
Bola.net - Desakan supaya Menpora Imam Nahrawi mencabut pembekuannya terhadap PSSI terus bergulir. Alih-alih melakukan perbaikan, hal tersebut malah memberikan dampak yang sangat buruk.
Sekretaris Asprov PSSI Nangroe Aceh Darussalam, TM Khaidir, menyebutkan jika daerahnya yang paling merasakan akibatnya. Pembinaan sepakbola bahkan sampai futsal, pun tidak dapat berjalan. Karena itu ia meminta Menpora segera mencabut pembekuan dan FIFA ikut menarik sanksinya dari Indonesia.
"Dengan demikian, situasi kembali normal. Menpora Imam harus memikirkan anak bangsa yang saat ini sedang membutuhkan pembinaan dari pemerintah," ujar Khaidir.
"Ini sungguh ironis. Bukan pembinaan yang didapat, justru pembinasaan yang membabi buta dihujam oleh Menpora Imam. Sampai kapan kemelut ini dirawat oleh pemerintah kita ini? Ingat, kami yang dari Aceh sangat berbahaya kalau ini terus berlanjut. Karena, masyarakat sudah tidak ada hiburan lain selain sepak bola," sambungnya.
Lebih jauh dikatakan Khaidir, di daerah yang dipanggil serambi Mekkah tersebut, pemerintah banyak menerapkan larangan. Misalnya saja, Aceh tidak bisa melihat acara konser musik ataupun hiburan.
"Jadi, satu-satunya hiburan itulah sepakbola. Sehingga, sekali lagi kami mohon sebelum terlambat, segera dicabut pembekuan. Karena situasi di Aceh sudah di ambang bahaya," pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Sekretaris Asprov PSSI Nangroe Aceh Darussalam, TM Khaidir, menyebutkan jika daerahnya yang paling merasakan akibatnya. Pembinaan sepakbola bahkan sampai futsal, pun tidak dapat berjalan. Karena itu ia meminta Menpora segera mencabut pembekuan dan FIFA ikut menarik sanksinya dari Indonesia.
"Dengan demikian, situasi kembali normal. Menpora Imam harus memikirkan anak bangsa yang saat ini sedang membutuhkan pembinaan dari pemerintah," ujar Khaidir.
"Ini sungguh ironis. Bukan pembinaan yang didapat, justru pembinasaan yang membabi buta dihujam oleh Menpora Imam. Sampai kapan kemelut ini dirawat oleh pemerintah kita ini? Ingat, kami yang dari Aceh sangat berbahaya kalau ini terus berlanjut. Karena, masyarakat sudah tidak ada hiburan lain selain sepak bola," sambungnya.
Lebih jauh dikatakan Khaidir, di daerah yang dipanggil serambi Mekkah tersebut, pemerintah banyak menerapkan larangan. Misalnya saja, Aceh tidak bisa melihat acara konser musik ataupun hiburan.
"Jadi, satu-satunya hiburan itulah sepakbola. Sehingga, sekali lagi kami mohon sebelum terlambat, segera dicabut pembekuan. Karena situasi di Aceh sudah di ambang bahaya," pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
- Giliran Asprov PSSI Bangka Belitung Kecam Menpora
- Asprov PSSI Sulut Prihatin Menpora Imam Tak Paham Arti Sanksi FIFA
- PSMS Juga Ikut Dorong Menpora Cabut SK Pembekuan PSSI
- Menpora Kembali Didesak Patuhi Putusan PTUN
- Asprov PSSI NTB Ikut Kecam Menpora Imam
- 'Menpora Sebabkan Sepakbola Indonesia Mundur 30 Tahun'
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 23 Juli 2026 12:01Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
BERITA LAINNYA
-
indonesia 23 Juli 2026 11:00Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
-
indonesia 23 Juli 2026 11:00Piala Presiden 2026: Pembagian Grup, Format, hingga Jadwal Pertandingan
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:34Eksepsi Diterima, Dokter Tifa Klaim Kantongi Bukti Baru Ijazah Jokowi
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:23Delapan Siswa SMP Tanggamus Mendadak Sakit, Menu MBG Diperiksa
-
Liputan6 23 Juli 2026 13:20Mengenal École Prancis yang Jadi Model Universitas Republik Indonesia
-
Liputan6 23 Juli 2026 12:46Dasco Pimpin Rapat soal Perpres Ojol, Isu Evaluasi Tarif Dibahas
-
Liputan6 23 Juli 2026 11:50Hotman Paris Mundur, Bantah Ada Tekanan Kasus Eks Jampidsus Febrie
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305230/original/051948100_1784788477-IMG_2281.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305220/original/005708000_1784787809-1001489242.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305149/original/022929500_1784785968-a_wide_scenic_daylight_photograph_of_a_historic_s.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304730/original/017800400_1784742306-401399.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305139/original/054602100_1784785784-e6c3c9f9-ccab-44aa-ade2-a8b63f62b594.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300168/original/090565800_1784301109-f15bac1c-a403-4305-8222-a1e7f51b1067.jpeg)

