ada saat ini merupakan tanggung jawab bersama.

"Harus ada edukasi bahwa dalam sepakbola, rivalitas hanya sepanjang 2 x 45 menit. Inipun harus rivalitas yang positif di dalam lapangan," tutur Sudarmaji.

Sudarmaji menyebut, Arema juga tak mau ketinggalan dalam mengedukasi suporter agar tak terlibat aksi kekerasan. Menurutnya, manajemen Arema terus berkampanye dalam beberapa kegiatan agar tren kekerasan bisa dihentikan.

"Salah satunya, dalam peringatan ulang tahun Arema nanti, kita akan sisipkan pesan anti kekerasan ini. Mengenai apa bentuknya, kita ada banyak opsi. Nanti akan kita segera realisasikan," ucap Sudarmaji.