
Bola.net - - Fenomena rivalitas yang biasanya berujung permusuhan dan kekerasan yang marak di sepakbola Indonesia menjadi perhatian sendiri manajemen Arema FC. Mereka menilai ada paradigma yang salah dalam rivalitas ini.
Kekerasan di sepakbola Indonesia sendiri masih terus terjadi, kendati pemerintah menggaungkan perbaikan tata kelola sepakbola nasional. Terakhir, salah seorang bobotoh, Ricko Andrean harus meregang nyawa akibat dikeroyok rekan-rekannya sesama Bobotoh. Ricko dikeroyok kala melindungi suporter Persija Jakarta yang diintimidasi sekawanan Bobotoh.
"Paradigma rivalitas yang ada saat ini harus mulai digeser. Rivalitas seharusnya hanya ada di dalam lapangan," ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji pada Bola.net.
Sudarmaji menambahkan kekerasan yang kerap terjadi tak lepas dari fanatisme yang ada di kalangan suporter, baik terkait klub maupun daerah. Karenanya, ia menilai maraknya kekerasan yang ada saat ini merupakan tanggung jawab bersama.
"Harus ada edukasi bahwa dalam sepakbola, rivalitas hanya sepanjang 2 x 45 menit. Inipun harus rivalitas yang positif di dalam lapangan," tutur Sudarmaji.
Sudarmaji menyebut, Arema juga tak mau ketinggalan dalam mengedukasi suporter agar tak terlibat aksi kekerasan. Menurutnya, manajemen Arema terus berkampanye dalam beberapa kegiatan agar tren kekerasan bisa dihentikan.
"Salah satunya, dalam peringatan ulang tahun Arema nanti, kita akan sisipkan pesan anti kekerasan ini. Mengenai apa bentuknya, kita ada banyak opsi. Nanti akan kita segera realisasikan," ucap Sudarmaji.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 11 Maret 2026 23:043 Kekalahan Beruntun, Kursi Marcos Santos di Arema FC Mulai Panas?
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 2 April 2026 15:15 -
Liga Inggris 2 April 2026 14:53 -
Bola Indonesia 2 April 2026 14:46 -
Liga Spanyol 2 April 2026 14:44 -
Liga Inggris 2 April 2026 14:39 -
Liga Inggris 2 April 2026 14:24
MOST VIEWED
- Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
- Persib Bandung Bertekad Sapu Bersih 9 Laga Sisa BRI Super League, Dion Markx Tebar Keyakinan
- Sapu Bersih atau Gagal? Ini Rute Persija Kejar Persib untuk Kudeta Singgasana BRI Super League 2025/26
- BRI Super League: Pelatih Persib Berharap Salah Satu Pemainnya Tampil di Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211273/original/048550300_1746535292-250506_OPINI_Trubus_Rahardiansa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544794/original/018049200_1775117595-IMG-20260402-WA0055.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528543/original/066854200_1773287468-Ketua_DPR__Puan_Maharani-12_Maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542751/original/083291600_1774954107-publikasi_1774945897_69cb86699f996.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544688/original/081995700_1775113438-IMG_0596.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544652/original/024620800_1775112302-Prabowo_Sugianto.jpeg)

